Kamis, 25 Maret 2021

agama Sunni

Yang lucu dari agama Sunni itu adalah abu bakar yang membangkang ayat Allah, eh imam Ali as yang disalahkan 🤭 (maaf saya bilang agama Sunni karena emang bukan Islam🤭)

Jadi maunya mereka itu Imam Ali as harus merebut kekuasaan yang telah diamanatkan kepadanya, jika tidak maka sama saja bermaksiat kepada Allah

Padahal ada dua cara para Rasul menghadapi penguasa yang zalim

Pertama, ada dua jenis penguasa, penguasa kafir yang buta agama dan penguasa yang tidak buta agama, atau tau ayat Allah

Kedua, penguasa yang kafir dan buta agama akan dinasehati dulu dengan ayat Allah, berkali kali baru setelah itu tinggalkan saja 

Seperti Musa as kepada Fir'aun yang dinasehati tapi membangkang, setelah mendapat ayat Allah maka tinggalkan

Atau seperti Nabi Muhammad Saw kepada penguasa Quraisy di Makkah, setelah diingatkan dengan ayat Allah ya tinggalkan jika tidak mau dengar, makanya nabi mendiamkan Quraisy dan pergi ke Madinah
 
Atau kembali lagi setelah memiliki cukup kekuatan pasukan, jika tidak maka mendiamkan dan meninggalkan adalah jalan para Rasul

Atau seperti ashabul Kahfi yang tidak mengingatkan penguasa sama sekali dan mendiamkan mereka berbuat sesukanya lalu meninggalkannya dan kembali jika penguasa itu telah mati

Semua ini adalah sunnahNya

Sapi Betina (Al-Baqarah):109 - ..... Maka maafkanlah dan BIARKANLAH mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Jamuan (Al-Mā'idah):13 - (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Membiarkan itu bagian dari perintah Allah terlebih-lebih kepada orang orang yang telah mendapatkan kitab, atau yang telah mengetahui ayat ayat Allah semisal Firaun telah diingatkan dengan ayat Allah, kaum kafir Quraisy pun demikian maka biarkanlah

Nah sama seperti imam Ali as kepada abu bakar yang melanggar ketetapan Allah bahwa hak memerintah itu hanyalah hak Allah dan Allah hanya mendelegasikan hak Nya itu kepada manusia pilihanNya yaitu dari para Rasul dan Imam seperti Ibrahim as

Selainnya maka tidak punya hak sama sekali kecuali ada nas dari nabi bahwa dia mewarisi hak itu dari nabi, atau mereka yang secara khusus diwariskan kitab suci para nabi, sebab kitab suci sebagai pemandu maka siapa yang diwariskan kitab suci sejatinya dia diwariskan hak memerintah dan memimpin ummat

Dikutip dari Az-Sanjani [Tarikh. Hm 66]:
Diriwayatkan bahwa Nabi SAW berwasiat pada Ali:
“Hai Ali, al-Qur’an ada di belakang tempat tidurku,
(tertulis) di atas suhuf, sutera dan kertas.
Ambil dan kumpulkanlah. ………"
Ali menuju ke tempat itu dan membungkus bahan-bahan tersebut dengan kain berwarna kuning.
[Zarkashi. al Burhan fi ulum al Quran. Jilid 1. Hlm 235, 237-238, 256, 258; Suyuti, Al Itqan fi ulum al Quran. Jilid 1. Hlm 212-213, 216]

Untuk orang orang yang seperti abu bakar yang telah tau hukum dan ayat Allah maka biarkanlah, karena apalagi yang mau diingatkan? Dia telah paham ayat Allah sama seperti kaum kafir Quraisy dan Fir'aun, telah tau ada ayat Allah maka tinggalkanlah

Demikianlah imam Ali as membiarkan saja abu bakar seenaknya, karena kelak dia akan berurusan dengan Allah

Rabu, 17 Maret 2021

Sunnah Nabi Muhammad Saw



Menyerahkan akhir hayatnya kepangkuan imam Ali as

Ummu Salamah meriwayatkan:
"Aku bersumpah bahwa Ali adalah yang paling dekat dengan Rasulullah saww. Kami mengunjungi beliau saww di suatu pagi. Beliau saww berkata: 'Apakah Ali telah datang? Apakah Ali telah datang.......' berkali-kali.
Fatimahpun berkata: 'Sepertinya Anda menyuruhnya ada suatu keperluan?'
Kemudian ia -Ali- datang. Aku mengira bahwa beliau saw ada urusan pribadi kepadanya -Ali. Karena itu kami semua keluar dari ruangan dan berdiri di pintu. Aku yang paling dekat dari semuanya di dekat pintu.
Tampak Nabi saww merebahkan diri beliau kepada Ali sambil tangan kirinya bermunajat. Lalu beliau saww wafat pada hari itu. Karena itu, Ali adalah yang paling dekat orang kepada beliau saww."
[Mustadrak al Hakim. Jilid 3. Hlm 139; Talkhish Mustadrak Dzahabii. Jilid 3. Hlm 138]

Bukan yang lainnya, tapi hanya kepangkuan imam Ali as

Kematian adalah sarana menuju keharibaan Allah, tanpa mati manusia tidak bisa meninggalkan alam fana, dinia atau dunia, dinia adalah rendah, menuju alam yang tinggi, 'aliya, maka nabi meletakkan dirinya kepada imam Ali as diakhir hidupnya sebagai sarana berpindah dari alam rendah menuju alam yang tinggi, jiwa, ruh nabi, cahaya nabi bermi'raj selamanya melalui pangkuan imam Ali as

Ketika nabi bermi'raj pertama kali dalam peristiwa isra mi'raj beliau meninggalkan Makkah menuju Baitul Aqsha dan dari sana beliau mi'raj ke alam yang tinggi Sidratul Muntaha, itu adalah jalan naiknya, Baitul Aqsha

Dan untuk jalan naik selamanya nabi bermi'raj melalui pangkuan imam Ali as, beliaulah Baitul maqdis yang sebenarnya, darinya lahir manusia manusia suci

Hanya dirinya yang bisa menjadi tempat mi'raj terakhir nabi menuju alam Aliya yang tinggi, alam yang mulia selamanya

Nabi menyerahkan dirinya dipangkuan imam Ali as untuk mi'raj dari alam dunia (dinia) rendah menuju alam yang tinggi adalah sebagai Sunnahnya agar ummat mau mengikuti langkahnya, menyerahkan diri mereka kepada imam Ali as untuk berpindah dari alam hina menuju kemuliaan hidup selamanya.

Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):31 - Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ikutilah Sunnah Nabi Muhammad Saw jika kalian benar benar mencintai Allah, dan Sunnah nabi Muhammad Saw untuk bermi'raj dari alam hina menuju alam kemuliaan adalah menyerahkan dirinya kepangkuan imam Ali as

Itulah jalan menuju kemuliaan

Senin, 15 Maret 2021

hak Imam Ali as atas Al Qur'an

Coba perhatikan hadis ini baik baik
Dikutip dari Az-Sanjani [Tarikh. Hm 66]:
Diriwayatkan bahwa Nabi SAW berwasiat pada Ali:
“Hai Ali, al-Qur’an ada di belakang tempat tidurku,
(tertulis) di atas suhuf, sutera dan kertas.
Ambil dan kumpulkanlah. ………"
Ali menuju ke tempat itu dan membungkus bahan-bahan tersebut dengan kain berwarna kuning.
[Zarkashi. al Burhan fi ulum al Quran. Jilid 1. Hlm 235, 237-238, 256, 258; Suyuti, Al Itqan fi ulum al Quran. Jilid 1. Hlm 212-213, 216]

Ketika nabi melakukan sesuatu maka itu adalah Wahyu Allah, nah ketika nabi menyerahkan lembaran lembaran Al Qur'an yang telah dicatatkan selama hidupnya kepada imam Ali as, itu artinya itulah kemauan Allah SWT, Allah yang menginginkan agar lembaran lembaran Al Qur'an itu diserahkan kepadanya, selain untuk dijaga juga sebagai ahli waris Al Qur'an dari Allah setelah nabi Muhammad Saw tiada

Untuk apa? Agar ummat menjadikan imam Ali as sebagai tempat rujukan dalam persoalan kehidupan mereka karena Al Qur'an diturunkan untuk mengatur kehidupan manusia.

Tiada yang lain, yang boleh mengambil fungsi itu, karena fungsi itu telah diletakkan kedalam Al Qur'an dan Al Qur'an diwariskan kepada imam Ali as

Fungsi inilah yang disebut khalifah

Maka itulah ketika abu bakar memaksa diri jadi khalfah, maka ummat ramai ramai menolaknya, dengan cara menolak membayar zakat kepadanya karena memang bertentangan dengan at Taubah ayat 103, bahwa yang berhak atas pengumpulan zakat adalah rasul, karena ada fungsi mensucikan dan membersihkan diri yang hanya bisa dilakukan oleh para rasul

Dengan ayat ini pula meniscayakan adanya rasul selain nabi Muhammad Saw, dialah yang kemudian diwariskan Al Qur'an nabi

Selain itu, Al Qur'an nabi diwariskan kepada imam Ali as juga sebagai barang bukti kelak di akhirat, bahwa nabi telah menyampaikan Al Qur'an kepada ummat dengan dibuktikan dengan catatan catatan itu, maka catatan catatan itu tidak boleh berkurang sedikitpun, karena akan merusak barang bukti

Maka harus diserahkan kepada Rasul yang bertugas sebagai saksi dakawah nabi Muhammad

Nabi Hud:17 - Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang (Nabi Muhammad) yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Quran) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Imam Ali as) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

Saksi inilah yang akan berkata dalam Hud 18

Nabi Hud:18 - Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi akan berkata: "Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka". Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim,

Jadi Allah itu sangat sempurna, telah menyiapkan para saksi, dan para saksi akan hadir dengan barang bukti yang valid

Makanya Al Qur'an diserahkan kepada imam Ali sebagai saksi dan pewaris (pemegang) barang bukti

Wanita (An-Nisā'):41 - Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat (pada masanya) dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).

Lebah (An-Naĥl):84 - Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan dari tiap-tiap umat (pada masanya masing masing) seorang saksi (rasul), kemudian tidak diizinkan kepada orang-orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) mereka dibolehkan meminta maaf.

Ketiga, penyerahan Al Qur'an itu sebagai Sunnah Nabi Muhammad Saw, bahwa Al Qur'an nya dia serahkan kepada imam Ali as yang harus dilakukan pula oleh mereka yang mengaku ummatnya.

Ketika ajal kalian dekat, maka tuliskan wasiat agar ahli warismu melaksanakan, yaitu serahkan Al Qur'an yang biasa kalian pakai sela ini kepada imam Ali as, agar dia menjadi saksi atas keimanan dan keislaman mu

Sebab para saksi akan dipanggil untuk bersaksi, jika kamu tidak melakukan hal ini maka bagaimana imam Ali as dan 11 imam yang lain akan bersaksi atas dirimu?

Maka itulah, tulis diatas kertas lalu tempelkan wasiat itu diatas sampul Al Qur'anmu agar kelak imam Ali as dan 11 imam yang lainnya bisa bersaksi bahwa dirimu bagian dari ummat  Muhammad Saw

Ilegal harus direbut

Katain al Qur'an abu bakar dan Usman sebagai ilegal tapi memakainya sebagai hujjah? 

Ada yang namanya ilegal logging, ilegal fishing

Barang barang ilegal ini harus disita negara dan dijual untuk diserahkan kepada kas negara. Ketika telah menjadi milik negara, masuk kas negara apa masih tetap jadi ilegal? Ya tidak, hasil sudah menjadi legal

Demikian pula duplikat Al Qur'an ilegal yang dibuat oleh abu bakar tanpa izin nabi, harus disita untuk diserahkan kepada pemilik ahli warisnya, siapa? Ya imam Ali as

Dikutip dari Az-Sanjani [Tarikh. Hm 66]:
Diriwayatkan bahwa Nabi SAW berwasiat pada Ali:
“Hai Ali, al-Qur’an ada di belakang tempat tidurku,
(tertulis) di atas suhuf, sutera dan kertas.
Ambil dan kumpulkanlah. ………"
Ali menuju ke tempat itu dan membungkus bahan-bahan tersebut dengan kain berwarna kuning.
[Zarkashi. al Burhan fi ulum al Quran. Jilid 1. Hlm 235, 237-238, 256, 258; Suyuti, Al Itqan fi ulum al Quran. Jilid 1. Hlm 212-213, 216]

Maka ketika telah diserahkan kepada imam Ali as maka telah menjadi legal

Artinya sandarkan pemahaman isinya kepada imam Ali as maka duplikat tadi menjadi legal

Nabi saja yang menerima Wahyu mewariskan Al Qur'annya untuk imam Ali as

Masa abu bakar, Umar dan Usman yang menduplikasikannya menolak Sunnah nabi? Ternyata memang benar mereka menolak Sunnah Nabi Muhammad Saw

Seharusnya, abu bakar, Umar dan Usman ketika telah berhasil menduplikasi al Qur'an secara ilegal, begitu mendekati kematian seharusnya menyerahkan Al Qur'an tersebut kepada imam Ali as, agar menjadi legal, namun hal itu tidak dilakukannya. 

Maka kalian saya ingatkan, begitu mendekati masa usia kalian telah sampai, lakukan Sunnah nabi ini, serahkan Al Qur'an yang ada pada diri diri kalian kepada imam Ali as

Berwasiatlah kepada anak anak anda, istri istri anda, bahwa Al Qur'an yang biasa kalian baca "saya serahkan kepada imam Ali as"

Biarkan anak anak dan istri istri anda yang akan berfikir, mengapa ayah mereka menyerahkan Al Qur'annya kepada imam Ali as

Agar kelak anak anak anda menjadi pecinta ahlul bait disaat anda tidak lagi bersama mereka

Bila anda bukan pecinta dan pendukung imam Ali as setidaknya salah satu dari anak anda menjadi pendukungnya, sebagai penolong mu di akhirat nanti

Ini sebenarnya Sunnah terakhir yang ingin nabi ajarkan kepada ummatnya, agar jika mereka sewaktu hidupnya bukan pendukung imam Ali as, setidaknya ada salah satu dari anak anaknya yang menjadi pendukungnya, sebagai penolongnya kelak di akhirat nanti

Berwasiatlah, paling bagus lagi jika kamu bisa menyiapkan bekal bagi ahli warismu agar mereka bisa menyerahkan Al Qur'an mu kepada imam Ali as dipusara imam Ali as

Dengan begitu semua amal dari bacaan Al Quran mu akan legal dihadapan Allah dan memiliki nilai disisNya

Senakal nakalnya kalian, sebejat bejatnya kalian, harus punya satu kitab Al Qur'an yang biasa kalian baca, dan atau paling tidak pernah kalian baca baik isinya dan terjemahannya, dan jadikan itu sebagai wasiat terakhir mu, " saya serahkan Al Qur'an ini kepada imam Ali as, jika kalian mampu, bawa sampai ke pusara Imam Ali as" Sampaikan dan bila perlu tulis di selembar kertas dan tempel di sampulnya, atau tulis di bagian sampul dalamnya, agar menjadikan wasiat bagi ahli waris mu untuk dilaksanakan, sebab:

Itu tiketmu kelak di akhirat untuk selamat!

Malaikat pencatat taunya Al Qur'an diwariskan kepada imam Ali as



Dikutip dari Az-Sanjani [Tarikh. Hm 66]:
Diriwayatkan bahwa Nabi SAW berwasiat pada Ali:
“Hai Ali, al-Qur’an ada di belakang tempat tidurku,
(tertulis) di atas suhuf, sutera dan kertas.
Ambil dan kumpulkanlah. ………"
Ali menuju ke tempat itu dan membungkus bahan-bahan tersebut dengan kain berwarna kuning.
[Zarkashi. al Burhan fi ulum al Quran. Jilid 1. Hlm 235, 237-238, 256, 258; Suyuti, Al Itqan fi ulum al Quran. Jilid 1. Hlm 212-213, 216]

Kira kira kalo ada orang yang bikin duplikatnya lalu memakainya, dan mengamalkan isinya, dicatat pahala sama malaikat atau kagak? 

Ya kagak lah🤭 sia sia

Sama kayak kau bikin dupulikat sertifikat tanah dan rumah mewah lalu bawa ke bank buat minjam dana 1 milyar, dikasih kagak? Jangankan satu milyar, lah 50.000 aja bakalan gak dikasih koq nak🤣🤣

Kecuali Lo bisa bawa sertifikat aslinya atau jika yang pegang gak mau kasih ya mohonlah kepada dirinya agar dia mau sama sama ke bank buat bicara sama petugas bank dan buat tanda tangan

Bukankah begitu?

Lah kau pikir malaikat itu bego apa?

Dia lebih tertib dari petugas bank nak, mana mau dia tulis pahala dari amalan Al Qur'an yang hanya duplikatnya tanpa bukti aslinya atau tanpa keikutsertaan pewarisnya?

Bahkan besok di akhirat pun kau harus datang dengan Imam Ali dan ahlul baitnya sebagai pewaris Al Qur'an, jika kagak ya gak akan dipanggil

Dipanggil saja kagak, gimana mau dilayani?🤭

Memperjalankan di waktu malam (Al-'Isrā'):71 - (Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami PANGGIL tiap umat dengan IMAMNYA (pemimpinnya); dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.

amalmu akan sia sia

Ada orang datang ke bank, bawa duplikat sertifikat rumah dan tanah

Sama bank dikasih pinjaman gak? Ada manfaatnya gak duplikat itu? 

Ya kagak ada gunanya

Caranya gimana agar bisa bermanfaat? Ya dihekter atau diklip duplikat itu dengan sertifikat aslinya

Tapi yang aslinya ada di rumah bang Ali, mana dia gak mau kasih pula, ya iyalah, jangankan dirimu, abu bakar dan Umar saja gak dikasih koq, masa kamu mau dikasih?🤭

Lalu gimana nih duplikatnya?

Ya minta dong ke bang Ali, jika gak mau kasih aslinya ya mohon dong ke dia agar dia mau ikut ke bank buat tanda tangan

Gitu loh nak

Jadi nabi Muhammad Saw menyerahkan, mewariskan Al Qur'an ke imam Ali as itu buat imam Ali as dan keluarganya

Dikutip dari Az-Sanjani [Tarikh. Hm 66]:
Diriwayatkan bahwa Nabi SAW berwasiat pada Ali:
“Hai Ali, al-Qur’an ada di belakang tempat tidurku,
(tertulis) di atas suhuf, sutera dan kertas.
Ambil dan kumpulkanlah. ………"
Ali menuju ke tempat itu dan membungkus bahan-bahan tersebut dengan kain berwarna kuning.
[Zarkashi. al Burhan fi ulum al Quran. Jilid 1. Hlm 235, 237-238, 256, 258; Suyuti, Al Itqan fi ulum al Quran. Jilid 1. Hlm 212-213, 216]

Lah lalu duplikatnya ini gimana? 
Ya gak ada gunanya jika tidak menyertakan aslinya

Apa imam Ali as mau kasih aslinya sama kamu? Cieee kepedeaaan! Abu bakar dan Umar aja gak dikasih koq

Lalu gimana?

Ya minta imam Ali as sama sama datang ke kehidupan mu agar Al Qur'an duplikat mu bermanfaat dunia dan akhirat

Makanya disebutkan

Memperjalankan di waktu malam (Al-'Isrā'):71 - (Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan IMAMNYA (pemimpinnya); dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.

KAMU harus datang sama imam Ali as biar ibadahmu dari Al Qur'an duplikat bisa bermanfaat, jika kagak ya percuma lah nak

sia sia duplikat tanpa disertai pemiliknya

Kamu dikasih sertifikat tanah dan rumah sama mamak kau, lalu ada orang yang bikin duplikatnya tanpa izin mamak kau dan tanpa izin dari mu. Itu sopan gak?

Bahkan teman teman mu sudah keberatan
"Janganlah bang, adow aku takut sekali lah ini" berkali kali diingatkan tapi kau kepala batu

"Alah gak apa apa, santuy bro, mamaknya sudah mati, gak apa apa kita bikin duplikatnya"

Ini sopan gak?

Nah al Qur'an telah diwariskan nabi kepada imam Ali as

Dikutip dari Az-Sanjani [Tarikh. Hm 66]:
Diriwayatkan bahwa Nabi SAW berwasiat pada Ali:
“Hai Ali, al-Qur’an ada di belakang tempat tidurku,
(tertulis) di atas suhuf, sutera dan kertas.
Ambil dan kumpulkanlah. ………"
Ali menuju ke tempat itu dan membungkus bahan-bahan tersebut dengan kain berwarna kuning.
[Zarkashi. al Burhan fi ulum al Quran. Jilid 1. Hlm 235, 237-238, 256, 258; Suyuti, Al Itqan fi ulum al Quran. Jilid 1. Hlm 212-213, 216]

Bahkan abu bakar pun tidak dikasih, lalu Umar mengusulkan untuk membuat duplikasinya, sama, isinya sama, tapi sopan gak?

Bahkan sudah dilarang sama sahabat sahabat yang lain

Zaid melaporkan,
Abu Bakr memanggil saya setelah terjadi peristiwa pertempuran alYamama yang menelan 
korban para sahabat sebagai shuhada. Kami melihat saat ‘Umar ibnul Khattab bersamanya. 
Abu Bakr mulai berkata," ‘Umar baru saja tiba menyampaikan pendapat ini, ‘Dalam 
pertempuran al-Yamama telah menelan korban begitu besar dari para penghafal AlQur'an 
(qurra'),4 dan kami khawatir hal yang serupa akan terjadi dalam peperangan lain. Sebagai 
akibat, kemungkinan sebagian Al-Qur'an akan musnah. Oleh karena itu, kami berpendapat 
agar dikeluarkan perintah pengumpulan semua Al-Qur'an." Abu Bakr menambahkan, "Saya 
katakan pada 'Umar, 'BAGAIMANA MUNGKIN KAMI MELAKUKAN SATU TINDAKAN YANG NABI MUHAMMAD TIDAK PERNAH MELAKUKAN?' 'Umar menjawab, ‘Ini merupakan upaya terpuji terlepas 
dari segalanya dan ia tidak berhenti menjawab sikap KEBERATAN KAMI sehingga Allah memberi 
kedamaian untuk melaksanakan dan pada akhirnya kami memiliki pendapat serupa. Zaid! 
Anda seorang pemuda cerdik pandai, dan anda sudah terbiasa menulis wahyu pada Nabi 
Muhammad, dan kami tidak melihat satu kelemahan pada diri anda. Carilah semua Al-Qur'an 
agar dapat dirangkum seluruhnya." Demi Allah, Jika sekiranya mereka minta kami me-
mindahkan sebuah gunung raksasa, hal itu akan terasa lebih ringan dari apa yang mereka 
perintahkan pada saya sekarang. Kami bertanya pada mereka, ‘Kenapa kalian berpendapat 
melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad?' Abu Bakr dan ‘Umar 
BERSIKERAS mengatakan bahwa hal itu boleh-boleh saja dan malah akan membawa kebaikan. 
Mereka tak HENTI-HENTI menenangkan rasa KEBERATAN yang ada hingga akhirnya Allah 
menenangkan kami melakukan tugas itu, seperti Allah menenangkan hati Abu Bakr dan 
‘Umar. ( Al-Bukhari, sahih , Jam'i Al-Qur'an, hadith, no. 4986; lihat juga Ibn Abi Dawud, al-Masahif)

Baca coba yang ditandai huruf kapital, tak henti hentinya abu bakar dan Umar berusaha meyakinkan keberatan para sahabat yang tentunya juga tak henti hentinya diingatkan, tapi dasar bandot tua, keras kepala dan bandel

Ngeyeeeeelnya ampun ampunan, maka dibuatlah duplikasi Al Qur'an, padahal gak boleh karena nabi gak pernah membuat duplikasinya, hanya yang diserahkan kepada imam Ali as lah Al Qur'an yang sah milik nabi

Lalu yang diduplikasi ini gimana hukumnya? Ya legal, gak sah, walaupun isinya sama

Ya persis kayak sertifikat rumah mu yang diduplikasi, isinya sama, ya katakanlah seperti itu, sama tapi nilainya beda, satu legal dan punya manfaat yang satunya lagi ilegal dan gak bermanfaat kecuali sekedar pemberitahuan bahwa ada sertifikat yang asli

Sama seperti kamu bawa copyan sertifikat ke bank bisa bermanfaat gak? Ya kagak, kecuali disertakan yang aslinya. 

Lalu mana aslinya? Ya datang dong ke rumah pemilik sertifikat

Masa nanya, "mana Al Qur'an nabi yang diserahkan kepada imam Ali as kalo memang ada?" Lah ke rumah imam Ali as lah nak, kesana,. Bertamu dong dengan sopan, takzim, penuh kecintaan dan loyalitas

Masa Lo petangtang petenteng nanya "Woi Mana Al Qur'an nabi, sini saya mau lihat!!" Masa gitu? Yang sopan, kasih salam, cium tangan, Salim, ini keluarga nabi, ke rumahnya dong kalo mau lihat Al Qur'an nabi yang asli

Kalo sudah disana maka lihat lah gimana Budi pekerti mereka, kasih sayang mereka, ajaran ajaran mereka maka kau akan temukan Al Qur'an asli disana

Sambil bawa Al Qur'an duplikatnya, dan cocokkan satu demi sata maka kau akan temukan Al Qur'an asli warisan nabi

Jangan teriak teriak depan rumahnya "woi mana Al Qur'an nabi!" Kagak sopan, bisa dikepret Jibril loh! Mau Lo dikepret sama malaikat Jibril? 

Kalo gak mau, ya yang sopan, datang ke rumah ahlul bait nabi, bertamu, bila perlu jadi pelayannya dan resapi kehidupan mereka maka disanalah kau temukan Al Qur'an yang asli, asli dari nabi

Karena Al Qur'an itu untuk diamalkan, dan yang dapat mengamalkan Al Qur'an ya yang memilikinya dong, siapa? Ya Ahlul bait

Makanya nabi bersabda aku tinggalkan (wariskan) dua yang berat, pertama adalah Al Qur'an kedua adalah ahlul bait ku

Karena ahlul bait nabi inilah yang diwariskan Al Qur'an dan mereka telah mengamalkan semuanya, maka datangi mereka secara sopan dan penuh takzim, cium tangan mereka dan jadilah pelayannya, maka kau akan bertemu Al Qur'an yang asli dan dengannya kamu bisa memperoleh manfaatnya, yaitu Jannah dunia wal akhirat

Tanpa itu ya Al Qur'an mu hanya duplikatnya gak bermanfaat sama sekali, kecuali sekedar pemberitahuan bahwa ada sertifikat aslinya, dimana? Dalam diri dan kehidupan Ahlu bait nabi