Jumat, 07 Agustus 2020

Jalan yang lurus itu jalan para rasul

Islam jadinya lucu, berdoa ihdinassiratal Mustaqim tunjukilah kami jalan yang lurus tapi pintu kenabian dan kerasulan tertutup? 

Ini jadi aneh dan lucu, sebab tidak ada yang tau jalan yang lurus kecuali para nabi nabi dan rasul rasul, sebab ayat selanjutnya dengan tegas mengatakan

Siratalladzina an'amta alaihim yaitu jalan orang orang yang telah engkau beri nikmat, siapa? Ya para nabi nabi dan rasul rasul, tiada selainnya, sebab selainnya tidak ada jaminan selamat disisi Allah

Jadi yang tau jalan lurus dan dijamin tidak akan tersesat ya para nabi nabi dan rasul rasul, sebab selainnya

Gairil magdubin alaihim waladdholin

Bukan jalan orang orang yang sesat dan jalan orang orang yang dimurkai

Siapa mereka? Ya mereka adalah orang yang tidak patuh pada nabi nabi dan rasul rasul sehingga tersesat dan dimurkai oleh Allah

Kan ada para sahabat nabi yang telah diridhai oleh Allah dalam at Taubah ayat 100?
Iya itu jika tidak ada ayat selanjutnya yang mengatakan mereka mau kafir kembali dalam At Taubah 117

Pengampunan (At-Tawbah):117 - Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir BERPALING, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka,

Seandainya tidak ada ayat ini maka kita wajib mengikuti sahabat nabi, tapi karena ada ayat ini maka semua sahabat nabi menjadi tersangka terlebih yang ikut perang Tabuk

Dan dengan ayat ini pula kita bisa menaruh curiga bahwa ayat 100 bukan untuk sahabat nabi secara umum

Pengampunan (At-Tawbah):100 - Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

Mengapa kita harus mencurigai bahwa ayat ini bukan untuk para sahabat nabi secara umum?
Sebab ada ayat at Taubah 117 diatas, dimana mereka mau berpaling, mau kafir kembali, itu artinya mustahil Allah mau meridhoi orang orang nantinya mau berpaling. Kecuali ayatnya dibalik, yang 117  menjadi ayat 100 dan ayat 100 menjadi ayat 117 dimana mau berpaling dahulu baru kemudian diterima tobatnya dan Allah meridhoi. Sedang pada kenyataannya, ayat diridhoi turun dahulu baru kemudian mau berpaling? Ini jelas bukan untuk mereka.

Lalu untuk siapa? Jelas untuk para Imam, mengapa? Sebab ayatnya jelas

Pengampunan (At-Tawbah):100 - Orang-orang YANG TERDAHULU LAGI YANG PERTAMA-TAMA dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka...

Ada kata

Orang-orang YANG TERDAHULU LAGI YANG PERTAMA -TAMA

Siapa mereka? Ya para imam, karena para imamlah yang harus didahulukan, yang pertama tama diutamakan dari selainnya, siapa selainnya? Ya para kaum Muhajirin dan Anshar

Makanya memakai kata "DARI GOLONGAN" Muhajirin dan Anshar, artinya mereka didahulukan dan diutamakan dari golongan Muhajirin dan Anshar, siapa para imam imam ini? Mengapa mereka diutamakan dan didahulukan? Ya karena nikmat yang Allah berikan pada mereka? Sebagaimana yang disebutkan dalam surat Al Fatihah. Mereka inilah yang sebenarnya adalah para rasul Allah bidang pemberi petunjuk setelah ketiadaan nabi nantinya

Guruh (Ar-Ra`d):7 - Orang-orang yang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi PETUNJUK.

Maka itulah mustahil pintu kenabian dan kerasulan sekaligus ditutup sedangkan Allah mengajarkan agar kita memohon petunjuk, petunjuk kepada siapa? Ya kepada Allah, lalu bagaimana caranya Allah memberikan petunjukNya? Ya sudah tentu lewat wakil wakilnya yang telah diberikan nikmat, siapa mereka? Ya para rasul rasul Allah, itu artinya pintu Kerasulan tidak pernah tertutup hingga hati kiamat,. Yang ditutup hanyalah pintu kenabian

Itu artinya para imam imam yang suci adalah para rasul Allah, salah satunya adalah imam Ali as

Luar biasa kejahilannya



Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya (no. 1851), dari Abdullah ibn Umar radhiyallahu anhuma, beliau berkata, aku mendengar Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ لَقِيَ اللَّهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا حُجَّةَ لَهُ وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً

“Barangsiapa melepas tangannya (baiatnya) dalam mentaati pemimpin, ia akan bertemu dengan Allah di hari kiamat dengan tanpa memiliki hujjah, dan barangsiapa meninggal dalam keadaan tiada baiat di pundaknya maka matinya seperti mati jahiliyah.”

Perhatikan pendapat imam mazhab dari salafi berikut ini yang saya copaskan

"Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H) rahimahullah, sebagaimana dalam Ushul As Sunnah hal. 64, berkata,

والسمع والطاعة للأئمة وأمير المؤمنين البر والفاجر، ومن ولي الخلافة واجتمع الناس عليه ورضوا به ومن غلبهم بالسيف حتى صار خليفة وسمي أمير المؤمنين

“Wajib mendengar dan menaati para pemimpin dan amirul mukminin yang baik maupun yang FAJIR (berbuat kerusakan). Wajib pula menaati pemegang kuasa suatu kekhilafahan, dan setiap pemimpin yang disepakati oleh masyarakat, ataupun penguasa yang mengalahkan suatu wilayah dengan pedang (peperangan) hingga ia menjadi khalifah yang disebut amirul mukminin di wilayah tersebut.”. "

Bukankah fajir atau berbuat kerusakan adalah perbuatan jahiliah?

Jadi hadisnya akan menjadi seperti ini;

Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya (no. 1851), dari Abdullah ibn Umar radhiyallahu anhuma, beliau berkata, aku mendengar Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ لَقِيَ اللَّهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا حُجَّةَ لَهُ وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً

“Barangsiapa melepas tangannya (baiatnya) dalam mentaati pemimpin (sekalipun fajir / jahiliah), ia akan bertemu dengan Allah di hari kiamat dengan tanpa memiliki hujjah, dan barangsiapa meninggal dalam keadaan tiada baiat (kepada pemimpin sekalipun fajir/ jahiliah) di pundaknya  maka matinya seperti mati jahiliyah.”

Jadi menaati pemimpin fajir / jahiliah dapat menghindarkan kita dari mati jahiliah?🤦😵😵

Menaati orang jahil agar tidak mati jahiliah?

Menaatinya saja sdh jahiliah masa gak mati jahiliah?🤣🤣🤣

Justru akan semakin jahiliah atau semakin kafir

Makanya semakin yang ditaati bukan manusia suci maka semakin parah dan makin jahiliah ummat manusia itu sendiri

Maka tidak mungkin yang dibaiati itu adalah manusia yang bisa berbuat fajir atau kerusakan, kebatilan dan kedurhakaan karena akan menyebabkan ummat makin jauh dari Allah, semakin jahiliah, sedang nabi Muhammad Saw diutus untuk melepaskan ummat dari kejahiliaan, masa malah Allah menyuruh membaiat orang yang mengembalikan ummat ke zaman jahiliah itu lagi?

Selasa, 04 Agustus 2020

Wajib Bai'at



Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya (no. 1851), dari Abdullah ibn Umar radhiyallahu anhuma, beliau berkata, aku mendengar Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ لَقِيَ اللَّهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا حُجَّةَ لَهُ وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً

“Barangsiapa melepas tangannya (baiatnya) dalam mentaati pemimpin, ia akan bertemu dengan Allah di hari kiamat dengan tanpa memiliki hujjah, dan barangsiapa meninggal dalam keadaan tiada baiat di pundaknya maka matinya seperti mati jahiliyah.”

Jika seseorang tidak pernah berbaiat kepada pemimpin maka jika dia mati, maka matinya mati kafir (jahiliah) karena jaman jahiliah adalah jaman kekafiran

Maka berbaiat kepada pemimpin adalah wajib, jika tidak maka kafir. Itu artinya pemimpin yang dimaksud sudah tentu bukan manusia biasa, yang bisa fasik apalagi zalim. Sebab ketataan padanya wajib, jika tidak maka bisa kafir, untuk itu dia wajib tidak boleh fasik, zalim alias suci sebab tidak mungkin Allah mewajibkan ketaatan kepada kaum yang zalim maupun fasik apalagi dengan ancaman kekafiran jika tidak taat. Maka sudah pasti pemimpin yang dimaksud adalah manusia suci, sebab hanya manusia suci alias utusan Allah sajalah yang tidak mungkin fasik dan zalim yang mana ketaatan padanya sebagai penentu kafir atau beriman. Pemimpin seperti ini mustahil manusia biasa, pasti rasul rasul Allah karena menaati rasul maka menaati Allah, membangkang rasul sama saja membangkang kepada Allah yang artinya kafir, jahiliah.

Maksud hadis diatas jelas berbaiat kepada rasul rasul Allah, atau rasul rasul pemberi petunjuk

Guruh (Ar-Ra`d):7 - Orang-orang yang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada ORANG yang memberi PETUNJUK.

Karena ketika Allah mangatakan PETUNJUK maka itu artinya benar benar petunjuk dariNya bukan petunjuk kaleng kaleng atau imitasi, melainkan benar benar petunjuk dariNya maka siapa yang bisa memberikan petunjuk dari Allah jika bukan utusan Allah? Maka sudah pasti orang orang yang memberi PETUNJUK dalam ayat diatas adalah para rasul Allah

Itu artinya setelah Nabi Muhammad Saw masih ada para rasul pemberi petunjuk, dialah 12 imam Ahlu bait nabi Muhammad Saw yang pengikutnya dikenal dengan sebutan SYI'AH

Senin, 03 Agustus 2020

Pernikahan pada Masa Arab Jahiliyyah


Ada 4 jenis Pernikahan 
pada masa jahiliyah

1. Pernikahan al-istibdhâ‘
Suami istri yang sudah menikah, 
bisa membayar wanita atau 
laki-laki lain yang dia suka 
untuk berhubungan 
hingga memiliki anak. 

Kasus sejarah yang pernah terjadi 
menggunakan tradisi ini adalah 
al Walid al Mughirah, 

bangsawan Mekkah yang 
memiliki banyak putra dan putri 
yang lahir dengan cara seperti ini. 

2. .Pernikahan al-rahth
Dalam pernikahan ini, 
satu orang wanita biasanya 
memiliki hubungan bisa 
sampai 10 orang laki-laki. 

Bila wanita tersebut hamil, 
ia akan memilih salah satu 
dari 10 laki-laki tersebut utk 
menjadi ayahnya, 

contoh kasus sejarah yang pernah 
melakukan tradisi ini pada era 
Jahiliyyah adalah Hindun binti 
Utbah dan Abu Sufyan bin Harb.

Jg seorang perempuan bernama Nabigha. 
Ibu amr bin ash dengan lima pria 
(Abu Lahab, Umayah bin Khalaf, Hisyam 
bin Mughirah, Abu Sufyan dan Ash bin Wail),

3. Pernikahan al-râyah
Dalam pernikahan ini, 
sejumlah laki-laki datang 
ke tempat para perempuan panggilan 

Sebagai tandanya, 
perempuan-perempuan itu menancapkan 
bendera (al-râyah) di depan pintu rumah 
mereka sehingga, siapa pun laki-laki 
yang melintas dan menginginkannya, 
tinggal masuk ke dalam rumah.

Jika salah seorang perempuan 
itu hamil dan melahirkan, 

para laki-laki tadi akan dikumpulkan. 
Mereka akan membiarkan seorang qa’if, 
seorang yang pandai mengamati 
tanda-tanda anak (dari turunan siapa). 

Setelah itu, sang qa’if akan 
menasabkan anak tersebut kepada 
seorg laki-laki yg jg disetujui si perempuan. 

Tidak ada seorang pun di antara 
mereka yg bisa menolak anak tersebut.

4. Pernikahan di hadapan berhala, 
hampir mirip dengan cara Islam 
ada proses melamar, dilamar, 
memberikan mahar, saksi dan 
syarat pernikahan lainnya hanya saja 
pernikahan dilakukan di hadapan berhala

Itulah bentuk2 pernikahan
di jaman jahiliyah 
Krn itu lah Islam hadir untuk 
menyempurnakan ajaran-ajaran 
umat sebelumnya sekaligus 
menghapus tradisi-tradisi buruk jahiliyah

Selasa, 28 Juli 2020

Polemik hadis dan keharusan ada 12 rasul



Cahaya (An-Nūr):15 - (Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.

Demikianlah hadis hadis pun tercipta dengan cara yang sama, yang dikabarkan dari mulut ke mulut, lintas generasi hingga dikumpulkan pada tahun 90 hijiriah, sekitar 77 tahun setelah nabi Muhammad Saw wafat. dimasa pemerintahan dinasti Bani Umayyah, dinasti pembunuh anak cucu nabi Muhammad Saw. Lalu kemudian diteliti pada tahun 200 an Hijriah oleh gank Bukhari Muslim

Dengan kebiasaan mereka yang suka berbohong, suka menyebarkan berita bohong, bahkan mereka menganggap perbuatan bohong itu adalah baik

Cahaya (An-Nūr):12 - Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata".

Lalu hadis hadis itu dikumpulkan oleh satu dinasti yang sangat bejat, kejam dan pembantai anak cucu nabi, maka masihkah pantas hadis hadis itu dapat diterima? Tentu saja sangat menjijikkan

Mengapa mereka seperti ini? Itu karena memang mereka berangkat dari kaum jahiliah sebelum masuk Islam, yang walaupun sudah dalam didikan rasul, namun sifat sifat dan kebiasaan itu tidak pernah berubah, bahkan setelah 23 tahun dalam pendidikan nabi sekalipun masih banyak yang mau berpaling atau kafir kembali padahal nabi masih hidup

Pengampunan (At-Tawbah):117 - Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka HAMPIR BERPALING (mau kafir kembali), kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka,

Itulah sifat mereka

Cahaya (An-Nūr):11 - Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.

Karena itulah ummat membutuhkan seorang rasul saksi dan rasul pemberi petunjuk pada setiap zaman, karena kebohongan yang mendarah daging dalam darah bangsa Arab sangat memprihatikan, bahkan lihat ayat diatas Allah sampai berkata bahwa mereka itu  sebenarnya sadar telah berbohong

dan (mengapa tidak) berkata: "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata". (Q.S. An Nur 12)

Mereka sadar mereka berbohong, tapi bagi mereka itu hal yang biasa bagi mereka,  tidak mengapa.

Mereka tidak menyadari bahwa Islam ini kelak akan sampai kemana mana, mereka tidak sadar bahwa kebohongan kebohongan mereka yang kelak dibalut hadis itu akan menyebar kemana-mana dan dipakai dalam hukum hukum Islam, tiang tiang Islam, pondasi pondasi Islam, pendidikan pendidikan Islam sehingga kelak lahir generasi generasi ISIS, Wahabi dan lain lain, mereka tidak pernah sadar akan hal itu, dalam benak mereka, ya berbohong itu kebiasaan, itu saja, simpel bagi mereka tapi berat disisi Allah. Karena mereka adalah generasi pertama Islam yang semua perbuatan, omongan mereka akan jadi i'tiba, ikutan, panduan bagi kaum kaum sesudah mereka.

Maka itulah Allah menyatakan bahwa setelah nabi Muhammad Saw akan ada orang orang yang memberikan petunjuk, mengapa? Ya karena sifat bohongnya mereka ini akan melahirkan hadis hadis palsu yang sangat menjijikkan

Guruh (Ar-Ra`d):7 - Orang-orang yang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada ORANG yang memberi PETUNJUK.

Yang saking jijiknya berita berita itu bisa membuat sesama Islam saling bantai, dalam perang Jamal, perang Siffin, dalam pembantaian Karbala, dimana anak cucu nabi dibantai sesadis sadisnya, kepalanya dipenggal dan ditancapkan keatas tombak untuk pajangan, putri putrinya diikat dan diseret melintasi gurun terik siang malam dari Irak menuju suriah berjalan kaki untuk dihadapkan kepada Khalifah Yazid laknatullah didalam istana megahnya. Dan masih banyak lagi pembantaian keji atas nama hadis.

Kondisi inilah yang mengharuskan adanya orang orang yang dapat memberikan petunjuk dalam setiap zaman, yaitu orang orang yang benar-benar terjaga dari sifat bohong diatas, tersucikan dari akhlak tercela tersebut, siapa mereka? Ya para rasul rasul pemberi petunjuk, tidak mungkin manusia biasa

Karena itulah hadis hadis perkataan rasul rasul pemberi petunjuk itulah yang disusun dalam catatan catatan pengikutnya yang kemudian disusun menjadi mazhab Ja'fariyah, atau yang biasa dikenal sebaga sebutan Syiah

Ada 12 rasul pemberi petunjuk yang dikenal sebagai sebutan imam imam yang suci

Kembalilah kepada mereka 12 imam imam yang suci, tinggalkanlah semua hadis hadis menjijikkan peninggalan kaum bani Umayyah pembunuh anak cucu nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh kaum kaum pembohong itu, yang mereka sebenarnya sadar telah berbohong. Kelak mereka akan merasakan akibat perbuatan tangan mereka sendiri

Senin, 27 Juli 2020

Ukuran peradaban itu beda beda


Misalnya dulu memiliki istri banyak adalah tanda kemakmuran dan tanda kepemimpinan, misalnya dinasti China ada yang sampai memiliki 1000 istri. Nabi Daud as sampai 99 orang istri. Dengan adanya ukuran ini masyarakat menaruh hormat dan patuh, bahwa  dia layak memimpin kami

Nilai nilai ini kadang melekat di masyarakat, sehingga acapkali membuat pemimpin pemimpin yang lain beradaptasi dengan nilai tersebut dalam rangka menjaga kesolidan masyarakat dan mempertahankan legitimasinya ditengah masyarakat

Sebab dalam masyarakat seperti itu, ukuran kepemilikan kadang menjadi ukuran kepantasan, misanya ukuran kepemilikan harta, banyak istri, anak, pembantu atau ternak dll

Nabi Hud:12 - Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebahagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu, karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia seorang malaikat?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu.

Ukuran ukuran ini tercipta dengan sendirinya seiring tuntutan zaman pada waktu itu. Apa tuntutan zaman pada masa itu maka itulah yang menjadi ukuran. Misalnya karena belum terbentuk tatanan hukum dunia, wilayah antar negara atau kekuaatan formal maka kepemilikan anak laki laki yang banyak merupakan tuntutan yang harus dipenuhi dalam rangka pertahanan diri, maka orang akan menikah banyak untuk memenuhi hal itu, dengan demikian dia harus kaya karena menafkahi banyak orang, dia harus punya banyak budak, banyak ternak sehingga ukuran ukuran ini menandakan bahwa doa doanya diterima oleh dewa dewi, God, Tuhan dan berbagai sebutan sebutan yang lainnya dengan begitu mereka disegani masyarakat, kata katanya didengar dan menjadi tempat rujukan berbagai masalah dan konfilk. Nah Tuhan mengutus NabiNya dalam rangka memimpin manusia, ummat maka dia harus didengar, jadi panutan, maka caranya? Dia harus mampu memenuhi ukuran ukuran yang berkembang pada masanya. Atau fasyen yang sedang menjadi ukuran kelayakan untuk disebut pemimpin. Untuk itulah beberapa nabi diutus dengan jalan seperti itu, sebut saja nabi Daud as yang mempunyai 99 istri, beliau menikahi banyak wanita demi memenuhi tuntutan kelayakan pemimpin atau raja pada masanya, jika dia tidak memenuhi kriteria itu maka masyakarat akan mudah dihasut "wah raja apaan itu, istri saja satu orang?" Ini akan menjadi jalan ketidakstabilan masyarakat, sebab tingkat pendidikan dan pengetahuan yang masih kuno menyebabkan nilai ukurnya juga masih kuno.

Maka ukuran modern saat ini tidak bisa dijadikan acuan dalam mengukur nilai nilai pada masa lalu karena akan terlihat tidak ideal bahkan jauh dari kepantasan. Sebab nilai hari ini didasarkan pada tingkat pendidikan yang tinggi, sedang masyarakat pada waktu dulu pendidikannya sangat jauh tertinggal dari saat ini. 

Demikian pula nabi Muhammad Saw pada masanya, nilai nilai diatas masih kental dan menjadi ukuran kepantasan dalam memimpin, maka itulah beliau memiliki banyak istri demi menjaga marwah seorang pemimpin yang nilainya diukur dari bayaknya istri, budak dan harta

Lihat kisah nabi Isa as beliau ditampilkan melawan fasyen yang ada pada masanya maka tidak berlangsung lama kepemimpinannya karena dia hanya didukung oleh orang orang kecil dan lemah dari golongan gelandangan dan budak yang mengakibatkan dirinya ditolak oleh kaum menengah dan kaum atas yang menganggapnya tidak layak menyandang diri sebagai pemimpin, king atau raja. Padahal dua kaum ini (menengah dan atas) merupakan penopang penting dalam sebuah pergerakan. Akibatnya? Dia tanpa dukungan kekuatan melawan arus dengan berbekal kekuatan yang sangat kecil, pada akhirnya? Dia harus melewati penganiayaan yang sangat brutal.

Karena pengalaman pahit itulah maka nabi terakhir harus dapat mampu mengikuti fasyen dalam ukuran kapantasan dan kewajaran pada masanya agar mendapat dukungan kelas menengah dan atas (aristokrat)

Untuk itulah kita akan dapati bagi bagi budak dalam kemenangan peperangan kepada pendukungnya karena harus memenuhi keinginan ummat dan kaum aristokrat, kemudian memiliki istri hingga selusin lebih demi tuntutan kepantasan pada masanya sebagai seorang leader. Jika tidak maka kepemimpinannya akan mudah digoyahkan dan diberangus sehingga misi Tuhan akan gagal dijalankan

Selasa, 21 Juli 2020

Golongan golongan sahabat

Pengampunan (At-Tawbah):117 - Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka,

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa kaum Muhajirin dan Anshar telah diampuni oleh Allah setelah hati SEGOLONGAN dari mereka hampir BERPALING

Siapa mereka ini yang segolongan mau berpaling? Ya kaum Muhajirin dan Anshar. Ada segolongan dari mereka mau berpaling

Itu artinya dari kaum Muhajirin Allah telah membagi mereka kedalam beberapa golongan

Lalu dalam ayat sebelum ada juga hal yang serupa tapi kebalikannya, jika pada ayat diatas mereka Segolongan mau berpalinglah, maka dalam ayat ini merupakan kebalikannya

Pengampunan (At-Tawbah):100 - Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

Dalam ayat ini ada orang orang yang terdahulu lagi pertama tama masuk Islam dari golongan kaum Muhajirin dan Anshar, itu artinya ini adalah merupakan golongan kedua dari Muhajirin dan Anshar, yaitu mereka disebut awwalun, atau yang pertama tama, berarti telah ada dua golongan dari kaum Muhajirin, yaitu 

1. Pertama, Yang mau berpaling
2. Kedua, Yang awalun

Ternyata tidak sampai disitu, masih ada kelompok yang ketiga yaitu golongan yang mengikuti para awalun diatas

Pengampunan (At-Tawbah):100 - Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan ORANG-ORANG YANG MENGIKUTI MEREKA dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

Nah kelompok ketiga adalah orang orang yang mengikuti para awalun diatas atau orang yang pertama tama lagi terdahulu.

Itu artinya ada 3 kelompok atau golongan kaum Muhajirin dan Anshar

Itulah mengapa Allah mengampuninya mereka semua setalah ada segolongan yang mau berpaling. Nah siapa mereka? Ya tidak mungkin kelompoknya kedua dan ketiga, itu artinya kelompok satulah yang mau berpaling, siapa mereka? Mereka adalah orang-orang yang ikut dalam ekspedisi perang Tabuk, maka mereka inilah yang memang mau berpaling karena tidak tahan cobaan; ujian lapar dan haus, salah satunya adalah abu bakar, Umar Usman

Lalu siapa kelompok kedua yang disebut awalun? Ya tentu saja bukan mereka (abu bakar Umar dan Usman karena telah masuk dalam golongan pertama yang mau berpaling, melainkan imam Ali as dan keuangannya yang suci

Lalu siapa yang disebut dengan yang mengikuti mereka (kelompok kedua) ya para pengikutnya imam Ali as as dan keluarganya yang suci