Minggu, 19 Juli 2020

MUHAJIRIN dan ANSHOR pada mau kafir kembali


Siapakah kaum Muhajirin dan Anshar? Mereka adalah sahabat nabi, pada awal Islam. Mereka mendapatkan kemuliaan

Pengampunan (At-Tawbah):100 - Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

Itu artinya mereka sudah mendapatkan jaminan syurga, tapi sayang seribu sayang, mereka malah memilih mau kafir kembali, maka derajatnya jatuh kedalam fasik

Pengampunan (At-Tawbah):117 - Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka HAMPIR BERPALING (mau kafir kembali), kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka,

"Ah itu kan segolongan dari Muhajirin dan Anshar", lah kalo segolongan sudah mau kafir kembali kembali itu artinya Muhajirin dan Anshar emang tidak beres sejak awal buktinya mereka masih mau berpaling walau segolongan, Islam itu bagai satu badan, jika segolongan sakit maka segolongan lain sdh terinfeksi bibit yang sama.

Maka Muhajirin dan Anshar sudah kehilangan kemuliaannya disisi Allah, derajatnya menjadi fasik

Maka mereka butuh rasul pemberi petunjuk setelah ketiadaan nabi agar mereka dirawat kembali, sebab kejadian hendak berpaling terjadi pada masa akhir kenabian. Itu artinya jika mereka tidak dirawat dengan rasul pemberi petunjuk setelah masa kenabian berlalu maka sudah bisa dipastikan mereka akan tersesat

Guruh (Ar-Ra`d):7 - Orang-orang yang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang ( rasul)  yang memberi petunjuk

Maka siapa dari mereka mau ditolong untuk dirawat oleh rasul pemberi petunjuk, yaitu imam Ali as maka sudah pasti akan selamat

Nabi Muhammad Saw bersabda

مَنْ كُنْتُ مَوْلَاهُ فَعَلِيٌّ مَوْلَاهُ اللَّهُمَّ وَاَلِ مَنْ وَالَاهُ وَعَادَ مَنْ عَادَاهُ.

“Barangsiapa menjadikan aku sebagai maulanya (penolongnya), maka Ali juga sebagai maulanya. Ya Allah, cintailah orang yang mencintainya dan musuhilah orang yang memusuhinya.”

Kamis, 16 Juli 2020

Bagaimana cara Allah menjamin dan menjaga kesucian Al Quran (agamaNya agar tetap suci dan lurus?)


Seorang Nasrani bertanya
Valent Innocenti berkata:
Hamka Arsad hadist saja bisa Dipalsukan?? Apa bedanya dengan claim bahwa Injil dipalsukan? 
Sama sama palsu dong?

Saya menjawab

Valent Innocenti, hadis itu beda dengan al Qur'an, dia adalah kitab suci. 

Hadis bukan kitab suci 
Beda dengan Injil yang kitab suci, sama kayak Al Qur'an

Kalo Al Qur'an telah dijamin kesuciannya dengan Wahyu Allah SWT, (sama seperti Injil seharusnya nanti akan saya paparkan) bahwa 

1. setelah nabi Muhammad Saw wafat, masih ada rasul rasul penjaga disetiap zaman agar kesucian Al Qur'an tetap terjaga, yaitu rasul rasul pemberi petunjuk

Guruh (Ar-Ra`d):7 - Orang-orang yang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi PERINGATAN; dan bagi tiap-tiap kaum ada ORANG yang memberi PETUNJUK.

Orang yang memberi petunjuk ini adalah para utusan Allah juga atau disebut rasul rasul pemberi petunjuk, hanya saja kaum Sunni tidak mempercayainya

2. Bahwa Allah menjaga kesucian Al Qur'an dengan melarang siapapun menyentuhnya kecuali manusia suci alias rasul, siapa mereka? Ya para pemberi petunjuk diatas yang akan ada disetiap zaman sebagai konfirmasi akan kesucian Al Qur'an. Orang disetiap zaman bisa bertanya padanya tentang kesucian dan keotentikan Al Qur'an, jika ada ketidaksuiannya lagi maka merekalah yang akan mengkonfirmasinya

Hari Kiamat (Al-Wāqi`ah):77 - Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,

Hari Kiamat (Al-Wāqi`ah):78 - pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),

Hari Kiamat (Al-Wāqi`ah):79 - tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.

Jadi Al Qur'an dan semua kitab suciNya telah dijamin sendiri oleh Allah akan kesuciannya lewat dua poin diatas, yaitu

1. Pasti ada rasul penjaga yang bertugas memberikan petunjuk akan keotentikan kitabNya

Mana dalilnya? Ini dalilnya

Pembuktian (Al-Bayyinah):1 - Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,

Pembuktian (Al-Bayyinah):2 - (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Rasul pemberi petunjuk) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (di lauh Mahfuz),

Ayat ini turun berkenaan dengan orang kafir Quraisy dan ahli kitab yang menolak ajakan nabi setelah nabi Muhammad Saw membakan ajaran Islam lewat ayat suci Al Quran, mereka menolaknya sampai datang pada mereka Al bayyinat. Apa itu Al bayyinat? Yaitu seorang rasul yang membacakan lembaran lembaran yang disucikan yang berada di malail 'ala, ditangan para malaikat, yang didalamnya terdapat semua kitab kitab suci dari manusia pertama sampai kepada kitab terakhir

Pembuktian (Al-Bayyinah):3 - di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus.

Nah rasul inilah yang ditugaskan Allah untuk menjaga keotetikan kitab kitab Allah. Pada merekalah kita harus menanyakannya, sama seperti ahli kitab diatas, mereka tidak akan pindah agama sebelum yakin bahwa benar benar telah terjadi ketidaksucian lagi pada kitab suci yang ada pada mereka karena ulah orang orang terdahulu dari kalangan mereka. Sebab nabi Muhammad Saw diutus salah satunya karena telah terjadi pencemaran pada kitab suci sebelumnya. Makanya mereka meminta bukti, apakah benar kitab suci mereka telah ternoda? Maka itulah diayat Al bayyinat 1 mereka menuntut bukti itu sebagai syarat pindah agama. Makanya setelah rasul penjaga atau rasul pemberi petunjuk tadi membacakan lembaran lembaran yang disucikan tadi, yang didalamnya juga ada kitab Taurat dan Zabur itulah maka mereka kemudian berpecah belah karena sebagian mereka sadar akan ketidak beresan kitab yang ternyata telah ternoda dan sebagiannya lagi tetap kekeh pada pendirian bahwa kitabnya tidak tercemar

Pembuktian (Al-Bayyinah):4 - Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.

Padahal mereka sadari bahwa orang yang membacakan lembaran lembaran yang disucikan itu sama sekali tidak memegang lembaran lembaran itu, sebab lembaran lembaran itu berada di lauh Mahfuz, di alam malaikat. Rasul pemberi petunjuk itu membacakannya langsung dari lauh Mahfuz

Nah siapakah para rasul penjaga kitab suci tersebut? Mereka adalah para rasul rasul Allah yang selalu ada disetiap zaman yang berjumlah 12 orang pada setiap kenabian

Artinya pada zaman Musa as ada 12 orang yang dikenal dengan 12 naqib (Q.S Al maidah ayat 12)
Pada masa Isa as pun ada 12 orang yang dikenal dengan hawariyyin ( Ali Imran 52)
Dan pada masa nabi Muhammad Saw pun akan diikuti oleh 12 imam pula

Shahih Muslim, vol. 6, halaman 3

Jabir meriwayatkan bahwa ia mendengar Rasulullah saw yang agung bersabda, “Islam akan selalu besar hingga datang 12 Imam.” (Jabir berkata), “Kemudian beliau mengatakan sesuatu yang tidak kumengerti. Aku bertanya pada ayahku, ‘Apa yang beliau katakana?’ Ia menjawab, ‘Semuanya dari golongan Qurays.’”

Itu artinya semua agama akan tetap suci manakala berpegang pada 12 manusia suci alias 12 orang rasul pemberi petunjuk yang akan selalu ada pada setiap kenabian, termasuk Islam

Maka itulah Allah menyatakan bahwa nabi Muhammad Saw diutus membawa 2 hal, pertama membawa PETUNJUK dan yang kedua adalah AGAMA YANG LURUS

Pengampunan (At-Tawbah):33 - Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) PETUNJUK (Rasul pemberi petunjuk) dan AGAMA YANG BENAR untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.

Mereka inilah yang disebut dalam ayat ini

Guruh (Ar-Ra`d):7 - Orang-orang yang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi PERINGATAN; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang MEMBERI PETUNJUK.

Bahwa setelah nabi nabi memberikan peringatan maka akan ada orang orang (rasul rasul) yang memberikan petunjuk agar kitab sucii tersebut selalu suci, mereka ini ada disetiap zaman, pada Nabi Musa as, Isa as dan nabi Muhammad Saw, makanya dalam ayat diatas Allah berfirman bahwa engkau Muhammad hanyalah seorang pemberi PERINGATAN dan masih ada rasul rasul pemberi petunjuk yang akan diutus, mereka inilah yang disebut sebagai 12 imam dalam hadis diatas

12 imam inilah yang saya sebut 12 rasul yang kemudian saya pakai dalam membuat dan merintis Syiah 12 rasul, yang uraiannya dapat anda baca dalam blog ini yang saya buat sejak 2011 namun baru saya isi tulisannya di 2015

Rabu, 15 Juli 2020

Perbedaan Petunjuk dan Agama yang benar


Pengampunan (At-Tawbah):33 - Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan PETUNJUK (Al-Quran) dan AGAMA YANG BENAR untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.

Dalam ayat ini Allah menyatakan, bahwa Dia mengutusnya RasulNya DENGAN PETUNJUK dan AGAMA yang benar

PERHATIKAN ayatnya
Huwalladzi arsala Rasulahu BIL Huda 

Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya,  BIL HUDA artinya dengan PETUNJUK 

Jadi nabi Muhammad saw diutus DENGAN PETUNJUK, sehingga dia diutus tidak sendirian melainkan dengan PETUNJUK 

Jika petunjuk (Al  Qur'an) itu adalah agama atau sumber agama yang benar maka mengapa dipisahkan penyebutannya? Bil Huda wa dinil Haqqi dengan petunjuk DAN agama yang benar? ada kata "Dan" diantara kata Petunjuk dan agama, Itu karena sejatinya keduanya memang berbeda, makanya Allah pisahkan penyebutannya.

Itu artinya nabi memang diutus membawa kedua hal tersebut yang keduanya memang berbeda.

Pertama; petunjuk atau Hadi
Kedua; Agama Yang benar

Apa itu agama yang benar? Al Qur'an itu sendiri

Lalu PETUNJUK itu apa? Apakah bukan Al Qur'an?

Ini penjelasannya

Dalam as saf ayat 6 disebutkan bahwa nabi Muhammad saw diutus membawa Al bayyinat

Satu barisan (Aş-Şaf):6 - Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa Al BAYYINAT ( bukti-bukti yang nyata), mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata".

Yang dalam ayat ini diartikan bukti yang nyata

Tapi taukah anda bahwa arti Al bayyinat yang sebenarnya adalah "seorang rasul yang membacakan lembaran lembaran yang disucikan?" Ini ayatNya

Pembuktian (Al-Bayyinah):1 - Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka Al Bayyinat (bukti yang nyata), 

Apa itu Al bayyinat?

Pembuktian (Al-Bayyinah):2 - (yaitu) seorang Rasul dari Allah yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan,

Dalam ayat ini, kaum kafir Quraisy dan Ahli kitab yang sudah didakwahi oleh Nabi Muhammad Saw dengan  menyampaikan Al Qur'an agar mereka pindah agama, yaitu meyakini Al Qur'an yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw,. Itu artinya nabi Muhammad Saw telah berdakwah kepada mereka dengan membacakan ayat suci Al Qur'an kepada mereka, dan mereka menolak pindah agama sebelum nabi Muhammad Saw bisa membawakan Al bayyinat. Itu artinya Al bayyinat tidak bisa diartikan seperti ini

Pembuktian (Al-Bayyinah):2 - (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran),

Sebab, mereka sudah didakwahi oleh nabi dengan membacakan Al Qur'an, dan mereka menolaknya. Masa iya mereka mau beriman jika datang pada mereka rasul (nabi Muhammad Saw) membacakan Al Qur'an? Bukankah nabi dan Al Qur'an itulah yang mereka tolak sampai mereka meminta bukti tambahan berupa Al bayyinat?

Untuk itulah Al bayyinat bukanlah nabi Muhammad Saw yang membacakan Al Qur'an melainkan rasul lain disisi nabi Muhammad Saw yang membacakan lembaran lembaran yang disucikan yang berada di lauh Mahfuz yang isinya tersimpan semua kitab kitab terdahulu

Pembuktian (Al-Bayyinah):3 - di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus.

Inilah yang mereka minta

Itu artinya ada rasul lain disisi nabi, dialah yang disebut sebagai Al bayyinat

Dan nabi datang atau diutus membawa Al bayyinat atau diutus membawa rasul yang lain, dan dialah yang disebut sebagai PETUNJUK dalam ayat diatas

Guruh (Ar-Ra`d):7 - Orang-orang yang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?" Sesungguhnya KAMU hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada ORANG yang memberi petunjuk.

ORANG Inilah yang ditugaskan memberikan PETUNJUK disisi nabi dan setelah ketiadaan nabi nanti

Makanya dalam ayat diatas disebutkan, nabi datang membawa PETUNJUK dan AGAMA YANG BENAR

Sama seperti as saf ayat 6 diatas bahwa nabi datang membawa Al bayyinat (rasul yang membacakan lembaran lembaran yang disucikan) nah dialah PETUNJUK yang dimaksud, maka itulah Allah memisahkan penyebutan keduanya, antara PETUNJUK dan AGAMA YANG BENAR karena keduanya memang berbeda.

Lalu siapakah PETUNJUK atau Al bayyinat yang dimaksud? Dialah Imam Ali as

Rasul pemberi petunjuk

Minggu, 12 Juli 2020

Pencegah kekafiran kembali


Bulan (Al-Qamar):3 - Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya

Termasuk bagaimana Allah mencegah ummat agar tidak tersesat kembali setelah nabi telah tiada

Bulan (Al-Qamar):4 - Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa KISAH yang di dalamnya terdapat CEGAHAN (dari kekafiran).

Yaitu dengan memberikan gambaran kepada ummat Islam bagaimana cara Allah mencegah ummat ummat terdahulu agar tidak tersesat setelah ketiadan nabi pembawa syariat, apa itu? Nah kisah kisah itu Allah ceritakan sebagaimana yang terjadi pada nabi Musa as, Isa as

Jamuan (Al-Mā'idah):12 - Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus.

Allah mengangkat 12 imam, atau 12 rasul pelanjut untuk menjaga agama dan ummat agar tercegah dari kekafiran kembali, yaitu dengan mengirim berturut turut rasul rasul pemberi petunjuk

Sapi Betina (Al-Baqarah):87 - Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?

Mereka inilah yang akan menjaga ummat atau mencegah ummat agar tidak kafir atau sesat kembali

Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):52 - Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (Rasul rasul pelanjut) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

Mengapa saya sebut hawariyyin sebagai rasul rasul pelanjut? Itu karena Allah sendiri menyebut mereka sebagai PENOLONG ALLAH, siapa lagi yang biasa menolong Allah jika bukan utusanNya? Hanya utusan utusanNya sajalah yang bisa menjadi penolong Allah dalam urusan agama agar menang, selainnya mustahil walaupun seluruh dunia bersatu tanpa ada rasul didalamnya maka catat kata saya MUSTAHIL meraih kemenangan karena itu sudah janji Allah

Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):194 - Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji".

Anda boleh saja menang tapi pasti akan kalah lagi tanpa adanya rasul ditengah tengah anda, itu artinya bukan menang, ya sama kayak beberapa khilafah yang memaksa menunjukkan diri mereka menang dalam berbagai ekspansi, tapi kenyataannya ya kalah pada akhirnya, entah perpecahan dari dalam dan sebagainya, dijajah dan sampai hari ini semua bekas taklukkan mereka tidak lebih dari negeri yang terjajah.

Sebaliknya, yang bisa mutlak menang dan menjadi penolong Allah ya hanya rasul rasul Allah saja, selainnya mustahil. Karena itulah ketika Allah menyatakan "menolong" dalam ayat diatas ya benar benar menolong dalam memenangkan bukan memenangkan lalu kalah atau malah musnah. 

Itu artinya untuk mencegah agar ummat tidak kafir kembali dan tetap menang dalam perang melawan kekafiran dalam segala hal hanya dengan satu cara,. RASUL, tiada yang lain

Untuk itulah Allah telah menyatakan dan menetapkan, bahwa setelah nabi Muhammad Saw akan ada orang orang yang lahir disetiap zaman sebagai pemberi petunjuk, dari siapa petunjuk itu? Ya dari Allah, maka mereka yang dinyatakan sebagai pemberi petunjuk sudah pasti utusannya atau rasul rasulnya

Guruh (Ar-Ra`d):7 - Orang-orang yang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi PETUNJUK.

Untuk apa para rasul pemberi petunjuk itu? Ya  Untuk mencegah ummat agar tidak kafir kembali, apa bisa ummat akan kafir kembali? Ya jelas sangat bisa dan itu sudah pernah terjadi bahkan di zaman nabi dan nabi masih hidup, apalagi jika nabi telah tiada bukan?

Pengampunan (At-Tawbah):117 - Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka HAMPIR BERPALING (mau kafir kembali), kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka,

Untuk itulah perlu jurus pencegah, apa itu? Para rasul pemberi petunjuk, mereka ini akan lahir disetiap zaman dan nama nama mereka telah ada dalam hadis nabi Muhammad Saw

1.  Shahih Muslim, vol. 6, halaman 3

Jabir meriwayatkan bahwa ia mendengar Rasulullah saw yang agung bersabda, “Islam akan selalu besar hingga datang 12 Imam.” (Jabir berkata), “Kemudian beliau mengatakan sesuatu yang tidak kumengerti. Aku bertanya pada ayahku, ‘Apa yang beliau katakana?’ Ia menjawab, ‘Semuanya dari golongan Qurays.’”

2. “Barangsiapa mati tanpa berbai’at maka ia meninggal dalam keadaan jahiliyah”

(lihat Shahih Muslim, jilid 6, halaman 22; lihat juga Baihaqi, Sunan, jilid 8, halaman 156; kemudian Ibnu Katsir dalamTafsir, jilid 1, halaman 517; Al-Haitsami dalam Al-Majma’, jilid 5, hal. 218)

3. “Barangsiapa meninggal dan tiada ketaatan (kepada imam), maka ia telah meninggal dalam keadaan jahiliyah”

(lihat Imam Ahmad dalam Musnad, jilid 3, hal. 446; Haitsami dalam al-Majma’, jilid 5, hal. 223)

4. “Barangsiapa meninggal dan tidak mengetahui imam zamannya, maka ia meninggal dalam keadaan jahiliyah”

(lihat Al-Taftazani, Syarh al-Maqashid, jilid 2, hal. 275. Ia mengeluarkan  hadits ini dalam hubungan ayat (QS. An-Nisaa: 59) yang saya kutipkan di atas. Syaikh ‘Ali al-Qari, Al-Marqat fi Khatimah al-Jawahir al-Madhiyah, jilid 2, hal. 509, dan pada hal. 457 tatkala mengutip Shahih Muslim yang berbunyi: “Barangsiapa meninggal dan tidak mengetahui imam zamannya, maka ia meninggal dalam keadaan jahiliyah”, ia menambahkan bahwa arti hadits tersebut adalah: “seseorang yang tidak mengetahui bahwa ia wajib mengikuti tuntunan imam pada zamannya.

Siapa mereka?

Selain itu juga terdapat riwayat yang didalamnya Nabi Muhammad Saw menyampaikan nama satu persatu kedua belas imam tersebut. Seperti riwayat dari Jabir yang menanyakan maksud dari Ulil Amri dalam ayat ketaatan yang harus diberikan orang-orang beriman. Nabi Muhammad Saw menjawab, "Mereka adalah wakil-wakilku dan pemimpin setelahku. Yang pertama dari mereka Ali bin Abi Thalib, setelahnya Hasan, kemudian Husain, setelahnya Ali bin al-Husain kemudian Muhammad bin Ali yang dalam Taurat diperkenalkan sebagai Baqir dan kamu kelak akan bertemu dengannya. Saat kamu bertemu dengannya sampaikan salamku padanya. Kemudian Shadiq Ja'far bin Muhammad setelahnya Musa bin Ja'far kemudian Ali bin Musa setelahnya Muhammad bin Ali kemudian Ali bin Muhammad setelahnya Hasan bin Ali kemudian seseorang yang nama dan kuniyahnya sama denganku, ia adalah hujjah Allah di muka bumi dan Baqiyatullah diantara manusia setelah Hasan bin Ali, yang melalui tangannya Allah Swt membebaskan timur dan barat." (Majlisi, Bihar al-Anwar, jld. 23, hlm. 290.)

Sudahkah anda beriman pada rasul rasul pemberi petunjuk tersebut?

Sabtu, 11 Juli 2020

Siapa rasul saksi dalam ayat an Nisa 41?



Siapa rasul saksi dalam ayat ini yang akan didatangkan dari tiap tiap ummat dan nabi Muhammad Saw akan jadi saksi atas mereka?

Wanita (An-Nisā'):41 - Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).

Masa nabi nabi terdahulu? Sejak kapan orang yang belum lahir dan tidak hadir bisa jadi saksi?

Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):44 - Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu TIDAK HADIR di sisi mereka ketika mereka bersengketa.

Sedang syarat saksi itu wajib hadir dan disaksikan hadir mempersaksikan

Binatang Ternak (Al-'An`ām):150 - Katakanlah: "Bawalah kemari saksi-saksi kamu yang dapat mempersaksikan bahwasanya Allah telah mengharamkan (makanan yang kamu) haramkan ini" Jika mereka mempersaksikan, maka janganlah kamu ikut pula menjadi saksi bersama mereka; dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sedang mereka mempersekutukan Tuhan mereka.

Lalu gimana mau mempersaksikan jika hadir saja tidak dan lahir pun belum?

Maka mustahil para saksi (rasul) dalam ayat diatas adalah para nabi sebelum nabi Muhammad Saw karena selain tidak hadir nabi juga belum lahir

Lalu siapa saksi ( rasul) dalam ayat tersebut?

Ya yang disebut dalam Ar Raad ayat 7

Guruh (Ar-Ra`d):7 - Orang-orang yang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.

Orang yang disebut dalam ayat inilah yang bertugas sebagai pemberi petunjuk kepada ummat itulah yang menjadi saksi

Karena hak memberikan petunjuk itu hak Allah dan hanya milik Allah, maka siapapun yang disebutkan oleh Allah sebagai orang yang memberikan petunjuk jelas dia mendapat mandat dari Allah karena petunjuk yang dia sampaikan adalah petunjuk lurus, ikhlas dan tidak ada keraguan atasnya, alias bukan pertunjuk kaleng kaleng dan yang ketika Allah menyatakan ada orang yang akan memberikan petunjuk maka itu artinya memang bukan petunjuk kaleng kaleng alias petunjuk Abal Abal yang bisa saja salah, melainkan benar benar petunjuk dari Nya, dari siapa? Ya Allah

Nah yang bisa memberikan petunjuk seperti ini siapa lagi jika bukan utusan pemilik petunjuk? 

Itu artinya yang memberikan petunjuk pasti utusa Allah alias rasul dan mereka inilah yang akan dilahirkan setiap zaman dan akan menjadi saksi dalam an nisa ayat 41 diatas

Nah mereka inilah yang dimaksud juga dalam ayat berikut ini

Sapi Betina (Al-Baqarah):143 - Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (Para Rasul saksi), umat yang adil dan pilihan (untuk memberikan petunjuk kepada manusia) agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

Imam Ali dan 11 imam yang lain adalah Wahyu Hidup atau biangnya Rasul


Ada yang menarik dari kisah Yusuf as, ternyata beliau mendapat Wahyu dari Allah hanya sebatas petunjuk

Binatang Ternak (Al-'An`ām):84 - Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Ya'qub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri PETUNJUK, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, YUSUF, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

redaksi ayatnya Wanuhan HADAYA dari dasar kata HADI,  atau petunjuk

Dimana Nabi Yusuf as mendapat Hidayah atau petunjuk itu? Saat dia bermimpi tentang bintang, dan saat dibuang oleh sodaranya kedalam sumur

Nabi Yusuf (Yūsuf):15 - Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur (lalu mereka masukkan dia), dan (di waktu dia sudah dalam sumur) Kami WAHYUKAN kepada Yusuf: "Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi".

Petunjuk itu berupa kabar kejadian yang akan terjadi padanya

Jika petunjuk (dalam bahasa Arab disebut Hadi) atau hidayah semacam ini bisa menjadikan seorang Yusuf menjadi seorang nabi maka ketika kita berdoa ihdinassiratal Mustaqim memakai kata dasar Hadi juga yaitu dengan kata IHDI nassiratal Mustaqim  tunjukilah kami jalan yang lurus itu artinya kita sejatinya memohon untuk mendapatkan petunjuk sebagainya Yusuf as mendapatkan petunjuk
Sebab didalam ayat selanjutnya disebutkan Siratalladzina an'amta alaihim yaitu jalan orang orang yang telah engkau berikan kenikmatan, siapa? Ya salah satunya adalah Nabi Yusuf as.

Maka doa ihdinassiratal Mustaqim sama artinya kita meminta petunjuk yang sama seperti yang diberikan kepada Yusuf as dan karena Yusuf as mendapat petunjuk berupa Wahyu maka itu sama saja kita meminta untuk diberikan wahyu juga untuk menjadi seorang nabi atau rasul

Dan apakah kita tidak pernah mendapatkan petunjuk itu? Seperti apa yang dialami oleh Yusuf as? 
Apa yang diwahyukan kepada Yusuf yang berupa petunjuk itu? Bahwa "Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi"

Ini semacam hanya berita kejadian yang akan datang, inilah bentuk Wahyu yang diberikan kepada Yusuf as dan dengan inilah dia menjadi nabi atau rasul tanpa perantaraan Jibril as, dan bukan Wahyu syariat, inilah yang disebut petunjuk langsung dari Allah kepadanya tapi bukan Wahyu syariat atau semacam intuisi atau Ilham berbeda jika secara tiba tiba muncul jibril as atau tiba tiba ada suara seperti yang dialami Musa as

Pertanyaannya, apakah kita tidak pernah mengalami intuisi petunjuk petunjuk tentang kejadian yang akan terjadi?

Saya kira kita pernah mengalaminya dan mungkin sering mengalaminya berupa petunjuk dan kemudian baru terjadi di kemudian hari, hal ini biasa baru kita sadari ketika sudah terjadi. ini adalah bentuk jawaban Allah atas doa kita yang sering kita ucapkan ihdinassiratal Mustaqim tunjukilah (berupa Wahyu) kami jalan yang lurus yaitu jalan orang orang yang telah engkau beri kenikmatan salah satunya Yusuf as

Darimana petunjuk itu datang? Dari Allah

Apakah itu Wahyu? 

Nah ini yang harus kita jawab, jika bukan wahyu petunjuk maka ngapain Allah mengajarkan kita berdoa minta Hadi atau petunjuk yang sama seperti yang diberikan kepada nabi nabi terdahulu termasuk seperti Yusuf as?

Maka

Jelas itu adalah Wahyu dari Allah SWT! Walau hanya sebatas Wahyu petunjuk tentang hal yang akan terjadi atau intuisi bukan Wahyu syariat. 

Apakah orang yang mendapatkan hal itu menjadi nabi atau rasul?

Kalau nabi jelas tidak mungkin, karena pintu kenabian telah tertutup ( Al ahzab 40)

Kalau telah tertutup mengapa Allah mengajak doa meminta Hadi? (Petunjuk seperti nabi nabi zaman dahulu?)

Itu ibarat kita disuruh meminta tapi apa yang kita minta telah tertutup? Itu artinya bahwa yang kita minta telah disiapkan sebelum ditutup dalam bentuk petunjuk petunjuk hidup  atau Wahyu Wahyu hidup yang dilahirkan bukan lagi diturunkan melalui intuisi atau melalui Jibril as 

Itu artinya semua tubuh badan orang tersebut adalah perwujudan Wahyu atau petunjuk yang Allah wujudkan dalam diri manusia yang akan lahir ke dunia dalam setiap zaman, itu artinya pintu kenabian tertutup karena telah Allah siapkan Wahyu hidup yang bisa menjadi jawaban atas doa ihdinassiratal Mustaqim yang kita panjatkan

Artinya ketika kita memohon petunjuk maka datangilah Wahyu hidup itu, siapa mereka? 

Mereka adalah para rasul saksi yang melanjutkan Wahyu Allah di bumi tanpa membuka pintu kenabian, karena Allah telah mempaketkan semua Wahyu yang dibutuhkan manusia kedalam bentuk manusia hidup sebelum pintu kenabian ditutup.

Yang diawali dari Imam Ali as dan di akhiri oleh Imam mahdi as

Makanya coba anda baca ucapan ucapan imam Ali as dan imam imam yang lain dari anak turuanan yang menjadi Imam imam, semuanya bagaikan Wahyu Allah itu sendiri, coba kalau tidak percaya, cari di google ucapan 12 imam, maka semua isinya bagai sabda nabi nabi. Ya karena merekalah Wahyu atau petunjuk hidup yang telah Allah siapkan sebelum pintu kenabian tertutup, dimana? Di dalam tulang sulbi nabi Muhammad Saw yang akan diturunkan melalui Sayyidah Fatimah as dan imam Ali as

Itulah Wahyu hidup
Artinya jika dengan Wahyu seseorang bisa menjadi nabi dan rasul maka bagaimana dengan Wahyu itu sendiri yang hidup? Itu artinya dialah biangnya nabi dan rasul

Sama seperti halnya firman (Kalimat Nya) yang hidup (nabi Isa as)

Wanita (An-Nisā'):171 - Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.

Itu artinya keberadaan imam Ali as hingga kepada imam Mahdi as sama seperti Nabi Isa yang merupakan Wahyu yang hidup atau dilahirkan, hanya saja Nabi Isa as lahir di bawah pohon Kurma sedang imam Ali as di dalam Ka'bah maka kemuliaa imam Ali as melebihi kemuliaan nabi Isa as, maka itulah nabi Isa as mau menjadi makmum dibelakangnya imam Mahdi as karena dari sisi kemuliaan tersebut


Apakah sahabat nabi masih mulia?


Pengampunan (At-Tawbah):117 - Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang MUHAJIRIN dan orang-orang ANSHAR yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir BERPALING (mau kafir kembali), kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka,

at Taubah ayat 117 itu turun disaat peristiwa perang Tabuk, hampir semua sahabat ikut berangkat kecuali imam Ali as sebab dia ditugaskan menjaga Madinah ditambah sekitar 80 laki laki yang sudah mengajukan uzur atau izin tidak ikut. Semua sahabat utama ikut berangkat dalam ekspedisi Tabuk, dan disaat perjalanan Tabuk itulah mereka mau berpaling atau mau kafir kembali, jadi semua sahabat utama pun jadi tersangka "orang yang mau berpaling", atau mau kafir kembali, karena ayat itu dengan tegas menyatakan kaum Muhajirin dan Anshar jadi semuanya bisa masuk jadi tersangka yang mau berpaling, itu artinya Allah tidak memuliakan mereka lagi, seharusnya jika Allah masih memuliakan mereka tentu ayat itu tidak akan turun sebab disaat itu masih ada sahabat sahabat utama, nanti mereka bisa ikut jadi tersangkanya. Tapi karena memang tidak mulia lagi disisi Allah itulah maka Allah turunkan ayat itu dan mereka semua masuk dalam tersangka

Menjadi tersangka saja sdh hina untuk ukuran sahabat. 

Apakah mereka masih mulia dan layak dimuliakan? Hanya akal sehat anda saja yang bisa menilainya