Selasa, 28 Januari 2020

Keimanan palsu

Menjadi Syiah adalah perintah Allah di dalam Al Qur'an

Mengapa demikian? Itulah caranya agar keimanan kita kepada Allah dan RasulNya diterima olehNya, yaitu harus menggenapi ayat ini

Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):53 - Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)".

Dalam doa ini Allah mengajarkan, jika seseorang telah beriman kepada Al Qur'an dan mengikuti Nabi Muhammad Saw, maka wajib baginya tuk berdoa agar dimasukkan dalam golongan orang orang yang menjadi saksi

Siapa yang dimaksud dengan orang yang menjadi saksi? Lihat pada ayat yang sama Ali Imran 53 itu sendiri

Dia yang beriman pada apa yang diturunkan oleh Allah yaitu Nabi dan Al Qur'an serta beriman pada seluruh isi Al Qur'an tanpa terkecuali sedikitpun! dan mengikuti nabi Muhammad Saw tanpa keraguan kekhawatiran, ketakutan sedikitpun!, sebab jika tidak maka dia tidak layak menjadi saksi disisi Allah, sebab bagiamana dia bisa menjadi saksi sedang dia sendiri keimanannya perlu dipersaksikan, apakah keimanannya pernah surut atau tidak?, pernah ragu atau tidak?. Maka seorang saksi harus melampaui semua itu

Besi (Al-Ĥadīd):19 - Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi SAKSI di SISI TUHAN mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka.

Kedua

Beriman pada semua isi Al Qur'an adalah dia harus benar benar paham makna lahir dan batin Al Qur'an, sedang bathin Al Qur'an ada di lauh Mahfuz tidak ada yang bisa menyentuhnya selain orang orang yang disucikan

Hari Kiamat (Al-Wāqi`ah):77 - Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,
Hari Kiamat (Al-Wāqi`ah):78 - pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),
Hari Kiamat (Al-Wāqi`ah):79 - tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.

Siapa orang orang yang disucikan tersebut? Mereka adalah ahlul bait nabi Muhammad Saw. Tapi tidak semua ahlul bait nabi mendapat keistimewaan ini, hanya 4 orang saja. 

Dia adalah Imam Ali as, sayyidah Fatimah as, imam Hasan as dan Imam Husain as

Merekalah yang disucikan Allah, dalam rangka untuk dapat menyentuh bathin Al Qur'an yang berada dilauh Mahfuz, di malail 'ala

Dimana di malail 'ala ini bukan hanya bathinia Al Qur'an saja yang ada tapi juga semua bathinia kitab kitab terdahulu, disanalah Allah menjaga semua bathinia kitab suciNya agar tidak ternoda

Untuk itu disebutkan oleh firman-Nya:

{لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ}

Orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka,) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata. (Al-Bayyinah: 1)

Kemudian bukti yang nyata ini ditafsirkan oleh firman selanjutnya:

{رَسُولٌ مِنَ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفًا مُطَهَّرَةً}

(yaitu) seorang rasul dari Allah yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan. (Al-Bayyinah: 2)

فِي صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ بِأَيْدِي سَفَرَةٍ كِرامٍ بَرَرَةٍ

di dalam kitab-kitab yang dimuliakan, yang ditinggikan lagi disucikan, di tangan para penulis (malaikat), yang mulia lagi berbakti. ('Abasa: 13-16)

Adapun firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

{فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ}

di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus. (Al-Bayyinah: 3)

Ibnu Jarir mengatakan bahwa di dalam lembaran-lembaran yang disucikan itu terdapat kitab-kitab dari Allah yang berharga. adil, lagi lurus; tiada suatu kesalahan pun di dalamnya karena ia dari sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala

Dalam surat Al bayyinat ini para pemuka kafir Quraisy dan ahli kitab menolak ajakan nabi Muhammad Saw yang tentu saja datang kepada mereka membawa Al Qur'an, 

Mereka berkata 

Orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka,) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata. (Al-Bayyinah: 1)

Ini ucapan mereka kepada nabi Muhammad Saw, yaitu sebelum datang pada mereka bukti yang nyata atau Al bayyinat.

Apa itu Al bayyinat yang mereka tuntut? Seorang rasul dari Allah yang membacakan lembaran lembaran yang disucikan

(yaitu) seorang rasul dari Allah yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan. (Al-Bayyinah: 2)

Itu artinya mereka meminta agar datang pada nabi seorang rasul yang membacakan langsung lembaran lembaran yang disucikan, karena itulah Al bayyinat yang mereka tuntut, yaitu jika nabi Muhammad Saw benar benar seorang Nabi maka harus bisa menunjukkan Al bayyinat berupa seorang rasul yang bisa membacakan lembaran lembaran yang disucikan. Jika tidak maka mereka menganggap bahwa nabi Muhammad Saw hanyalah seorang pendusta dan kitab yang dibawanya adalah karangannya semata.

Untuk itulah nabi memanggil saksinya yaitu imam Ali as untuk membacakan lembaran lembaran yang disucikan itu.

Nabi Hud:17 - Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Quran) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (.......) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

Dalam redaksi Arabnya disebutkan seperti ini 

أَفَمَنْ كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّهِ وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌ مِنْهُ وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ إِمَامًا وَرَحْمَةً ۚ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ مِنَ الْأَحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ ۚ فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِنْهُ ۚ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ
(Huud 11:17) 

وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌ مِنْهُ
Wayatluhu syahidun minHu artinya

Wayatluhu: dan membacakannya
Syahidun : saksi
MinHu : Dari Allah

Arti secara bahasa adalah "dan membacakannya seorang saksi dari Allah."

Sehingga Hud 17 artinya seperti ini

Apakah sama orang yang mempunyai bukti yang nyata dan membacakannya seorang saksi dari Allah. 

Artinya orang yang mempunyai bukti yang nyata yaitu nabi Muhammad Saw sesuai as saf ayat 6 ¹ dan disisinya ada seorang saksi dari Allah atau rasul yang membacakan. Membacakan apa? Lembaran lembaran yang disucikan. Makanya pada ayat ini banyak yang beranggapan bahwa saksi disini adalah Jibril as. Sebab dialah yang membacakan ayat Al Qur'an yang diturunkan oleh Allah. Dan ini keliru, sebab ayatnya ini sangat jelas menyatakan Al bayyinat. Maka merujuk ke surat Al bayyinat

"afaMan Kana ala bayyinatin", apakah sama orang yang mempunyai Al bayyinat, "wayatluhu syahidun minHu" dan membacakannya seorang saksi dari Allah

Siapa yang mempunyai Al bayyinat itu? Yaitu Nabi Muhammad Saw dan siapakah yang dimaksud dengan "membacakan saksi dari Allah itu?"

Lihat Al bayyinat ayat 2

(yaitu) seorang rasul dari Allah yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan. (Al-Bayyinah: 2)

Jadi saksi yang dimaksud dalam Hud 17 adalah seoang rasul yang membacakan lembaran lembaran yang disucikan yang dia sendiri harus disucikan, sebab tidak ada yang bisa membacakannya kecuali dia disucikan, yaitu Imam Ali as

Dialah rasul saksi yang dalam ayat diatas kita harus memohon menjadi golongannya atau Syiahnya agar kimanan kita diterima oleh Allah

Jika masih ragu maka lihat ayat setelahnya

وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ إِمَامًا وَرَحْمَةً
Waming koblihi kitabu Musa IMAMAN warahmatan, dan sebelumnnya telah ada kitab Musa yang menjadi pedoman (tuk menjawab ayat sebelumnya) dan Rahmat, (agar tidak tersesat)

Yaitu jika ragu maka lihat kitab sebelumnya yaitu kitab Musa dan jadikan panduan dalam menjawab kebingungan, bahwa di sisi Musa as ada rasul saksi yang menyertainya, yaitu Harun as yang tugasnya "membacakan saksi dari Allah" Yaitu ikut bersama nabi membacakan hujjah Allah kepada Fir'aun karena dia lebih fasih

Penyair (Ash-Shu`arā'):13 - Dan (karenanya) sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku maka utuslah (Jibril) kepada Harun.

Jadi Harun as adalah rasul saksi yang tugasnya sebagai pembaca disisi Musa as

Inilah yang disebut Al bayyinat oleh kaum ahli kitab

Orang-orang mukmin (Al-Mu'minūn):45 - Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya Harun dengan membawa tanda-tanda (Kebesaran) Kami, dan bukti yang nyata,

Karena seperti itulah yang mereka yakini bahwa disisi seoang Nabi wajib ada Al bayyinat yaitu wajib ada seorang rasul yang bisa membacakan lembaran lembaran yang disucikan. Jika tidak maka mereka menggarap bahwa nabi itu hanyalah seorang pendusta, sebab seperti itulah Allah mengutus nabi pada mereka, yaitu selalu beserta rasi saksi. Dan inilah yang mereka nyatakan dalam surat Al bayyinat, bahwa mereka menolak beriman pada nabi Muhammad Saw dan kitab yang dibawanya selama beliau tidak menghadirkan Al bayyinat itu

Nah setelah mereka melihat saksi dari Allah itulah yang membacakan lembaran lembaran yang disucikan itulah maka mereka berdoa agar menjadi Syiah atau golongannya rasul saksi atau imam Ali as

Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):53 - Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)".

Itu artinya jika seseorang sudah beriman pada apa yang diturunkan Allah tapi menolak menjadi Syiah Ali maka keimanannya palsu

________________
Catatan Kaki
1. Satu barisan (Aş-Şaf):6 - Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata".

Jumat, 24 Januari 2020

Berimanlah wahai kaum yang Kafir

Berimanlah wahai orang orang yang kafir, ada dua rasul dalam Hud 17, satu pembawa bukti yang nyata dan satu lagi adalah orang yang mengikutinya

Jika masih belum percaya maka lihat ayat selanjutnya dalam hud 17 itu

Waming koblihi kitabu Musa IMAMAN warahmatan

Dan sebelumnnya telah ada kitab Musa Imaman warahmatan

Itu artinya jika masih bingung siapa saksi dalam Hud  17 maka sebelumnnya ada kitab Musa yang jadi pedoman (untuk menjawabnya) agar mendapat Rahmat (agar kita tidak salah dalam menyimpulkan)

Mengapa ada ayat ini setelah ayat afaMan Kana ala bayyinatin Mirobbihi WAYATLUHU syahidun minHu
Apakah sama orang yang mempunyai bukti yang nyata dan diikuti pula oleh seorang saksi dari Allah?

Itu karena kalian pasti akan bingung, maka jadikan kitab Musa sebagai pedoman dalam Menjawabnya

Apa yang ada dalam kitab Musa?
1. Nabi Musa as berdakwah diikuti oleh seorang saksi dari Allah yaitu Harun as
Maka saksi dalam Hud 17 yang mengikuti nabi sudah pasti adalah orang yang baginya bagai Harun disisi Musa as, siapa? Ya imam Ali as

Kedua, pada kitab Musa ada imam imam yang berjumlah 12 imam yang merupakan rasul rasul Allah 

Maka saksi dari Allah dalam Hud 17 itu adalah rasul saksi dari 12 rasul saksi Allah

Jamuan (Al-Mā'idah):12 - Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus.

Siapa yang mengangkat Imam Ali as sebagai rasul saksi? 

Allah yang mengangkatnya lewat ketetapan ayatNya, bahwa orang yang membenarkan nabi Nya adalah saksi disisi-Nya

Besi (Al-Ĥadīd):19 - Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka.

Siapa mereka?

Besi (Al-Ĥadīd):18 - Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.

Karena banyak yang membenarkan dan yang disebut hanya satu dalam Hud 17 maka sudah pasti yang paling pertama karena kaitannya dengan dakwah nabi kepada kaum kafir Quraisy jadi disaat nabi berdakwah, saksi sdh ada, sehingga dia adalah yang paling pertama dan bukan dari kaum kafir Quraisy, ya imam Ali as

Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):81 - Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul (saksi) yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu".

Perjanjian ini mencakup Nabi Muhammad Saw jg karena nabi jg menerima kitab dan hikmah

Golongan-Golongan yang bersekutu (Al-'Aĥzāb):7 - Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri Muhammad) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh.

Maka nabi harus menerima sang rasul saksi sesaat sebelum dia akan diberikan Kitab, yaitu dengan tanda orang itu akan membenarkan apa yang ada padanya, nah siapa yang paling pertama membenarkan nabi Muhammad Saw selain Khadijah r.anha? Imam Ali as

Rabu, 22 Januari 2020

Wajib beriman pada Al Qur'an dan kitab sebelumnnya, jika tidak maka keimanan tertolak

Wajib beriman pada Al Qur'an dan kitab sebelumnnya, jika tidak maka keimanan tertolak

Yang paling tinggi (Al-'A`lá):18 - Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,

Yang paling tinggi (Al-'A`lá):19 - (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa

Sebagai seorang muslim wajib beriman pada semua kitab kitab Allah

Sapi Betina (Al-Baqarah):4 - dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

Dalam ayat ini Allah menyatakan mereka yang beriman kepada kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu DAN (kepada) kitab kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya akhirat.

Kata "DAN" artinya tidak bisa terlepas, disandingkan, dibersamakan, dikaitkan antara satu dan lainnya, antara kitab Al Qur'an dan Kitab sebelumnnya disatukan dalam syarat keimanan, baru kemudian setelah itu keyakinan kepada akhirat.

Itu artinya tidak bisa seseorang hanya beriman kepada Al Qur'an dan mengatakan cukup Al Qur'an karena semua kitab terdahulu telah ada didalam Al Qur'an, sebab jika yang dimaksud oleh Allah demikian maka Dia cukup berfirman "beriman kepada Al Qur'an yang didalamnya telah ada isi kitab kitab terdahulu". Akan tetapi tidak demikian adanya, sebab Allah justru berfirman "beriman kepada Al Qur'an DAN kitab kitab terdahulu" disini ada penyebutan Al Qur'an dan Kitab terdahulu yang disebutkan terpisah. 

Itu artinya kita wajib beriman pada kitab Sebelumnnya dalam bentuk real dan nyata, bukan hanya beriman pada Al Qur'an semata

Lalu bagaimana caranya kita beriman pada kitab kitab terdahulu padahal telah berlalu begitu jauh jarak antara kita dan kitab kitab asli tersebut? 

Ini jelas satu masalah serius, sebab jika tidak maka keimanan kita kepada Al Qur'an akan sia sia karena ayatnya sangat jelas menyatakan wajib beriman pada  Al Qur'an dan pada Kitab sebelumnnya.
 
Lalu bagaimana caranya agar keimanan kita tidak sia sia? yaitu dengan beriman dan menjadikan pemimpin secara nyata orang yang bisa membacakan kitab kitab terdahulu. Dengan beriman dan menjadikan orang yang bisa membacakan dan memahami kitab terdahulu maka itu artinya sang pemimpin itu berjalan dengan kitab Al Qur'an dan kitab kitab terdahulu dalam memimpin kita.

Lalu siapakah orang yang bisa membacakan kitab kitab terdahulu tersebut?
Dia adalah Nabi Muhammad dan saksi yang mengikutinya

Pembuktian (Al-Bayyinah):1 - Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,

Pembuktian (Al-Bayyinah):2 - (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan 

Pembuktian (Al-Bayyinah):3 - di dalamnya terdapat Kitab-kitab yang lurus.

Pembuktian (Al-Bayyinah):4 - Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.

Lembaran lembaran apa yang dimaksudkan dengan lembaran lembaran yang didalamnya terdapat kitab kitab terdahulu yang lurus?

Mari kita lihat dari kitab tafsir Sunni mengenai al bayyinat

Kemudian bukti yang nyata ini ditafsirkan oleh firman selanjutnya:

{رَسُولٌ مِنَ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفًا مُطَهَّرَةً}

(yaitu) seorang rasul dari Allah yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan. (Al-Bayyinah: 2)

Yakni Nabi Muhammad dan kitab yang dibacanya, yaitu Al-Qur'an yang mulia, yang telah tercatat di kalangan Mala'ul A'la di dalam lembaran-lembaran yang disucikan. Seperti yang dikatakan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

فِي صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ بِأَيْدِي سَفَرَةٍ كِرامٍ بَرَرَةٍ

di dalam kitab-kitab yang dimuliakan, yang ditinggikan lagi disucikan, di tangan para penulis (malaikat), yang mulia lagi berbakti. ('Abasa: 13-16)

Adapun firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

{فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ}

di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus. (Al-Bayyinah: 3)

Ibnu Jarir mengatakan bahwa di dalam lembaran-lembaran yang disucikan itu terdapat kitab-kitab dari Allah yang berharga. adil, lagi lurus; tiada suatu kesalahan pun di dalamnya karena ia dari sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala

Itu artinya dalam surat ini Allah menyampikan berita bahwa salah satu Al bayyinat nabi Muhammad Saw adalah mampu membacakan lembaran lembaran yang disucikan yang berada didalam malail a'la, alam malaikat dimana didalamnya terdapat kitab kitab terdahulu. Ya inilah yang diminta oleh orang kafir dari golongan kaum Quraisy dan ahli kitab bahwa Meeka tidak akan beriman kepada Al Qur'an sebelum nabi Muhamad bisa menunjukkan bukti yang nyata, dan nabi membacakan kepada mereka Kitab asli dari kitab kitab terdahulu yang tersimpan di alam malail a'la, alam malaikat

Karena ini pula sehingga kaum ahli kitab bertengkar satu sama lain, karena mengetahui adanya perubahan dalam kitab yang mereka pegang saat itu

Pembuktian (Al-Bayyinah):4 - Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.

Itu artinya mungkin dapat diduga ada diantara mereka yang mengetahui dari catatan catatan pendahulunya bahwa ada perubahan dalam kitab mereka dan diantara mereka itu ada yang tidak sepakat dengan keterangan pendahulunya itu. Namun setalah nabi membacakan langsung Kitab asli mereka barulah orang yang telah merasa yakin ada perubahan tersebut benar benar kecewa dan membuat mereka berpecah belah.

Itu artinya nabi Muhammad Saw memimpin ummat pada masanya  bukan hanya bersandar pada Al Qur'an tapi juga berpedoman pada kitab Sebelumnnya karena nabi bisa membaca dan menjadikan panduan dalam membimbing ummat pada masanya.

Pertanyaannya bagaimanakah dengan ummat setelahnya? Setelah ketiadaan Nabi Muhammad Saw? 
Maka lihat ayat berikut ini

وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ إِمَامًا وَرَحْمَةً ۚ

Dan sebelumnnya telah ada kitab Musa Imaman warahmatan

Allah mengatakan sebelumnya telah ada kitab Musa yang menjadi pedoman. Maka jadikanlah kitab Musa sebagai pedoman dalam memahami petunjuk Al Qur'an. Sebab kata Imaman adalah kata derajat pemimpin, memimipin dan memandu, pedoman agar kita memakainya dan beriman juga padanya. Apa yang ada pada kitab Musa as?

Jamuan (Al-Mā'idah):12 - Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada RASUL-RASUL-KU dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus.

Ada dua belas imam yang kesemuanya adalah rasul rasul Allah, imam imam ini berasal dari manusia biasa yang diangkat menjadi imam dan rasul Allah.

Itu artinya dalam Islam pun ada 12 imam yang juga adalah rasul rasul Allah Karena kitab Musa adalah pedoman kita juga yang isinya juga berlaku bagi kita. Itu artinya kewajiban 12 rasul mengikat juga  lkepada ummat Islam. Lalu siapakah mereka? Pertama disebut dalam Hud 17

Afaman Kana ala bayyinatin Mirobbihi
Apakah sama orang yang mempunyai bukti yang nyata (ini adalah nabi Muhammad Saw)
Wayatluhu syahidun minHu
Dan diikuti pula oleh seorang saksi dari Allah, saksi dari Allah adalah utusan Allah tuk menjadi saksi atau saya istilahkan sebagai rasul saksi

Dialah imam Ali as.

Itu artinya setelah nabi Muhammad Saw wafat masih ada 12 rasul sebagaimana yang ada dalam kitab musa yang wajib juga ada pada masa kita.

Shahih Muslim, vol. 6, halaman 3
Jabir meriwayatkan bahwa ia mendengar Rasulullah saw yang agung bersabda, “Islam akan selalu besar hingga datang 12 Imam.” (Jabir berkata), “Kemudian beliau mengatakan sesuatu yang tidak kumengerti. Aku bertanya pada ayahku, ‘Apa yang beliau katakana?’ Ia menjawab, ‘Semuanya dari golongan Qurays.’”
(Lihat Kitab al-Imarah, no. 3398)

Dan masih banyak lagi hadis semisalnya

Itu artinya merekalah para rasul rasul saksi yang bisa membacakan kitab kitab terdahulu dalam malail a'la, karena hanya para rasul rasul sajalah yang bisa membacakan kitab kitab asli Allah didalam malail a'la

Pembuktian (Al-Bayyinah):2 - (yaitu) seorang Rasul dari Allah yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan 

Hal ini dapat kita lihat pada saat Nabi selesai meladeni kaum ahli kitab dan mereka tetap beriman maka nabi mengajak bermubahalah dan memanggil Imam Ali as, Saidah Fatimah as, imam Hasan dan Imam Husain as untuk ikut bermubahalah

Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):61 - Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.

Mengapa mereka diikutkan dalam mubahalah? Itu karena mereka pun bisa membaca apa yang ada di malail 'ala, dan imam Ali as adalah saksi yang ikut menyaksikan nabi membacakan apa yang ada dimalail 'ala itu, itu artinya imam Ali pun ikut melihat secara langsung apa yang Nabu bacakan di dalam malail a'la itu

Itu artinya beriman pada 12 rasul rasul saksi juga menyelamatkan iman anda dari keharusan beriman pada kitab kitab sebelumnnya, sekaligus menyelamatkan Anda kelak karena merekalah yang akan membacakan kitab catataan amal, dan menjadi saksi dalam persidangan Allah kelak

Nabi Hud:18 - Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi (rasul saksi) akan berkata: "Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka". Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim,

Selasa, 21 Januari 2020

Kitab Musa Imaman warahmatan (kitab Musa adalah pedoman)


Waming kobihi kitabu Musa IMAMAN warahmatan (Q.S. Hud 17)

dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa yang menjadi IMAMAN dan rahmat. kedudukan "IMAMAN" dalam ilmu nahwu itu sebagai hal. apa itu ? الْحَالُ وَصْفٌ فَضْلَةٌ مُنْتَصِبُ * مُفْهِمُ فِي حَالِ كَفَرْداً أَذْهَبْ
“Haal adalah washf (sifat) yang fadhlah (lebihan) lagi muntasabih (dinasabkan) dan memberi keterangan keadaan seperi dalam contoh:  جَاءَ زَيْدٌ رَاكِيْباً. zaid datang dengan berkendara dalam contoh ini rakiban menjadi hal yang menjelaskan kedatangan zaid dengan berkendara. di susunan ayat  وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ إِمَامًا وَرَحْمَةً kata imaman adalah hal/sifat yang menjelaskan kedudukan kitab nabi musa sebagai imam/petunjuk dan rahmat. 

Imaman itu nasob tidak dibaca imamun, nasob itu  bisa karena jadi naat/sifat atau jadi maf'ul atau hal. Artinya imaman dengan lafal sebelumnya itu berkaitan.. maka arti imam pada ayat itu bisa "pedoman" sebagaiman terjemah baku kemenag. 

Maka itu artinya kitab Musa adalah pedoman dan Rahmat

Mari kita bandingkan dengan Al Qur'an, hanya disebut sebagai Huda

Sapi Betina (Al-Baqarah):2 - Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

Apakah beda antara Imaman dan Huda?

Ya jelas beda karena Imaman adalah pemimpin, pedoman, sedang Huda adalah petunjuk. Itu artinya Imaman lebih tinggi derajatnya dari Huda, sebab imam itulah yang memberikan petunjuk

Nabi-Nabi (Al-'Anbyā'):73 - Kami telah menjadikan mereka itu sebagai PEMIMPIN-PEMIMPIN yang MEMBERI PETUNJUK  dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah,

Maka derajat Imam lebih tinggi deri petunjuk, itu artinya kita harus menjadikan Kitab Musa sebagai pedoman dalam memahami agama, memahami Al Qur'an, karena darinya kita akan mendapatkan petunjuk, maka itulah hampir 50-60 % isi Al Qur'an isinya adalah kisah Nabi Musa dan ummatnya, Bani Israil. Sebab dari sanalah kita akan memahami bagaimana agama Islam dan bagaimana memahami Al Qur'an. Di dalam sana ada larangan zina, aniaya dll, ada petunjuk taat dan patuh, dan disana ada kewajiban taat dan patuh pada 12 imam imam yang diangkat menjadi rasul rasul Allah

Jamuan (Al-Mā'idah):12 - Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus.

Itu artinya kita pun wajib memiliki 12 imam imam yang sejatinya diangkat sebagai rasul rasul Allah, salah satunya adalah imam Ali as yang memenangkan derajatnya sebagai rasul saksi dalam Hud 17 karena dialah yang paling pertama membenarkan Allah dan membenarkan apa yang dibawa oleh nabi Muhammad Saw

Maka itulah dalam ayat Hud 17 pada awal ayatnya berbunyi afaMan Kana ala bayyinatin Mirobbihi
Apakah sama orang yang mempunyai bukti yang nyata. Orang orang dalam ayat ini adalah para nabi salah satunya adalah nabi Muhammad Saw
Wayatluhu syahidun minHu dan diikuti pula oleh seorang saksi dari Allah, ini adalah rasul saksi, yaitu imam Ali as sebagai mana dalam kitab Musa, Harun as juga mengikuti Musa as dalam berdakwah

Karena itulah susunan ayatnya lengkap sudah penjelasannya.
afaMan Kana ala bayyinatin Mirobbihi WAYATLUHU syahidun minHu waming koblihi kitabu Musa IMAMAN warahmatan (Hud 17)

Ini satu rangkaian ayat yang menyatakan ada orang orang yang mempunyai bukti yang nyata dialah para nabi nabi dan para nabi itu diikuti oleh rasul saksi. Semisal Harun as pada Musa as, Yohanes as , atau Matius as atau salah satu dari Hawariun yang mengikuti Isa as dan Imam as yang mengikuti Nabi Muhammad Saw

Dan sebelumnnya telah ada kitab Musa  yang menjadi pedoman dan Rahmat, artinya jadikan kitab Musa as dalam memahami Al Qur'an, memahami agama yang didalam sana (kitab Musa as) ada 12 imam imam yang wajib ditaati bagi seseorang yang ingin menggapai jalan yang lurus dan Rahmat Allah SWT.

Maka sudah beriman kah anda pada 12 imam imam yang sejatinya adalah rasul rasul Allah itu?

Ini perintah Allah dalam Al Qur'an yang wajib ditaati, waming koblihi kitabu Musa IMAMAN warahmatan

Dan sebelum Al Qur'an telah ada kitab Musa sebagai pedoman (IMAMAN) dan Rahmat

Inilah jalan lurus yang menuju Rahmat Nya, patuhlah, dan taatlah  jika tidak maka kalian akan kena kutukan Allah SWT!

Jamuan (Al-Mā'idah):13 - (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami KUTUKI mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Apa bukti dari kutukan Allah bagi ummat Islam yang menolak 12 imam atau 12 rasul rasul Allah? Itu dapat kita lihat dengan bukti bahwa hari ini ummat islam tersebut menjadi ummat yang tidak dapat berbuat apa apa selain menjadi budak bagi setan besar, menjadi terkutuk, menjadi kaki tangan setan besar Amerika dan Zionis, semisal Arab Saudi dan yang semisalnya, itu adalah bukti konkret dari KUTUKAN Allah

Senin, 20 Januari 2020

Tiada Tuhan selain Allah adalah mutlak bagi Allah



Tiada kemiripan hanya berhak disandang oleh Allah, baik kemiripan dalam perbuatan, sebutan penghormatan ketaatan dst

Demikian pula penyebutan "kemiripan" tiada Rasul selain Nabi Muhammad Saw pun tidak boleh, karena menyerupai kemiripan tiada Tuhan selain Allah maka itulah Allah menciptakan tidak hanya satu Rasul. Sebenarnya mampu Allah hanya menciptakan satu Rasul saja satu kaligus dan tidak perlu lagi rasul lain, dan dengan satu rasul itu semua orang langsung diberikan hidayah sampai tidak ada lagi yang durhaka dan semua masuk syurga, tapi kenapa Allah tidak mau melakukannya padahal tinggal kun fayakun? Itu karena akan menyerupai keinstimewaannya dalam "ketiadaan kemiripan" baginya baik dalam perbuatan, keistimewaan dan kesanggupan. Jika ada yang sanggup sendiri melakukannya maka dia telah menyerupai Allah. Sendirian beranak maka akan menyerupai Allah, karena itulah Maryam dianggap ibunya Tuhan. oleh karena itulah Allah tidak mau menjadikan segala sesuatu itu dalam posisi sendirian baik dalam bentuknya tugasnya atau perbuatannya, karena akan menyerupai dirinya. Demikian pula tugas para nabi, tidak pernah sendirian dalam bertugas karena akan menyerupai diriNya dalam perbuatan, semua nabi nabi dan rasul rasul diciptakan dalam tugas yang berpasang pasangan sekalipun nabi Khaidir as, sehingga Dia mengutus Musa berguru padanya, padahal Musa as tidak membutuhkan pengajaran dari Khaidir as sejatinya, hanya Allah sengaja menciptakan rasa itu didalam hati Musa as sehingga dia harus menyertai Khaidir walau sebentar

Lihat saja kisahnya, dimana Musa merasa apakah tidak ada orang yang lebih cerdas darinya، ini jelas perasaan yang salah, karena ini termasuk sifat angkuh tetapi itulah cara Allah membuat perasaan itu muncul dari diri Musa as agar akhirnya dia harus berguru kepada Khaidir as, padahal jika Allah mau Maka sifat itu bisa saja Allah cabut dari jiwa Musa as, tapi mengapa Allah biarkan? Itu karena agar Khaidir as bisa memiliki teman pendamping dalam bertugas Walau sesaat agar jangan ada yang pernah menyamai Allah dalam tugas dakwah sekalipun.

Makanya jika ada yang merasa saya sendiri mampu menciptakan karya ini maka dia dusta, pasti ada pihak lain, sebab Allah tidak pernah akan mengizinkan sesuatu terjadi oleh satu orang karena akan menyerupai Allah dalam perbuatan

Demikian pula tugas nabi Muhammad Saw dalam berdakwah, tidak bisa menyerupai Allah dalam perbuatan, hanya dia seorang diri bertugas mengislamkan seluruh dunia. Harus ditemani oleh rasul yang lain agar tidak tercipta kemiripan kepada Allah dalam perbuatan. Maka itulah semua nabi nabi dan para rasul dimintai perjanjian sebelum menerima Wahyu

Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):81 - Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul (saksi) yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu".

Dan ini berlaku juga kepada Nabi Muhammad Saw, sebab perjanjian diatas jelas kepada setiap Nabi penerima Kitab dan Hikmah. Dan Nabi Muhammad Saw pun menerima Kitab dan Hikmah, maka pernjanjian diatas berlaku juga bagi Nabi Muhammad Saw

Golongan-Golongan yang bersekutu (Al-'Aĥzāb):7 - Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh.

Mengapa demikian? Agar tidak tercipta kemiripan perbuatan terhadap Allah

Jika hanya Nabi Muhammad Saw sendiri dalam mengislamkan jazirah Arab dan dunia maka ada satu yang mirip dengan Allah dalam perbuatan, maka rusaklah keistimewaan Allah, bahwa tiada sesuatupun yang mirip dengan Allah, baik dalam bentuk zat dan perbuatan

Maka itulah semua Nabi penerimaan kitab dan hikmah atau bukti yang nyata Wajib diikuti seorang saksi demi menghindari kemiripan dalam hal perbuatan

Nabi Hud:17 - Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang ( ini Nabi Muhammad Saw) yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Quran) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Imam Ali as) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa IMAMAN dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

Hud 17
afaMan Kana ala bayyinatin Mirobbihi
Apakah sama orang orang yang mempunyai bukti yang nyata (ini para nabi penerima Kitab dan Hikmah, salah satunya adalah Nabi Muhammad Saw) ini sejalan dengan Al hadid 25 dan as saf ayat 6

Wayatluhu syahidun minHu
Dan dia diikuti pula oleh seorang saksi dari Allah (ini adalah para saksi yang disertakan kepada semua nabi nabi penerima Kitab dan Hikmah) ada Harun as pada Musa, ada Yohanes atau Matius atau salah satu hawariun pada Isa as, dan ada Imam Ali as pada Muhammad Saw

Maka masih maukah kalian menolaknya wahai kaum durjana lagi sesat penolak kerasulan saksi pada Imam Ali as. Siapkanlah diri kalian berhadapan denhan Murka-Nya

Konsep imamah adalah konsep Tuhan



Jamuan (Al-Mā'idah):12 - Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami ANGKAT diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus.

Jamuan (Al-Mā'idah):13 - (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Dalam Al maidah 12 Allah mengambil pernjanjian dari Bani Israil bahwa mereka harus taat pada 12 imam yang telah Allah ANGKAT sebagai pemimpin pemimpin mereka

Jika mereka bani Israil tidak taat maka mereka akan dikutuk sebagai mana dalam Al maidah 13

Itu artinya ini adalah konsep Tuhan dalam menjaga agamanya agar tetap suci dan lurus serta menjadi Rahmat bagi semesta alam, sebab jika ini bukan konsep Tuhan atau konsep nubuah maka Allah tidak berhak mengutuk mereka karena ini hanya konsep kepemimpinan yang siapa saja boleh taat atau tidak taat selama tidak melanggar aturan agama yang fundamental, akan tetapi tidak demikian, sebab dalam ayat itu dijelaskan bahwa siapa yang tidak taat secara umum, artinya baik dia ahli ibadah maupun bukan jika tidak taat atau melanngar perjanjian untuk taat pada 12 imam diatas maka kena kutukan Allah

Itu artinya ibadah menjadi sia sia belaka

Mengapa demikian? Itu karena Allah telah jelaskan di dalam Hud 17

Waming koblihi kitabu Musa IMAMAN warahmatan
Dan sebelumnnya telah ada kitab Musa Imaman warahmatan

Artinya telah ada dahulu kitab Musa yang telah berlalu, artinya dikatakan kitab Musa karena Musa telah tiada, yang bersama dengan itu ada IMAMAN atau imam imam dan Rahmat, artinya selama kitab peninggalan Musa as disandarkan pada Imam Imam maka kitab itu akan menjadi rahmat bagi seluruh alam, sebaliknya jika kitab itu sudah tidak disandarkan pada imam imam maka yang ada adalah bencana bagi seluruh alam salah satunya adalah lahirnya zionis Israel yang menjajah manusia secara fisik dan ekonomi, maka itulah Allah mengutuk mereka disebabkan mereka sudah tidak lagi taat pada imam imamnya

Karena itulah nabi Muhammad Saw bersabda Islam akan tegak selama masih ada 12 imam, artinya Islam akan runtuh manakala ummat meninggalkan imam imam sebab kitab hanya akan menjadi bencana layaknya ISIS yang memakai ayat ayat kitab demi membunuh sesama manusia, demikian pula Arab Saudi yang memakai kitab suci dan tanah suci sebagai alat mengabdi kepada setan besar Amerika!

Shahih Muslim, vol. 6, halaman 3
Jabir meriwayatkan bahwa ia mendengar Rasulullah saw yang agung bersabda, “Islam akan selalu besar hingga datang 12 Imam.” (Jabir berkata), “Kemudian beliau mengatakan sesuatu yang tidak kumengerti. Aku bertanya pada ayahku, ‘Apa yang beliau katakana?’ Ia menjawab, ‘Semuanya dari golongan Qurays.’”
(Lihat Kitab al-Imarah, no. 3398)
 
5. Shahih at-Tirmidzi, vol. 2, halaman 45
Jabir berkata, “Rasulullah saw bersabda, ‘Akan ada 12 Imam dan pemimpin setelahku.’ Kemudian beliau mengatakan sesuatu yang tidak dapat kumengerti. Aku menanyakan pada seseorang di sampingku tentang itu. Ia berkata, ‘Semuanya dari golongan Qurays.’”
(Lihat cetakan New Delhi (tahun 1342), no. 2149. Tirmidzi menulis tentang hadits ini, “Hadits ini baik dan shahih, diriwayatkan oleh Jabir dari jalur sanad yang berbeda. Hal yang sama dikutip dari Jabir dalam ‘Shahih Abi Daud’, vol. 2, cet. Matba’a Taziyah, Mesir. Kitab al-Manaqib halaman 207 no. 3731)
 

Tapi karena ummat ini menolak taat maka kutukan menimpa ummat Islam, terjajah dan terinjak-injak, agama rebah sujud dibawah kaki zionis dan Amerika

Mengapa mereka menolak? Itu karena mereka tidak menerima imam Ali as dan keturunan sebagai imam bagi mereka? Mengapa? Ya apa lagi jika bukan kedengkian, sehingga mereka mendakwahkan bahwa nabi tidak menyebutkan siapa saja imam imam itu, maka siapa saja boleh jadi imam, padahal 12  itu konsep Tuhan demi menjaga kitabNya tetap menjadi rahmatan Lil alamin, bukan konsep manusia yang siapa saja boleh menjadi imam, maka karena itulah nabi sudah diberikan nubuah siapa saja yang akan menjadi imam. Maka itulah nabi menyatakan ada 12 imam, sebab tidak mungkin nabi bisa menyebutkan 12 jika tidak berbilang, semisal saya mengatakan akan ada 12 bus yang akan menjadi alat transportasi kita selama liburan kali ini, nah masa saya gak tau bis yang mana? Jelas saya tau bis yang mana saja sebab saya yang melakukan kotrak kerjasama dengan pemilik bis, demikian pula nabi sudah tau siapa saja yang menjadi imam imam tersebut. Sebagaimana yang tercatat dalam hadis dibawah ini

"Selain itu juga terdapat riwayat yang didalamnya Nabi Muhammad Saw menyampaikan nama satu persatu kedua belas imam tersebut. Seperti riwayat dari Jabir yang menanyakan maksud dari Ulil Amri dalam ayat ketaatan yang harus diberikan orang-orang beriman. Nabi Muhammad Saw menjawab, "Mereka adalah wakil-wakilku dan pemimpin setelahku. Yang pertama dari mereka Ali bin Abi Thalib, setelahnya Hasan, kemudian Husain, setelahnya Ali bin al-Husain kemudian Muhammad bin Ali yang dalam Taurat diperkenalkan sebagai Baqir dan kamu kelak akan bertemu dengannya. Saat kamu bertemu dengannya sampaikan salamku padanya. Kemudian Shadiq Ja'far bin Muhammad setelahnya Musa bin Ja'far kemudian Ali bin Musa setelahnya Muhammad bin Ali kemudian Ali bin Muhammad setelahnya Hasan bin Ali kemudian seseorang yang nama dan kuniyahnya sama denganku, ia adalah hujjah Allah di muka bumi dan Baqiyatullah diantara manusia setelah Hasan bin Ali, yang melalui tangannya Allah Swt membebaskan timur dan barat.""
Majlisi, Bihar al-Anwar, jld. 23, hlm. 290.

Nah salah satu bukti kebenaran hadis ini adalah Imam Ja'far Shodiq as yang merupakan imam ke 6 yang menjadi Guru bagi imam Malik dan imam Hanafi yang mana kemudian imam Syafi'i berguru kepada keduanya dan imam Hambali berguru kepada imam Syafi'i dan semua ummat Islam Sunni berguru kepada keempatnya. Jika hadis ini bhatil maka tidak mungkin imam Malik dan Hanafi bisa menjadi murid bagi imam Ja'far Shodiq karena kefasihan ilmunya dalam membimbing dan mendampingi Al Qur'an agar tetap menjsdi Rahmat bagi semesta alam. Yang kemudian semua Sunni berguru pada bekas murid imam Ja'far Shodiq as.

Itu artinya hadis ini terbukti shohi secara luar biasa!

Anehnya Sunni malah menganggap hadis ini adalah hadis palsu, padahal guru mereka sudah membuktikan kebenaran hadis ini dengan menjadi murid imam Ja'far Shodiq as. Inilah yang disebut dalam Al maidah 13 diatas apabila tidak taat maka kena kutukan, guru mereka berguru pada imam ke 6 tapi tidak taat maka kena kutukan, dari merekalah lahir aliran aliran dalam Islam yang berbahaya salah satunya adalah ISIS, dan negara negara penyembah Zionis dan Amerika semisal Arab Saudi
Inilah kutukan Allah

Tiada Tuhan selain Allah adalah mutlak bagi Allah



Tiada kemiripan hanya berhak disandang oleh Allah, baik kemiripan dalam perbuatan, sebutan penghormatan ketaatan dst

Demikian pula penyebutan "kemiripan" tiada Rasul selain Nabi Muhammad Saw pun tidak boleh, karena menyerupai kemiripan tiada Tuhan selain Allah maka itulah Allah menciptakan tidak hanya satu Rasul. Sebenarnya mampu Allah hanya menciptakan satu Rasul saja satu kaligus dan tidak perlu lagi rasul lain, dan dengan satu rasul itu semua orang langsung diberikan hidayah sampai tidak ada lagi yang durhaka dan semua masuk syurga, tapi kenapa Allah tidak mau melakukannya padahal tinggal kun fayakun? Itu karena akan menyerupai keinstimewaannya dalam "ketiadaan kemiripan" baginya baik dalam perbuatan, keistimewaan dan kesanggupan. Jika ada yang sanggup sendiri melakukannya maka dia telah menyerupai Allah. Sendirian beranak maka akan menyerupai Allah, karena itulah Maryam dianggap ibunya Tuhan. oleh karena itulah Allah tidak mau menjadikan segala sesuatu itu dalam posisi sendirian baik dalam bentuknya tugasnya atau perbuatannya, karena akan menyerupai dirinya. Demikian pula tugas para nabi, tidak pernah sendirian dalam bertugas karena akan menyerupai diriNya dalam perbuatan, semua nabi nabi dan rasul rasul diciptakan dalam tugas yang berpasang pasangan sekalipun nabi Khaidir as, sehingga Dia mengutus Musa berguru padanya, padahal Musa as tidak membutuhkan pengajaran dari Khaidir as sejatinya, hanya Allah sengaja menciptakan rasa itu didalam hati Musa as sehingga dia harus menyertai Khaidir walau sebentar

Lihat saja kisahnya, dimana Musa merasa apakah tidak ada orang yang lebih cerdas darinya، ini jelas perasaan yang salah, karena ini termasuk sifat angkuh tetapi itulah cara Allah membuat perasaan itu muncul dari diri Musa as agar akhirnya dia harus berguru kepada Khaidir as, padahal jika Allah mau Maka sifat itu bisa saja Allah cabut dari jiwa Musa as, tapi mengapa Allah biarkan? Itu karena agar Khaidir as bisa memiliki teman pendamping dalam bertugas Walau sesaat agar jangan ada yang pernah menyamai Allah dalam tugas dakwah sekalipun.

Makanya jika ada yang merasa saya sendiri mampu menciptakan karya ini maka dia dusta, pasti ada pihak lain, sebab Allah tidak pernah akan mengizinkan sesuatu terjadi oleh satu orang karena akan menyerupai Allah dalam perbuatan

Demikian pula tugas nabi Muhammad Saw dalam berdakwah, tidak bisa menyerupai Allah dalam perbuatan, hanya dia seorang diri bertugas mengislamkan seluruh dunia. Harus ditemani oleh rasul yang lain agar tidak tercipta kemiripan kepada Allah dalam perbuatan. Maka itulah semua nabi nabi dan para rasul dimintai perjanjian sebelum menerima Wahyu

Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):81 - Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul (saksi) yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu".

Dan ini berlaku juga kepada Nabi Muhammad Saw, sebab perjanjian diatas jelas kepada setiap Nabi penerima Kitab dan Hikmah. Dan Nabi Muhammad Saw pun menerima Kitab dan Hikmah, maka pernjanjian diatas berlaku juga bagi Nabi Muhammad Saw

Golongan-Golongan yang bersekutu (Al-'Aĥzāb):7 - Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh.

Mengapa demikian? Agar tidak tercipta kemiripan perbuatan terhadap Allah

Jika hanya Nabi Muhammad Saw sendiri dalam mengislamkan jazirah Arab dan dunia maka ada satu yang mirip dengan Allah dalam perbuatan, maka rusaklah keistimewaan Allah, bahwa tiada sesuatupun yang mirip dengan Allah, baik dalam bentuk zat dan perbuatan

Maka itulah semua Nabi penerimaan kitab dan hikmah atau bukti yang nyata Wajib diikuti seorang saksi demi menghindari kemiripan dalam hal perbuatan

Nabi Hud:17 - Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang ( ini Nabi Muhammad Saw) yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Quran) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Imam Ali as) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa IMAMAN dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

Hud 17
afaMan Kana ala bayyinatin Mirobbihi
Apakah sama orang orang yang mempunyai bukti yang nyata (ini para nabi penerima Kitab dan Hikmah, salah satunya adalah Nabi Muhammad Saw) ini sejalan dengan Al hadid 25 dan as saf ayat 6

Wayatluhu syahidun minHu
Dan dia diikuti pula oleh seorang saksi dari Allah (ini adalah para saksi yang disertakan kepada semua nabi nabi penerima Kitab dan Hikmah) ada Harun as pada Musa, ada Yohanes atau Matius atau salah satu hawariun pada Isa as, dan ada Imam Ali as pada Muhammad Saw

Maka masih maukah kalian menolaknya wahai kaum durjana lagi sesat penolak kerasulan saksi pada Imam Ali as. Siapkanlah diri kalian berhadapan denhan Murka-Nya