Rabu, 03 Maret 2021

Agar ilegal menjadi legal


Al Qur'an yang ada pada kita ini copyan yang dibuat abu bakar tanpa izin nabi, dalam penelitian Prof Dr M.M. Al'azami menyebutkan bahwa abu bakar dan sahabat yang lain keberatan atas ide Umar untuk membuat copyan Al Qur'an yang sama sekali tidak pernah dibuat oleh nabi sebelumnya, artinya catatan Al Qur'an pada masanya ya hanya satu rangkap tanpa ada penduplikasian, dan oleh Umar mengusulkan agar dilakukan penduplikasian melalui para ahli Qurra yang pernah terlibat sebagai penulis di masa Nabi salah satunya adalah Zaid bin Tsabit

Itu artinya abu bakar dan para sahabatnya menyadari bahwa tindakan ini adalah bid'ah, dimana menduplikasi Al Qur'an tidak pernah dilakukan apalagi tanpa izin nabi, itu artinya ilegal

Berikut petikan tulisan Prof tersebut dalam bukunya 

"Zaid melaporkan,
Abu Bakr memanggil saya setelah terjadi peristiwa pertempuran alYamama yang menelan 
korban para sahabat sebagai shuhada. Kami melihat saat ‘Umar ibnul Khattab bersamanya. 
Abu Bakr mulai berkata," ‘Umar baru saja tiba menyampaikan pendapat ini, ‘Dalam 
pertempuran al-Yamama telah menelan korban begitu besar dari para penghafal AlQur'an 
(qurra'),⁴ dan kami khawatir hal yang serupa akan terjadi dalam peperangan lain. Sebagai 
akibat, kemungkinan sebagian Al-Qur'an akan musnah. Oleh karena itu, kami berpendapat 
agar dikeluarkan perintah pengumpulan semua Al-Qur'an." Abu Bakr menambahkan, "Saya 
katakan pada 'Umar, 'bagaimana mungkin kami melakukan satu tindakan yang Nabi Muhammad tidak pernah melakukan?' 'Umar menjawab, ‘Ini merupakan upaya terpuji terlepas dari segalanya dan ia tidak berhenti menjawab sikap KEBERATAN KAMI sehingga Allah memberi 
kedamaian untuk melaksanakan dan pada akhirnya kami memiliki pendapat serupa. Zaid! 
Anda seorang pemuda cerdik pandai, dan anda sudah terbiasa menulis wahyu pada Nabi 
Muhammad, dan kami tidak melihat satu kelemahan pada diri anda. Carilah semua Al-Qur'an 
agar dapat dirangkum seluruhnya." Demi Allah, Jika sekiranya mereka minta kami me-
mindahkan sebuah gunung raksasa, hal itu akan terasa lebih ringan dari apa yang mereka 
perintahkan pada saya sekarang. Kami bertanya pada mereka, ‘Kenapa kalian berpendapat 
melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad?' Abu Bakr dan ‘Umar 
bersikeras mengatakan bahwa hal itu boleh-boleh saja dan malah akan membawa kebaikan. 
Mereka tak henti-henti menenangkan rasa keberatan yang ada hingga akhirnya Allah 
menenangkan kami melakukan tugas itu, seperti Allah menenangkan hati Abu Bakr dan 
‘Umar." ⁵ 
Catatan kaki
4.(Qurra' (lht. pembaca-pembaca) adalah istilah yang biasa dipakai untuk para hufiaz, Mereka orang-
orang yang hafal Al-Qur'an. Qurra' dengan ketakwaannya selalu berada dalam barisan paling depan 
pada waktu perang dan banyak yang mati dibanding dengan tentara-tentara biasa.
5. Al-Bukhari, sahih , Jam'i Al-Qur'an, hadith, no. 4986; lihat juga Ibn Abi Dawud, al-Masahif,

Dari sini semua sahabat abu bakar dan Umar sendiri menyadari ini tindakan ilegal, menduplikasi Al Qur'an tanpa izin nabi dan tanpa dokumen pembanding

Nah itu artinya Al Qur'an yang ada pada diri kita ini adalah hasil duplikasi ilegal

Isinya ya copyan Al Qur'an juga tapi ilegal, caranya biar jadi legal ya sandarkan kepada pemiliknya

Sama kayak copyan sertifikat yang ilegal, agar bisa jadi legal ya sandarkan kepada pemiliknya, siapa pemilik Al Qur'an yang diwariskan oleh nabi? Ya imam Ali as, berikan copyan ilegal kepadanya maka jadi miliknya kembali, nah setelah itu baru bisa copyan jadi legal

Itu artinya kita gunakan copyan ini dgn bersandar pada imam Ali as dalam memahaminya agar Al Qur'an ini gak mengutuk kita karena telah menjadikan dirinya ilegal

Begitu loh nak anak ku sekalian

Mau al Qur'an yang ada didalam rumahmu mengutuk kalian sampai selama lamanya?

https://surausalikin.files.wordpress.com/2008/11/sejarah-teks-alquran.pdf

Dokumen nabi



Ada yang terlewatkan, bahwa Al Qur'an telah tercatat secara utuh pada zaman nabi Muhammad Saw, hal ini dapat kita baca dalam penelitian Prof Dr M.M. Al 'Azami.

Hal ini selaras dengan Al Qur'an yang telah menyebutkan kata kertas, tinta dan pena dalam ayat ayatNya,

Binatang Ternak (Al-'An`ām):7 - Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas KERTAS, lalu mereka dapat menyentuhnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah orang-orang kafir itu berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata".

Penghuni-penghuni gua (Al-Kahf):109 - Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi TINTA untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)".

Keluarga Luqman:27 - Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi PENA dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Itu artinya zaman nabi, yang namanya kertas, kulit, tinta dan pena telah lumrah dipakai sebagai alat tulis menulis dan surat menyurat sebagaimana dibuktikan dengan surat surat nabi kepada para Raja

Maka tidak dapat disangkal lagi bahwa Al Qur'an telah dicatat dengan tinta diatas kertas dan kulit pada masa Nabi secara rapih, dan telah lengkap catatan itu. Dimana catatan itu ditulis oleh juru tulis nabi yang berjumlah 65 orang. Catatan catatan Al Qur'an inilah yang sering saya sebut Sebagai dokumen nabi 

Pertanyaannya, kemana dokumen catatan Al Qur'an yang telah ditulis di zaman nabi itu ketika nabi telah wafat?

Ya diwariskan. Kepada siapa?
Apakah kepada abu bakar? Tentu bukan karena abu bakar sendiri malah membuat duplikasinya sendiri atas usul umar, hal ini dapat andppppp0a baca didalam penelitian Prof Dr M.M Al 'Azami berikut

https://surausalikin.files.wordpress.com/2008/11/sejarah-teks-alquran.pdf

Itu artinya tidak diwariskan kepada abu bakar, dan Umar. Lalu bagaimana dengan Usman? Usman pun tidak diwariskan, kenapa? Itu karena dia sendiri membuat duplikasi Al Qur'an disaat dia jadi khalfah dengan memakai sumber Al Qur'an duplikat dari abu bakar yang kemudian dikenal sebagai mushaf Usmani

Mengapa saya sebut duplikat? Karena semua yang diluar dokumen asli nabi maka itu artinya duplikasi

Dan bagaimana hukumnya? Ya bid'ah karena nabi tidak pernah membuat duplikasi Al Qur'an yang telah dicatatkan kepadanya, hal ini dapat kita baca dalam penelitian Prof Dr Al 'Azami bahwa abu bakar dan sahabat sahabat yang lain keberatan atas usulan Umar untuk membuat duplikasi Al Qur'an yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Itu artinya semua ummat yang mau melihat Al Qur'an ya lihat pada catatan nabi, yang tentunya disimpan sendiri oleh Nabi

Lalu kepada siapa dokumen nabi tersebut diwajibkan jika bukan kepada abu bakar Umar dan Usman? Ya kepada imam Ali as

Inilah dokumen resmi Al Qur'an yang asli, selainnya adalah duplikasinya. Dan sayangnya duplikasi itu dibuat tanpa izin nabi dan izin imam Ali as sebagai pihak yang diwarisi Al Qur'an nabi

Bagaimana nilainya? Ya ilegal

Tujuannya apa?
Sama seperti ketika anda mempunyai sertifikat tanah, itu sebagai bukti penguasaan lahan.
Jika ada orang yang menduplikasi sertifikat anda tanpa izin, itu artinya? Ya ingin menyerobot penguasaan lahan

Seperti itulah Al Qur'an yang terduplikasi tanpa izin, tujuannya adalah ingin menyerobot penguasaan ummat Muhammad.

Bagian lanjutan



Salah satu audens Mashudi berkata

Hamka Arsad jadi klo begitu Alloh bisa di kalahkan kleh umar yah sehingga bisa membuat quran kacau ga karuan sebagian di bakar.  trus firman Alloh janji Alloh inna nahnu nazalna dikro wainnahu lahopidun.  itu bagaimana.   sama keyakinan syiah dgn Kristen yang tuhan nya bisa di kalahkan oleh samson.   lah ini lagi tuhan kalah sama umar....  hadeuuih keyakinan kacau

______

Mashudi Al Qur'an tetap terjaga di dalam diri para rasul saksi, para imam

Al Qur'an yang tertulis itu adalah Al Qur'an yang nabi turunkan dari dalam dirinya keatas lembaran lembaran kertas ataupun kulit

Al Qur'an yang sebenarnya ya dalam diri nabi Muhammad Saw

Demikian pula Al Qur'an yang hari ini kita pegang adalah Al Qur'an yang diturunkan dari diri Sahabat Sahabat nabi yang masuk dalam kelompok ahli Qurra, jadi nilainya beda sekalipun sama sama Al Qur'an

Pertama adalah Al Qur'an yang Nuzul dari nabi Muhammad Saw lalu direkam dalam diri sahabat, lalu dari diri sahabat diturunkan kedalam lembaran lembaran Al Qur'an yang ditulis kembali di masa abu bakar, dan kemudian ditulis kembali di masa Usman, lalu dari sini dicetak dalam beberapa cetakan dan disebarkan dari sana nanti dicetak berulang kali dan hadir dihadapan kita hari ini

Jadi nilainya sudah 3 atau 4 turunan, dan duplikasi tak terbatas

Jika Al Qur'an memiliki nilai dzahir dan bathin maka nilai dzahir dan bhatin paling kuat adalah nilai Al Qur'an yang turun langsung dari diri nabi yang diimla'kan (didiktekan) sendiri oleh nabi dan dicatat kedalam lembaran lembaran kertas maupun kulit yang ada di zaman nabi

Nilai Al Qur'an itulah yang memiliki bhatin paling kuat, yang melihatnya saja jiwa bisa menangis dengan sendirinya

Itu yang saya sebut dokumen nabi, yang dimasa abu bakar, dokument itu tidak berada padanya sehingga dia harus memanggil Zaid bin Tsabit untuk menjalankan usulan Umar agar membuat Al Qur'an yang diturunkan dari diri sahabat nabi (ahli Qurra)

Nilainya apakah sama? Ya beda

Satu turun langsung dari diri suci nabi dan yang satunya diturunkan dari diri Sahabat nabi

Sama sama Al Qur'an tapi beda keluarnya ya beda nilai bhatiniahnya, dzahirnya nampak sama, bhatiniahnya beda

Jika Al Qur'an yang ditulis langsung dari diktean nabi itu diperlihatkan sekarang kita tidak pernah tau kekuatan apa yang akan terpancar darinya, karena itu berasal dari diktean jiwa yang suci, Nuzul dari jiwa yang suci

Nah kemana dokumen itu? Sampai sampai tidak ada pada abu bakar? 

Misalnya anda seorang pengusaha, anda mempekerjakan pencatat untuk mencatatkan semua transaksi anda, kira kira dimana catatan transaksi anda yang telah dicatatkan oleh para pencatat? Apakah dibawa pulang para pencatat atau anda simpan sebagai referensi anda? Tentu anda simpan. Bukti ini bisa kita lihat pada Zaid bin Tsabit saat dipanggil oleh abu bakar untuk menulis kembali Al Qur'an dari para ahli Qurra, Zaid saat itu tidak memberikan catatannya yang dulu dia catat pada masa nabi, mengapa? Itu karena memang Zaid dan para penulis lainnya tidak menyimpan tulisan tersebut.

Demikian pula Al Qur'an yang nabi suruh kepada 65 pencatat untuk mencatatkan, dimana Al Qur'an itu? Ya disimpan oleh nabi, bukan disimpan oleh 65 pencatat, dan ketika nabi wafat dimana catatan itu? Tidak ada pada abu bakar, Umar maupun Usman, lalu dimana? Dimana kira kira jika tidak ada pada ke 3 sahabat diatas? Ya sudah pasti berada pada Imam Ali as, dimana lagi jika bukan pada imam Ali as?

Itu artinya secara kasat mata kita diperlihatkan bahwa nabi tidak mewariskan Al Qur'an kepada abu bakar, makanya abu bakar kemudian membuat Al Qur'annya sendiri atas bantuan Zaid bin Tsabit dan ahli Qurra. 

Ini apa artinya? Itu artinya dia tidak pantas menjadi pemimpin, sebab pemimpin harus berlandaskan Al Qur'an dalam memimpin ummat sedang dia tidak diwarisi Al Qur'an oleh nabi maka bagaimana dia bisa memimpin ummat?

Demi melegalkan dirinya pantas memimpin ummat itulah maka dia membuat Al Qur'annya sendiri atas usulan Umar, yang semula abu bakar takut melakukannya, tapi demi legalitas maka dia pun memberanikan dirinya. 

Nah Al Qur'an itulah yang kemudian ditulis kembali oleh Usman yang kemudian dilengkapi atau direvisi atas kekurangan dan dialek dan hadir dihadapan kita.

Apakah itu bukan Al Qur'an? Ya Al Qur'an juga, hanya saja nilai bhatiniahnya beda.

Kedua, kemana dokumen catatan nabi itu? Secara dzahir ada pada masa nabi, tapi kemudian hilang pada masa setelah wafatnya nabi? 

Hanya ada dua kemungkinan
Pertama jika tidak berada pada Ketiga sahabat tersebut maka ada pada imam Ali as

Kedua jika tidak pada imam Ali as maka mungkin sudah dimusnahkan oleh penguasa pertama, tapi ini mungkin tidak dilakukan sebab dia pasti akan memegangnya sebagai legitimasi sah pewaris Al Qur'an, tapi faktanya dia membuat Al Qur'an sendiri demi legitimasi sebagai pemimpin ummat, itu artinya tidak berada pada abu bakar.

Itu artinya ada pada kemungkinan pertama, yaitu ada pada Imam Ali as

Lalu dimana Al Qur'an suci yang didiktekan oleh Nabi Muhammad Saw sendiri itu? 

Jika kita sampai saat ini tidak menemukan acara dzahir saat ini dan tidak mungkin dibakar oleh imam Ali as sebagai warisan nabi, maka satu satunya jawaban adalah Al Qur'an itu dipindahkan ke alam ghaib oleh Imam Ali as

Ya Imam Ali as menyimpannya di alam ghaib yang tidak nampak secara dzahir

Hanya itu pilihannya.

Tujuannya apa? Untuk menjauhkan Al Qur'an dari orang orang yang memang nabi tidak mewariskannya kepadanya

Dan kedua sebagai hujjah bagi imam Mahdi as kelak ketika muncul, yaitu dengan membawa dokumen asli nabi Muhammad Saw 

Itu artinya jika ada seseorang yang mengaku dirinya imam Mahdi as tapi tidak bisa menunjukkan dokumen catatan asli yang nabi sendiri diktekan maka dia bukan imam Mahdi as

https://surausalikin.files.wordpress.com/2008/11/sejarah-teks-alquran.pdf

Bid'ah yang sebenarnya



Zaman nabi, ketika mendengar perkataan nabi, maka kaum mukminin "sami'na wa atho'na" kami dengar dan kami taati

Zaman sahabat nabi, setelah nabi wafat, ketika mereka mendengar perkataan nabi maka kaum mukminin "saya dengar yang bagi saya adalah hadis nabi tanpa menyalahkan sahabat lain dan biarkan Al Qur'an yang menjadi penentunya" ini yang dilakukan oleh Imam Ali as dan Muawiyah dalam perang Siffin

Yang mendengar dan menyalahkan serta membunuh orang lain hanyalah kaum khawarij

Zaman tabiin, atau zaman setelah sahabat nabi, ketika mereka mendengar hadis nabi maka yang terjadi adalah "kami dengar dan kami taati yang bagi kami tidak bertentangan dengan Al Qur'an tanpa harus menyalahkan orang lain, ini yang dilakukan Umar bin Abdul Azis, imam Malik, imam Hanafi, Imam Syafi'i, Imam Ja'far Shodiq as, semuanya bebas memeluk pemahaman mana saja dan dimana saja, merdeka dalam menjalankannya.

Zaman tabiut tabiin barulah terjadi bid'ah yang tidak pernah dilakukan oleh zaman zaman sebelumnya

Hadis mulai dikelompokkan mana yang shohe dan mana yang tidak menurut sekelompok orang yang mayoritas dan dominan, ini adalah "superioritas golongan" 

Menyalahkan kelompok lain sebagai sesat dan wajib diperangi

Padahal zaman sahabat tidak seperti itu, hadis bertebaran, siapapun berhak menyampaikan hadis yang bagi dia itu adalah hadis nabi tanpa ada yang mengatakan itu hadis shohe ataupun dhoif sebab istilah itu baru ada pada 200 tahun kemudian ketika Bukhari Muslim lahir dan menciptakan istilah baru yang kemudian menciptakan Malapetaka

Mengapa? Karena disaat itulah hadis hadis yang dianggap tidak shohe baginya dimusnahkan, dihapuskan, jumlahnya mencapai ribuan bahkan jutaan hadis

Akibatnya hadis yang tidak terdapat didalam kitab hadis karangan Bukhari Muslim adalah dianggap dhoif, sesat, bid'ah dan kafir maka mulailah berkecamuk perang antar Mazhab yang tidak pernah terjadi di zaman sahabat, zaman tabiin, sebab semua orang pada saat itu berhak mempunyai hadis apapun tanpa orang lain berhak meyesat nyesatkannya

Kapan itu terjadi? 

200 tahun setelah nabi wafat, orang orang yang sok pintar mengelompokkan hadis hadis berdasarkan sanad dan matan. Sanad itu rantai periwayatan, sedangkan matan adalah isi hadisnya.

Mana kala didalam sanadnya ditemukan orang yang dianggap pendusta, pelaku bid'ah maka hadis itu dianggap dhoif, padahal bisa saja dia memang pendusta tapi bisa jadi hadis yang dia sampaikan benar benar dari nabi yang dia dengar dari orang lain, hanya karena dia seorang pendusta atau dituduh seorang pendusta maka hadis itu dibuang dan dimusnahkan. Nah bagaimana jika ternyata hadis itu benar benar ternyata hadis nabi? Nah celaka, hadis nabi dimusnahkan

Makanya zaman sahabat dan tabiin ketika orang yang membawakan hadis itu seorang pendusta maka orang tidak berani menyatakan itu hadis palsu, mereka tetap mencatatnya dan membiarkan Al Qur'an yang memutuskan apakah sejalan dengan Al Qur'an atau tidak, jika sejalan maka tetap dipakai dan disimpan

Hal inilah yang kemudian di 200 tahun setelahnya disortir dan dibuang

Mengapa harus dibuang? Jika itu benar hadis nabi bagaimana? Maka inilah bid'ah yang sebenar benarnya

Disamping itu hal ini adalah kezaliman, bagaimana tidak, sanad atau rantai periwayatan hadis itu berjenjang dari generasi pertama kepada generasi kedua, ketiga dan keempat yang kesemua generasi itu bisa jadi telah wafat, lalu satu atau dua periwayatnya dijustifikasi sebagai pendusta tanpa hak jawab padahal mereka telah wafat. Ini adalah kezaliman yang nyata

Menegakkan keyakinan diatas kezaliman adalah kezaliman itu sendiri

Makanya sejak awal pada tabiin atau sahabat nabi tidak pernah berani menjustifikasi periwayatan hadis, sebab itu sama saja zalim kepada orang lain dan hadis itu sendiri

Hal itu baru terjadi di masa 200 tahun setelahnya, dan disanalah asal mula Malapetaka terbesar umat Islam

Selasa, 02 Maret 2021

Al Qur'an akan mengutukmu


Menyusun suatu tulisan berdasarkan salinan terkadang tidak bisa 100% sempurna, pasti saja ada ditemui kesalahan ejaan, kesalahan penyusunan halaman, bab atau ada bagian yang tidak ikut tersusun. Itu fakta dan realita yang terjadi dimana mana

Apalagi hanya sekedar ingatan, menyusun berdasarkan ingatan bisa diklaim 100% sama persis atau identik? Mustahil.

Demikian pula penyusunan Al Qur'an zaman abu bakar dengan mengandalkan daya ingatan semata. Dimana para ahli Qurra sudah banyak yang meninggal, tentu sangat aneh jika diklaim 100% sama dengan al Qur'an yang ditulis di zaman nabi, ini sangat tidak logis, sebab menyusun dengan berlandaskan dokumen real saja sebagai acuan penyalinan bisa terjadi kekeliruan apalagi hanya mengandalkan ingatan? 

Maka itulah dapat diduga penyusunan Al Qur'an zaman abu bakar tidak seluruhnya terbukukan dengan sempurna

Lalu gimana dengan firman Allah

Al-Ĥijr:9 - Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

Yang dipelihara ya Al Qur'an yang ditulis di zaman nabi itulah yang dijamin dipelihara dari kesalahan

Sedangkan Al Qur'an yang disalin darinya apalagi hanya mengandalkan ingatan maka darimana bisa terjaminnya? Kecuali itu disalin dari dokumen asli catatan Al Qur'an dari nabi 

Itu artinya Al Qur'an kita ini adalah pembukuan berdasarkan daya ingatan bukan pembukuan berdasarkan salinan dari dokumen yang tersedia

Maka tidak bisa dijamin kelengkapan pembukuannya. Akan tetapi tetap disebut al Qur'an. Karena bagaimanapun juga Al Qur'an ini disusun dari daya ingat akan Al Qur'an itu sendiri yang pernah ditulis di zaman nabi. Nilainya? Hanya 70%, karena boleh jadi ada surat surat atau ayat ayat yang terlupakan dalam proses penyusunannya. Itu lumrah dan logis karena manusia biasa tempatnya salah dan lupa. Sehingga mau tidak mau ya inilah yang kita pake sebagai salinan pengganti Al Qur'an yang asli.

Yang menjadi pertanyaan adalah dimana dokuman tulisan Al Qur'an yang asli yang berasal dari zaman kenabian,,,? Bukankah zaman abu bakar dan kenabian itu sejaman? Dimana dokumen itu? Tentu dipegang sama yang diwariskan oleh nabi

Dokumen itu adalah hak nabi, karena Al Qur'an diturunkan kepadanya, maka ketika nabi memerintahkan 65 juri tulis untuk menulis Wahyu Al Qur'an, tentu tulisan itu bukan untuk dibawa pulang oleh sang pencatat tapi untuk disimpan oleh nabi.

Hal ini bisa kita lihat dari penelitian bahwa ketika Zaid bin Tsabit salah satu penulis nabi dipanggil oleh abu bakar agar menyusun Al Qur'an maka Zaid bin Tsabit tidak menyerahkan tulisan Al Qur'an yang pernah dia tulis sebelumnya, karena memang dia tidak memiliki tulisan tersebut 

Dimana tulisan itu? Ada pada nabi Muhammad Saw, nah Al Qur'an itulah yang dijamin dipelihara oleh Allah

Sedang Al Qur'an yang disusun oleh abu bakar adalah bentuk salinan Al Qur'an yang berasal dari daya ingat penulis Al Qur'an di zaman nabi, jadi bahasa sekarang disebut salinan atau copyan Al Qur'an, yang tidak bisa diklaim 100% tanpa kekurangan karena hanya mengandalkan ingatan

Nah, pertanyaannya mengapa abu bakar mau menyusun Al Qur'an berdasarkan ingatan jika tulisan Al Qur'an yang berasal dari nabi masih ada? Ini sangat aneh dan mengherankan, mengapa tidak tulisan Al Qur'an zaman nabi itu yang dibukukan saja, atau mengapa tidak menyalin dari dokumen Al Qur'an itu saja?

Itu karena lembaran lembaran Al Qur'an tersebut tidak dipercayakan nabi kepadanya. Karena dia memaksa jadi Khalifah dan Khalifah perlu memimpin dengan Al Qur'an maka dibuatlah kitab Al Qur'an yang diharapakan sama persis dengan Al Qur'an zaman nabi, makanya dia memanggil penulis Al Qur'an zaman nabi untuk menyusun hal yang serupa

Itu ibarat sertifikat tanah, yang tidak ada padanya tapi dia mau membuat sertifikat serupa.

Gunanya? Ya gunanya sertifikat untuk apa? Penguasaan lahan bukan? Agar ada bukti legitimasi bahwa dialah penguasa lahan

Nah sama dengan abu bakar, menghendaki dibikinkan Al Qur'an yang diharapakan serupa dengan Al Qur'an nabi dengan tujuan legitimasi untuk menjadi penguasa ummat

Nah al Qur'an yang dibentuk inilah yang diwariskan sampai hari ini yang tentu mengalami revisi zaman Usman. Jadi ibarat sertifikat ya ini hanya copiannya, hanya bisa diakui berfungsi jika mendapat legalisir dari pemilik sertifikat atau pihak yang telah diwariskan

Nah nabipun telah mewariskan Al Qur'an yang dulu ditulis di zamannya. Pertanyaannya adalah kepada siapa nabi mewariskan Al Qur'an itu? Ke abu bakar mustahil, karena dia membuat copiannya sendiri, kepada Umar tidak mungkin karena dia yang mengusulkan buat copyan, kepada usman pun bukan, karena Al Qur'an dizamannya dicetak berdasar Al Qur'an zaman abu bakar yang direvisi

Nah jika bukan kepada tiga tokoh utama tersebut, lantas kepada siapa? Ya siapa lagi jika bukan imam Ali as

Jadi sertifikat itu diberikan kepada imam Ali as, sehingga jika ada copiannya maka wajib mendapat legalisir dari imam Ali as sebagai pemegang sertifikat tersebut

Makanya disebutkan dalam hadis aku tinggalkan dua perkara yang berat, yaitu Al Qur'an dan Ahlul bait ku, satu adalah sertifikat dan satunya lagi adalah pemberi legalisir

Jika berpegang pada keduanya maka dijamin selamat

Dan abu bakar menolaknya makanya dia buat copyan sendiri tanpa legalisir imam Ali as dan mulai menguasai ummat nabi secara paksa

Hal ini dapat dilihat ketika abu bakar membantai mereka semua yang menolak tunduk padanya, hal ini dapat kita lihat dalam pembantaian sahabat sahabat nabi gara gara ingin menegakkan at Taubah 103

Jadi Al Qur'an yang ada saat ini bisa dikatakan copyan ilegal, selama tidak mendapatkan legilisir dari imam Ali as, caranya gimana? Ya berwilayah kepadanya, menjadi pendukungnya dan pengikutnya.

Jika tidak maka al Qur'an itulah yang akan mengutukmu selama lamanya

https://surausalikin.files.wordpress.com/2008/11/sejarah-teks-alquran.pdf

Kamis, 25 Februari 2021

imam adalah para rasul saksi

Sapi Betina (Al-Baqarah):143 - Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat yang mana ini?), umat yang ADIL dan PILIHAN agar kamu menjadi SAKSI atas (perbuatan) MANUSIA dan agar Rasul (Muhammad) menjadi SAKSI atas (perbuatan) KAMU. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

Ini ummat yang mana yang dimaksud akan menjadi saksi bagi manusia?

Yuk mari lihat tugas mereka di akhirat?

Nabi Hud:18 - Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan PARA SAKSI akan berkata: "Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka". Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim,

jadi para saksi ini akan bersaksi bagi manusia, sedang saksi itu harus hadir ditengah tengah manusia ketika mereka masih hidup, sebab bagaimana bisa jadi saksi jika mereka tidak hidup atau berada di tengah tengah manusia? Menyaksikan mereka?

Maka jelas saksi disini adalah mereka yang hidup sezaman dengan orang orang yang dia akan persaksikan

Dan saksi ini gak mungkin nabi Muhammad Saw sebab dalam ayat diatas nabi Muhammad Saw menjadi saksi bagi ummat umat yang adil dan pilihan tersebut

Nah siapa ummat ini? Anda? Anda yakin sudah adil? Ini kata Allah loh ya? Bahwa ummat ini adil dan pilihan, kamu yakin selama ini sudah berbuat adil atau belum?🤭 Ayo, jujur dalam hati kalian, sama istri gimana sudah adil atau belum? Sama anak anak gimana sudah adil apa belum? Sama teman teman kantor, teman sebaya, teman teman mesjid dst sudah adil atau belum? Coba deh instrospeksi diri, sebab ketika Allah mengatakan ummat ini adala ummat yang Adil maka mereka benar benar adil, adil dalam segala aspek dan segala kondisi, apakah anda termasuk kedalamnya? Tentu bukan, jujurlah

Kedua, jika anda ngotot mengatakan saya adil dan pilihan, maka siapa yang kelak Anda akan bersaksi atas diri mereka? Teman teman anda? Apa anda sudah lebih baik dari mereka? Ustad anda? Ulamamu? Masa mereka mau kamu menjadi saksi bagi mereka?

Ketiga, jika kamu jadi saksi bagi mereka, maka siapa jadi saksi bagi dirimu? Mereka? Waduh jadi saling jadi saksi satu sama lain nih?  Gimana cara mendengarkan mana kesaksian yang harus diterima? Kamu jadi saksi bahwa dia zalim lalu dia juga bersaksi bahwa kamu zalim juga, wah ini kesaksian siapa yang harus diterima?

Itu artinya bukan kamu yang jadi saksi, siapa?

Memperjalankan di waktu malam (Al-'Isrā'):71 - (Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.

Jadi tiap tiap ummat dipanggil dengan imamnya, imam inilah yang akan membacakan kitab amalan manusia, maka dialah yang menjadi saksinya karena dialah yang membacakannya, dan kamu sebagai terdakwa yang akan didakwa atas isi catatan amal, nah kamu ini pula lah yang nanti para saksi akan berkata dalam Hud 18, "Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka"

Nah saksi saksi inilah yang nanti nabi beraksi atas diri mereka diatas

Mereka ummat (saksi saksi) adalah pilihan Allah yang pasti adil.

Mereka inilah yang disebut para imam imam, mereka jugalah para rasul saksi

Wanita (An-Nisā'):41 - Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).

Nabi Yunus (Yūnus):47 - Tiap-tiap umat mempunyai rasul (saksi); maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya.

Jadi para rasul saksi berurusan dengan ummat dan Rasulullah berurusan dengan para Rasul saksi

Sebab nabi Muhammad Saw tidak mungkin bisa jadi saksi bagi semua ummatnya, karena kesaksian dalam Hud 18 adalah kesaksian saksi yang hadir disetiap zaman dan menyaksikan orang berbuat zalim atau tidak

Sebab bagaimana bisa Nabi Muhammad Saw bisa mengatakan orang orang inlah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka? Jika mereka sendiri tidak menyaksikan perbuatan mereka di dunia?

Nabi Hud:18 - Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan PARA SAKSI akan berkata: "Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka". Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim,

Maka saksi itu adalah rasul saksi tiap zaman atau imam imam yang adil dan pilihan

Kamis, 11 Februari 2021

Kapan Imam Ali as diangkat menjadi Rasul saksi?

Setelah saya memposting tentang kerasulan imam Ali as lewat video YouTube, maka ada yang bertanya, sejak kapan imam Ali as diangkat menjadi rasul?

Ini penjelasannya

Kapan imam Ali as diutus menjadi rasul saksi?

Jika kita melihat dari ayat Hud 71 kita bisa melihat apa tugas dari saksi tersebut, yaitu menjadi saksi bagi tugas dakwah nabi Muhammad Saw, itu artinya sebelum nabi mendapat tugas dakwah maka Rasul saksi sudah harus ada.

Kapan tepatnya Imam Ali as diangkat jadi rasul saksi? 

Satu barisan (Aş-Şaf):6 - Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa Al Bayynat (bukti-bukti yang nyata), mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata".

Apa itu Al bayyinat? Lihat dalam surat Al bayyinat untuk mendapat penjelasannya

Pembuktian (Al-Bayyinah):1 - Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka Al bayyinat (bukti yang nyata),

Pembuktian (Al-Bayyinah):2 - (yaitu) seorang Rasul dari Allah yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (di malail a'la),

Yang didalam lembaran lembaran suci itu terdapat semua isi kitab seperti Taurat Zabur Injil dan Al Qur'an

Dijelaskan dalam ayat ini bahwa Al bayyinat adalah seorang rasul dari Allah yang mampu membacakan lembaran lembaran yang disucikan.

Dimana lembaran itu?
Di malail a'la (baca penjelasan Ibnu Katsir)

Ia Bermuka masam (`Abasa):13 - di dalam kitab-kitab yang dimuliakan,
Ia Bermuka masam (`Abasa):14 - yang ditinggikan lagi disucikan,
Ia Bermuka masam (`Abasa):15 - di tangan para penulis (malaikat),

Jadi dalam ayat Al bayyinat ini dijelaskan bahwa orang orang musyrik dan ahli kitab menolak masuk Islam sebelum datang seorang rasul yang bisa membacakan lembaran lembaran yang disucikan, yang berada di alam malail a'la

Siapa dia? Nabi Muhammad? 

Bukan, sebab nabi Muhammad Saw lah yang berdakwah kepada mereka dan mereka menolak ajakan nabi untuk masuk Islam sebelum datang padanya seoang rasul yang lain yang bisa membacakan lembaran lembaran yang disucikan yang berada di alam malail a'la

Maka nabi memanggil siapa? Imam Ali as, dialah rasul yang dimaksud dalam ayat Al Bayyinat diatas

Jadi bukan nabi Muhammad Saw yang dimaksud sebagai rasul dalam Al bayyinat ayat 2 diatas, tapi imam Ali as. Mengapa? Karena ada tugas membaca lembaran lembaran yang disucikan di alam malail a'la, dan nabi diposisikan Allah sebagai ummi atau tidak dapat membaca dan menulis, agar tidak ada tuduhan bahwa ayat al Qur'an adalah hasil plagiat nabi terhadap kitab sebelumnya. Maka itulah mustahil nabi Muhammad Saw yang dimaksud dalam surat Al bayyinat diatas

Pembuktian (Al-Bayyinah):2 - (yaitu) seorang Rasul dari Allah yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (di lauh Mahfuz),

Nah itu artinya Al bayyinat adalah rasul saksi Imam Ali as

Inilah yang disebut dalam as saf ayat 6

Satu barisan (Aş-Şaf):6 - Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala RASUL (Muhammad) itu datang kepada mereka dengan membawa Al Bayynat (Rasul saksi Imam Ali as), mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata".

Ya karena bagaimana bisa imam Ali as membacakan lembaran lembaran yang disucikan yang berada di lauh Mahfuz jika dia bukan rasul?

Maka setelah itulah mereka bertengkar satu sama lain

Pembuktian (Al-Bayyinah):4 - Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.

Sebab ketahun dari apa yang dibacakan oleh Imam Ali as dari lembaran lembaran yang disucikan bahwa isi kandungan kitab mereka saat itu yang berada ditangan mereka sudah banyak berbeda dari kitab Taurat asli yang berada di malail a'la

Jadi kapan imam Ali as diutus? Yaitu bertepatan ketika nabi Muhammad Saw diutus, sebab nabi Muhammad Saw diutus membawa Al Bayynat (imam Ali as).

Jadi diutusnya Nabi Muhammad Saw sebagai Nabi dan Rasul sekaligus membawa serta Imam Ali as sebagai Al bayyinat atau rasul saksi baginya