Kamis, 02 Januari 2020

Berjalan dengan para Rasul ( bag 2)



Pada bagian satu dijelaskan bahwa orang Arab mengalami dua fase, fase pertama adalah fase Islam (belum beriman) lalu kedua adalah fase beriman, butuh 10 tahun hidup bersama nabi/ rasul berulah diakui keimanannya oleh Allah, sekalipun orang Madinah pun diberlakukan hal yang sama. Pada saat nabi sudah di Madinah dan turun ayat ya ayyuhal ladzina amanu tetap yang baru masuk Islam dan belum hidup bersama sama Rasul dalam kurun waktu tertentu tetap dipandang belum beriman oleh Allah

Kamar-kamar (Al-Ĥujurāt):14 - Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

Butuh sekian tahun lagi setelah benar benar taat dan patuh pada Allah dan Rasul barulah nanti akan diakui keimanannya

Al hujurat 14 "karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu"

Artinya kalaupun mati dalam kondisi Islam dan belum beriman tapi tetap taat pada Allah dan Rasul-Nya maka amalnya tidak sia sia karena telah hidup bersama nabi dan berusaha taat padanya

Hal yang sama terjadi pada Bani Israil, butuh 40 tahun hidup di seantero Padang pasir telunta lunta bersama nabi Musa as barulah dipandang sebagai orang beriman dan diizinkan memasuki kota suci-Nya Palestina

Jamuan (Al-Mā'idah):26 - Allah berfirman: "(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu".

Mengapa hal ini terjadi? Sebab orang yang hidup bersama rasul saja masih bisa fasik apalagi yang tidak hidup bersama nabi

Perhatikan ayat Al maidah 

Jamuan (Al-Mā'idah):21 - Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.

Jamuan (Al-Mā'idah):24 - Mereka berkata: "Hai Musa, kami sekali sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti disini saja".

Jamuan (Al-Mā'idah):25 - Berkata Musa: "Ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu".

Maka ketika mereka dipandang belum beriman maka diharamkan memasuki kota suci

Jamuan (Al-Mā'idah):26 - Allah berfirman: "(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu

Itu artinya ketika mereka sudah hidup bersama nabi selama 40 tahun barulah dipandang sebagai orang beriman

Lalu bagaimana kah jika Rasul Musa as wafat? Maka mereka bukan lagi hidup bersama sama rasul maka demi hukum ini "bahwa orang yang hidup bersama rasul saja yang dipandang beriman" maka Allah menetapkan 12 rasul pengganti bagi mereka agar mereka tetap dipandang sebagai orang beriman.

Tapi begitu 12 rasul rasul tadi wafat maka mereka dipandang lagi sebagai orang yang bukan beriman, Islam  ya, tapi beriman sudah tidak lagi, pada kondisi ini amal mereka tidak hilang sebagaimana dijelaskan dalam Al hujurat 14 diatas

Maka itulah mereka haram menempati kota suci Palestina sampai mereka hidup kembali bersama sama rasul yang datang kemudian yaitu Isa as, hal ini ditunjukkan dengan jatuhnya Yerusalem ke tanhan Romawi pada masa kekosongan rasul rasul sampai datang nabi Isa as. Rasul yang lain

Demikian pula Islam hari ini jika tidak hidup bersama rasul rasulNya maka dipandang bukan orang beriman, hanya Islam, karena itulah ada yang namanya rasul saksi, yang dimulai dengan Imam Ali as sebagai rasul saksi pertama lalu dilanjutkan dengan rasul rasul yang lain sampai ke imam Mahdi as

Imam Mahdi as adalah Rasul, utusan Allah

Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga DIUTUS padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku (Muhammad bin Abdullah) . Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.” (HR abu Dawud 9435)

Imam Mahdi as diutus oleh Allah yang sebelumnya diislahkan olehNya semalam

Al-Mahdi berasal dari umatku, yang akan diislahkan oleh Allah dalam satu malam. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Diislahkan, artinya dipisahkan dari ummat yang lain, ya imam Mahdi as adalah ummat Muhammad sekaligus rasul saksi, yang diutus oleh Allah dan sebelum memimpin manusia di akhir dunia maka dia diislahkan oleh Allah satu malam

Haji (Al-Ĥaj):47 - Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.

Sajdah (As-Sajdah):5 - Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu

Seribu tahun dia diislahkan, di asingkan, di ghaib kan oleh Allah. 

Itu artinya dia telah ada sejak 1000 tabun lalu dan diislahkan oleh Allah ke alam ghaib yang tidak dapat dijangkau oleh manusia biasa

Itu artinya setelah kemunculannya lah dan kita hidup bersamanya itulah baru keimanan kita diakui oleh Allah, saat ini kita baru Islam, karena kita belum hidup secara real bersama rasul. Tapi ketika kita taat padanya lewat petunjuk dan arahan arahannya maka kita tetap dipandang Islam bukan kafir, karena rasul Mahdi as tetap menjalankan tugasnya walau dibalik islahnya lewat wakil wakilnya. Dalam kondisi seperti ini mereka yang benar benar taat dan patuh itulah yang hidup secara real bersama rasul, dan dipandang beriman. Sebaliknya bagi yang lain yang tidak taat maka bukan saja tidak diakui beriman, bahkan bukan lagi Islam.

Itu artinya islam pun memiliki rasul rasul yang lain yang menjadi pengganti Nabi Muhammad Saw, sebab itulah hukum Allah bahwa seseorang harus hidup bersama nabi atau rasul Allah barulah dipandang sebagai orang yang beriman, mereka inilah yang disebut sebagai 12 imam yang Maksum

Di dalam Sahih Bukhari misalnya, termuat hadits yang berasal dari Jabir yang mengatakan, “Rasulullah saw bersabda, ‘Akan muncul sepeninggalku 12 orang amir/imam‘, kemudian Rasulullah saw mengatakan sesuatu yang aku tidak mendengarnya. Lalu saya menanyakan kepada ayah saya, ‘Apa yang dikatakannya?’ Ayah saya menjawab, ‘Semuanya dari bangsa Qureisy.'” (Sahih Bukhari, jild 9, bab Istikhlaf, halaman 81)

Berjalan dengan para Rasul ( bagian 1)


Taukah mengapa selama 10 tahun ummat Islam belum diakui keimanannya oleh Allah pada masa sebelum hijrah? Darimana bisa ketahuan keimanan mereka belum diakui oleh Allah? Itu ditunjukkan dengan belum adanya ayat yang turun berbunyi ya ayyuhal ladzina amanu atau wahai orang orang yang beriman, masih ya ayyuhannas, wahai manusia. Ayat ayat atau surat surat yang turun pada peristiwa ini dikenal dengan istilah surat  Makkiyah.

Nanti setelah hijrah menuju Madinah barulah turun ayat yang berbunyi ya ayyuhal ladzina amanu, yang artinya keimamanan ummat Islam telah diakui oleh Allah

Sebagaimana ditunjukkan dengan ayat di bawah ini, ketika datang orang Arab Badui mengaku beriman kepada nabi saat tinggal di Madinah, maka Allah menyatakan dia belum beriman, mengapa demikian? Itu karena dia belum berjalan bersama Rasul dalam waktu tertentu

Kamar-kamar (Al-Ĥujurāt):14 - Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

Itu artinya sebelum itu mereka di Makkah  dipandang bukan sebagai orang yang beriman

Baru sekedar Islam, belum beriman

Butuh berapa tahun? 10 tahun hidup dan berjalan bersama nabi barulah keimanan mereka diakui oleh Allah 

Kamar-kamar (Al-Ĥujurāt):14 -....karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu TAAT KEPADA ALLAH DAN RASUL-NYA, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu

Itu artinya perlu berjalan bersama Rasul Allah dalam sekian waktu barulah seseorang dipandang sebagai orang yang beriman, jika tidak maka dia baru Islam

Sama halnya dengan Bani Israil, butuh sekian tahun, bahkan 40 tahun barulah Allah memandang mereka sebagai orang beriman dengan mengizinkan mereka memasuki Palestina kota yang dijanjikan

Sehingga jika mereka sudah tidak berjalan bersama Rasul lagi maka mereka tidak lagi dipandang sebagai orang beriman dan wajib keluar dari kota Palestina kota suci.

Untuk itulah Allah menjaga derajat keimanan mereka dengan mengangkat 12 Naqib atau imam yang semuanya ditunjuk sebagai Rasul rasul Allah pengganti Rasul Musa as

Jamuan (Al-Mā'idah):12 - Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus.

Ketika rasul rasul itu wafat maka mereka kembali dipandang bukan seorang beriman sehingga diutus lagi nabi Isa as 

Seperti itulah hukum beriman disisi Allah, harus berjalan bersama Rasul

Senin, 30 Desember 2019

Kapan imam Ali diangakat jadi rasul saksi


Dalam surat Hud 12-16 ada dua pihak yang disebut. Pihak pertama adalah Nabi Saw yang berdakwah dengan membawa bukti yang nyata dan pihak kedua adalah kaum kafir Quraisy.
Di Hud 17 ditambah lagi pihak ke tiga yaitu saksi dari Nya. Itu artinya saksi dariNya bukan bagian dari kedua pihak diatas, bukan nabi dan bukan kaum kafir Quraisy
Dia adalah pihak yang paling pertama menyatakan kebenaran nabi dan kemudian mengikuti nabi sebelum ada yang selainnya.

Besi (Al-Ĥadīd):18 - Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.

Besi (Al-Ĥadīd):19 - Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka.

Maka sahabat yang lain kala itu masuk dalam pihak ke dua, masih dalam keadaan kafir.

Imam Ali as lah yang paling pertama datang dan membenarkan apa yang diwahyukan kepadanya, disaat yang lain masih terlelap dalam kekafirannya

Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):81 - Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang RASUL yang MEMBENARKAN apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu".

Perjanjian ini termasuk Nabi Muhammad Saw didalamnya

Golongan-Golongan yang bersekutu (Al-'Aĥzāb):7 - Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh.

Dalam ayat ini Allah menjelaskan apabila datang padamu seorang Rasul maka kamu harus beriman padanya

Itu artinya rasul yang dimaksud belum ketahuan siapa, syaratnya dia yang pertama membenarkan apa yang diterima oleh nabi Muhammad Saw

Disaat orang itu mucul maka dialah yang memenangkan derajat kerasulan yang Allah tetapkan kepada siapa saja yang memenuhi syarat diatas, membenarkan apa yang diterima nabi dan dia yang meminjamkan apa yang ada pada dirinya untuk ikut bersama sama berjuang disisi Nabi saw, dan karena hanya satu maka tiada yang lain selain yang paling pertama

Jadi rasul saksi terbuka kepada siapa saja, baik laki laki maupun wanita, yaitu dia yang pertama membenarkan apa yang diwahyukan kepada nabi dan meminjamkan apa yang dia miliki kepada Allah, ya waktu, harta dan apa saja, Dan imam Ali karena miskin maka seluruh hidupnya ia pinjamkan kepada Allah dengan ikut mendampingi nabi dalam berdakwah

Jadi imam Ali as lah yang memenangkan derajat kerasulannya

Minggu, 29 Desember 2019

waming koblihi kitabu Musa IMAMAN warahmatan

Itu artinya kitab Musa hanya bisa jadi Rahmat mana kala ada imam diantara nya, apa maksud kitab Musa? Ya saat Musa sdh tdk ada lagi, makanya disebut kitab Musa, artinya setelah ketiadan Musa, kitabnya yaitu taurat harus melalui imam agar jadi Rahmat, jika tdk maka akan jadi musibah kayak Al Qur'an yang jadi musibah bagi seleruh alam Krn atas nama Al Qur'an main bom seenaknya

Sabtu, 28 Desember 2019

Haram mengubah firman Allah



Jika ada ayat yang tidak mampu kau pahami secara logika, atau hukum nahwu maka bukan ayatnya yang kau ubah ubah artinya sehingga memaksa bi menjadi "menerima" dan memaksa "imam" menjadi catatan amal

Itu artinya kamu yang kurang berusaha lebih kuat untuk memahami bahasa Allah

Masa bahasa Allah kau ubah ubah yang malah acak acakan artinya gak karuan?🤣🤣

Sapi Betina (Al-Baqarah):75 - Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka MENGUBAHNYA setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?.

Jangan mengubah ubah firman Allah, jika Allah mengatakan Bi ya itu artinya "dengan" bukan "menerima"

Jika Allah mengatakan "Imam" ya Imam, bukan catatan amal

Jangan mengubah ubah perkataan Allah, haram 

Wanita (An-Nisā'):46 - Yaitu orang-orang Yahudi, mereka MENGUBAH perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: "Kami mendengar", tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): "Dengarlah" sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan): "Raa'ina", dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan: "Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah MENGUTUK MEREKA, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.

MAU DIKUTUK ALLAH?

Sempurnakan

> Mengapa kita harus syahadat? Karena sebagai kewajiban syar'i untuk menjadi seorang muslim

> Mengapa kita menyatakan  Aliyu Waliyullah? Ali wakil Allah (sebagai saksi dari pihak Allah : Rasul Saksi)
Karena sebagai kewajiban syar'i untuk menyempurnakan syahadat keislaman kita¹

> Mengapa kita berimam? Sebagai kewajiban syar'i untuk memudahkan urusan kita diakhirat²

Mengapa semua itu sepertinya tidak pernah diajarkan sebelumnnya jika merupakan kewajiban syar'i?

Karena iblis ingin agar syahadat kita tdk Sempurna

Agar urusan kita di akhirat menjadi susah dan gagal

Itulah agenda besar iblis laknatullah alaih³

Karena itulah semua sudah diajarkan hanya diselewengkan

Semua sudah tercatat dalam Al Qur'an hanya dikaburkan dalam penafsirannya⁴

___________

1. Imam Ali as adalah rasul saksi
Nabi Hud:17 - Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang (Nabi Muhammad Saw) yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Quran) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Imam Ali as) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa, IMAMAN dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

Jamuan (Al-Mā'idah):83 - Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka CATATLAH kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (yaitu Imam Ali as + 11 IMAMAN).

2. Memperjalankan di waktu malam (Al-'Isrā'):71 - (Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap unasin (kumpulan manusia) dengan Imamnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka (imam imam) ini akan membaca kitabnya mereka (unqsin) itu, dan mereka (unasin) tidak dianiaya sedikitpun.

3. Inilah rencana besar iblis, dendam kesumat iblis terhadap Adam as. Ketika seseorang muslim telah bersusah payah bertungkuslumus beribadah sekuat tenaga, seikhlas-ikhlasnya ternyata sampai di sana dia bingung, Kitab catatan amalnya tidak ada yang membacakannya, maka kemalangan apa lagi yang paling malang dari kejadian seperti ini? Inilah yang diharapkan iblis, membiarkan ummat Islam tenggelam dalam ibadah dan ternyata semuanya sia sia belaka, ya seperti inilah yang dirasakan iblis ketika beribu ribu tahun ibadah ternyata sia sia karena Adam as, maka anak anak Adam as harus merasakan apa yang dia rasakan, seperti itulah rencana besar iblis

4. Penafsiran Hud 17 ini disembunyikan oleh Ibnu Katsir Al Kazzab, yang menyandarkannya perkataannya sendiri seolah olah itu dari Allah padahal dusta belaka. Dia secara sengaja mengatakan dalam tafsir Hud 17 bahwa Allah menceritakan bahwa orang yang beriman berada diatas fitrah, seolah olah itulah pembahasan dari Hud 17, padahal bukan, dalam Hud 17 dijelaskan adanya dua rasul, satu rasul pembawa syariat dan yang satu sebagai saksi (rasul saksi)

Bersegeralah, jangan menunda waktu, sebelum terlambat


Rombongan-rombongan (Az-Zumar):69 - Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diletakkan buku dan didatangkanlah dengan para nabi nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.

Wa asyraqati : dan terang benderang
Al ardhu : bumi
Binuri : dengan cahaya
Rabbiha : Tuhan-nya
Wawudi'a : dan diletakkan
Al Kitabu : kitab
Waji-a: dan didatangkan
Binnabiyyina : dengan para nabi nabi
Wasysyuhada : dan saksi saksi
Waqudiya : dan diberi keputusan
Baynahum : diantara mereka
Bihaqqi : dengan adil
Wahum : dan mereka
La : tidak
Yudzlamuna : mereka dianiaya / dirugikan

Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diletakkan buku (buku semua kejadian dari awal penciptaan hingga kiamat) dan didatangkanlah (kitab itu) dengan para nabi nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan, dengan cara melihat apa yang telah dicatat oleh malaikat 

Kitab itu adalah kitab yang berisi semua ajaran nabi nabi

Ia Bermuka masam (`Abasa):11 - Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan,

Ia Bermuka masam (`Abasa):12 - maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya,

Ia Bermuka masam (`Abasa):13 - di dalam kitab-kitab yang dimuliakan,

Ia Bermuka masam (`Abasa):14 - yang ditinggikan lagi disucikan,

Ia Bermuka masam (`Abasa):15 - di tangan para penulis (malaikat),

Ia Bermuka masam (`Abasa):16 - yang mulia lagi berbakti.

Ia Bermuka masam (`Abasa):17 - Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya?

Binasalah manusia yang ingkar pada saat itu, suhufan (lembaran lembaran) / kitab itu diletakkan dan didatangkan bersama para nabi nabi agar Allah memberikan pengadilan yang terbaik

Maka disamping para nabi nabi dihadirkan pula para saksi saksi dari semua kenabian, termasuk saksi saksi dari zaman kenabian Muhammad Saw,

Wanita (An-Nisā'):41 - Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul saksi) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).

Lebah (An-Naĥl):84 - Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan dari tiap-tiap umat seorang saksi (rasul), kemudian tidak diizinkan kepada orang-orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) mereka dibolehkan meminta maaf.

Lebah (An-Naĥl):89 - (Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

Cerita (Al-Qaşaş):75 - Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Kami berkata "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu", maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan.

Orang yg Beriman (Ghāfir):51 - Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat),

Saksi saksi inilah yang akan memberatkan kaum pendusta / kaum kafir dan menolong kaum beriman

Nabi Hud:18 - Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi akan berkata: "Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka". Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim,

Sudah siapkah kita menghadapi gugatan para saksi? 

Karena itulah kaum ahli kitab yang tau rahasia kitab kitab terdahulu mengetahui, bahwa penolong manusia kelak adalah para saksi, imam imam, setelah mereka menyatakan diri sebagai orang beriman, mereka memohon agar Allah mencatat mereka didalam golongan (Syiah)nya para saksi, yaitu Imam Ali as

Jamuan (Al-Mā'idah):83 - Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (Imam Ali as dan 11 imam imam).