Kamis, 05 November 2020

Tuduhan memuja Raja Persia

Banyak yang menuduh bahwa imam ke 4 sampai ke 12 Syiah berasal dari keturunan Persia sebagai bukti bahwa mereka memuja kaisar Persia

Ini jawabannya

Imam imam yang ke 4 sampai ke 12 kenapa dari keturunan Persia? Dari pernikahan imam Husain as dan Putri Raja Persia? Sebab bangsa Arab sudah ternoda oleh dosa Abu bakar Umar dan Aisyah yang melibatkan hampir semua bangsa Arab saat itu dalam dosa berjamaah dengan membantai ribuan sahabat sahabat nabi dalam perang Ridda tanpa izin nabi (melanggar pasal 36 piagam Madinah) dan hanya gara gara orang tidak mau bayar zakat kepada abu bakar maka mereka semua dibantai laksana binatang hina, padahal mereka adalah sahabat sahabat nabi yang mulia yang tidak kafir dan tidak pula murtad, yang ikut sama sama berjuang bersama sama nabi tapi dengan tega, dan tanpa perikemanusiaan dibantai sehina hinanya hanya karena menolak abu bakar menjadi Amil Zakat Nasional.

Jadi bangsa Arab murni telah menjadi bangsa yang nista🤭 mana mungkin bisa jadi imam imam, maka itulah Allah memilih bangsa lain untuk melanjutkan garis imam imam

Muĥammad:38 - Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.

kaum yang fasik

Matahari (Ash-Shams):9 - sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

Orang yang mensucikan jiwanya, dia adalah orang orang yang bertakwa disisi Allah

Sebab seperti itulah yang disebutkan dalam ayat sebelumnya

Matahari (Ash-Shams):8 - maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

Jadi orang yang bertaqwa disisi Allah adalah orang yang bisa mensucikan jiwanya.

Caranya gimana mensucikan jiwa? Ya bayar zakat kepada para rasul!

Pengampunan (At-Tawbah):103 - Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu KAMU membersihkan dan MENSUCIKAN MEREKA dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Yang tidak bayar zakat kepada rasul maka dialah kaum yang tidak mensucikan jiwa,, alias fasik

Perhatikan kedua ayat ini


Haji (Al-Ĥaj):78 - ..maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah...

Cahaya (An-Nūr):56 - Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.

Itu artinya, berpegang pada tali Allah dalam Al haj 78 adalah ketaatan kepada rasul. 

Ya rasul adalah tali Allah, penghubung antara hamba dan Allah, rasul itu diibaratkan seperti tali yang menghubungkan antara atas dan bawah, menghubungkan antara Allah dan hambaNya, itu artinya orang yang tidak berpegang kepada rasul bagaikan orang yang melepaskan tangannya dari tali yang diulurkan Allah kepadanya

Itu artinya tali itu harus selalu ada antara Allah dan hambaNya, agar orang selalu bisa berpegang padaNya

Tanpa tali itu, mustahil kita langsung bisa mengulurkan tangan kepadanya. Sebab jika manusia biasa bisa langsung mengulurkan tangan kepadaNya maka tidak mungkin Allah mau mengulurkan taliNya bukan?

Itu artinya karena ketidakmampuan dan ketidakmungkinan kita bisa langsung mengulurkan tangan kepadaNya maka itulah Allah mengulurkan taliNya kepada kita untuk kita berpegang kepadanya, dengan diujung yang satunya dalam pegangan Allah. 

Itu artinya rasul selalu ada sampai dunia berakhir, karena tempat kita berpegangan kepadaNya

Tanpanya maka kau sedang memegang tali selainNya

cara mensucikan diri manusia

Zaman nabi nabi terdahulu jika orang berbuat dosa dan ingin mensucikan diri selalu menyerahkan shodaqoh atau zakatnya atau hartanya kepada para rasul untuk didoakan agar mereka kembali kepada kesucian

Lihat saja kisah sapi betina, adalah harta yang mereka serahkan kepada nabi Musa as agar mereka menjadi suci kembali setelah melakukan dosa dan kemaksiatan kepada Allah

Sapi Betina (Al-Baqarah):67 - Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina". Mereka berkata: "Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?" Musa menjawab: "Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil".

Itu artinya harta bisa mensucikan manusia asalkan cara dan prosedurnya benar, yaitu melalui para rasul rasul

Maka itulah ketika Musa as hampir wafat maka Allah mengangkat 12 orang rasul lagi untuk mendampingi ummat

Jamuan (Al-Mā'idah):12 - Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus.

Hal ini dilakukan agar ummat selalu memiliki sarana pensucian diri, sebab ini adalah hal yang sangat penting dan paling utama, yaitu menjadi suci agar kelak bisa diterima disisi Nya. Ummat yang tidak suci ya maaf kata ni ye, kagak akan diterima di sisi Nya. Sebab Allah maha Suci hanya menerima jiwa jiwa yang suci, tentu sucinya ya di dunia, sebelum masuk ke akhirat ya cuci kaki, cuci tangan mandi suci dulu, baru bisa masuk ke sisi Allah alam akhirat, jika tidak ya berada diantara dua dunia, diantara alam dunia dan alam akhirat. 

Sama kayak kamu mau masuk masjid masa dalam masjid baru kamu cuci kaki? Kan diluar masjid, di tempat wudhu dong. Sama kayak kamu masuk rumah dan kakimu kotor belepotan masak dalam rumah baru kamu cuci kaki apalagi cucinya dalam kamar raja? Kan bisa dapat pukul oleh pengawal bukan? Nah apalagi Allah Sang Maha Raja, Sang Maha Suci ya pasti jika ada manusia yang gak suci beralih dari alam dunia menuju alam akhirat dalam keadaan belum suci ya maaf kata, dihajar dan dilemparlah agar tidak masuk ke alam akhirat, kemana mereka itu? Tertahan di antara alam dunia dan akhirat, ya mending kalo tertahan disana nyantai, jika tersiksa gimana? Ya pasti tersiksa lah, sama kayak Lo gak masuk rumah, nangkring di teras aja coba, tersiksa gak? Ini rumah rumah kamu loh, tapi nangkring aja coba di teras terus terusan, gak tersiksa? Gak diapa apain loh itu tapi sudah tersiksa pastinya

Apalagi di alam sana yang bukan alammu, bukan dunia dan bukan akhirat, Lo disuruh nangkring aja, mampus gak tuh?

Untuk itulah sebelum kembali ke alam akhirat maka mandi dulu, suci dulu, caranya? Ya serahkan zakat mu kepada para rasul, bukan kepada selainnya, makanya ratusan bahkan ribuan sahabat nabi rela mati ditangan abu bakar yang tidak rela menyerahkan zakatnya bukan kepada para rasul "Enak saja, bukan rasul koq narik zakat?" Situ bisa mensucikan ummat ya? Nah gitu kira kira bahasa kasarnya

Sebab hanya para rasul rasul sajalah yang bisa mensucikan ummat lewat harta atau zakat mereka sebagaimana yang sering saya ulang ulangi dalam membahas at Taubah ayat 103

Pengampunan (At-Tawbah):103 - Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu (Rasul) membersihkan dan MENSUCIKAN mereka (Ummat) dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Itu artinya rasul harus selalu ada untuk mensucikan ummat sampai kapanpun selama dunia masih berputar. Sebagaimana zaman Musa, ketika Musa hendak wafat maka Allah angkat 12 rasul untuk mendampingi ummatnya, nah demikian pula telah ada 12 rasul yang akan selalu mendampingi ummat Islam sampai hari kiamat, mereka itu lah yang disebut 12 imam, 12 rasul pemberi petunjuk

Dimulai dari imam Ali as sampai imam Mahdi as

Enak to tanpa susah payah kalian diberikan petunjuk seperti ini yang dijamin tidak akan pernah kalian temukan dimanapun? 

Jadi kalo ketemu saya ya ajak ngopi kek, biar hanya segelas kopi murah gak apa apa, biar kalian gak dicap oleh alam akhirat sebagai orang orang yang tidak tau terimakasih

Tindakan sederhana dan harta yang sedikit bisa mensucikan manusia, itu inti dari agama Allah, asal tau proseduralNya

Rabu, 04 November 2020

Benarkah Imam Ali tidak memprotes pembai'atan Abu Bakar?



            

Imam Ali as berkali-kali memprotes Abu Bakar, bahkan beliau berkata: Bahwa beliaulah yang layak atas khilafah setelah kepergian Rasul Saw. Beberapa bukti Imam Ali as tidak tinggal diam melihat penyelewengan umat dengan membai'at Abu Bakar, antara lain:

1. Imam Ali dan Sayidah Fatimah datang kerumah Anshar untuk meminta bai'at:

وخرج علی کرم الله وجهه يحمل فاطمة بنت رسول الله (ص) على دابة ليلا في مجالس الأنصار تسألهم النصرة، فكانوا يقولون: يا رسول الله (ص) قد مضت بيعتنا لهذا الرجل ولو أن زوجك وإبن عمك سبق إلينا قبل أبي بكر ما عدلنا به

" Imam Ali keluar dari rumahnya dengan membawa Fatimah putri Rasulallah Saw di kegelapan malam mendatangi majelis-majelis Anshar untuk meminta pertolongan dari mereka, mereka (Anshar) berkata: Wahai putri Rasulallah Saw!  telah lewat bai'at kami kepasa orang ini (Abu Bakar), seandainya suamimu lebih dulu datang kepada kami sebelum Abu Bakar, tentu tidak akan kami berikan bai'at kepadanya". (Imamah Wa Siyasah, Ibnu Qutaibah, hal 22)

2. Imam Ali mengatakan bahwa khilafah itu haknya, dan diambil secara paksa oleh Abu Bakar dan Kawan-kawan. 

أنا أحق بهذا الأمر منكم، لا أبايعكم وأنتم أولا بالبيعة لي، أخذتم هذا الأمر من الأنصار، وإحتججتم عليهم بالقرابة من النبي (ص) وتأخذونه  منا أهل البيت غصبا

"Aku (Ali) lebih berhak terhadap urusan ini daripada kalian, aku tidak akan berbai'at kepada kalian, bahkan kalianlah yang lebih tepat berbai'at kepadaku, Kalian ambil urusan ini (kepemimpinan pasca Rasulallah Saw)  dari Anshar, dan kalian berdalil dengan alasan kekeluargaan dengan Nabi Saw, dan kalian ambil urusan ini (kepemimpinan) dari kami Ahlilbait dengan paksa". (Imamah Wa Siyasah Ibnu Qutaibah, hal 21)

3. Imam Ali tidak pernah berbai'at kepada Abu Bakar, sampai meninggalnya Sayidah Fatimah as

قال رجل  لزهري: فلم يبايعه علي حتى ماتت فاطمة؟ لا ولا أحد من بني هاشم

" Zuhri ditanya oleh seseorang: Apakah Ali tidak membai'at kepada Abu Bakar sampai meninggalnya Fatimah? Zuhri menjawab: " Tidak, juga tidak seorangpun dari Bani Hasyim yang berbai'at kepada Abu Bakar". (Kifayatu Thalib Kanzi Syafi'ie, jld 1, hadist no 348)

Kanzi Syafi'ie mengomentari hadist di atas:

هذا حديث صحيح

"Hadist ini Sahih sanadnya". (Kifayatu Thalib)

Ini adalah contoh nyata, bahwa Imam Ali tidak tinggal diam ketika kepemimpinan yang harusnya beliau pegang diambil paksa oleh Abu Bakar dan kawan-kawan. Pada pembahasan mendatang, akan saya kemukakan fakta-fakta yang lain.

Copas dari

https://www.facebook.com/105715147898348/posts/160549349081594/

Senin, 02 November 2020

Bangsa Arab murni telah jatuh kedalam nista

Banyak yang menuduh bahwa imam ke 4 sampai ke 12 Syiah berasal dari keturunan Persia sebagai bukti bahwa mereka memuja kaisar Persia

Ini jawabannya

Imam imam yang ke 4 sampai ke 12 kenapa dari keturunan Persia? Dari pernikahan Imam Husain as dan Putri Raja Persia? Sebab bangsa Arab sudah ternoda oleh dosa Abu bakar Umar dan Aisyah yang melibatkan hampir semua bangsa Arab saat itu dalam dosa berjamaah dengan membantai ribuan sahabat sahabat nabi dalam perang Ridda tanpa izin nabi (melanggar pasal 36 piagam Madinah) dan hanya gara gara orang tidak mau bayar zakat kepada abu bakar maka mereka semua dibantai laksana binatang hina, padahal mereka adalah sahabat sahabat nabi yang mulia yang tidak kafir dan tidak pula murtad, yang ikut sama sama berjuang bersama sama nabi tapi dengan tega, dan tanpa perikemanusiaan dibantai sehina hinanya hanya karena menolak abu bakar menjadi Amil Zakat Nasional.

Jadi bangsa Arab murni telah menjadi bangsa yang nista🤭 mana mungkin bisa jadi imam imam, maka itulah Allah memilih bangsa lain untuk melanjutkan garis imam imam

Muĥammad:38 - Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.

Minggu, 01 November 2020

Mensucikan Diri

Zaman nabi nabi terdahulu jika orang berbuat dosa dan ingin mensucikan diri selalu menyerahkan shodaqoh atau zakatnya atau hartanya kepada para rasul untuk didoakan agar mereka kembali kepada kesucian

Lihat saja kisah sapi betina, adalah harta yang mereka serahkan kepada nabi Musa as agar mereka menjadi suci kembali setelah melakukan dosa dan kemaksiatan kepada Allah

Sapi Betina (Al-Baqarah):67 - Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina". Mereka berkata: "Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?" Musa menjawab: "Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil".

Itu artinya harta bisa mensucikan manusia asalkan cara dan prosedurnya benar, yaitu melalui para rasul rasul

Maka itulah ketika Musa as hampir wafat maka Allah mengangkat 12 orang rasul lagi untuk mendampingi ummat

Jamuan (Al-Mā'idah):12 - Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus.

Hal ini dilakukan agar ummat selalu memiliki sarana pensucian diri, sebab ini adalah hal yang sangat penting dan paling utama, yaitu menjadi suci agar kelak bisa diterima disisi Nya. Ummat yang tidak suci ya maaf kata ni ye, kagak akan diterima di sisi Nya. Sebab Allah maha Suci hanya menerima jiwa jiwa yang suci, tentu sucinya ya di dunia, sebelum masuk ke akhirat ya cuci kaki, cuci tangan mandi suci dulu, baru bisa masuk ke sisi Allah alam akhirat, jika tidak ya berada diantara dua dunia, diantara alam dunia dan alam akhirat. 

Sama kayak kamu mau masuk masjid masa dalam masjid baru kamu cuci kaki? Kan diluar masjid, di tempat wudhu dong. Sama kayak kamu masuk rumah dan kakimu kotor belepotan masak dalam rumah baru kamu cuci kaki apalagi cucinya dalam kamar raja? Kan bisa dapat pukul oleh pengawal bukan? Nah apalagi Allah Sang Maha Raja, Sang Maha Suci ya pasti jika ada manusia yang gak suci beralih dari alam dunia menuju alam akhirat dalam keadaan belum suci ya maaf kata, dihajar dan dilemparlah agar tidak masuk ke alam akhirat, kemana mereka itu? Tertahan di antara alam dunia dan akhirat, ya mending kalo tertahan disana nyantai, jika tersiksa gimana? Ya pasti tersiksa lah, sama kayak Lo gak masuk rumah, nangkring di teras aja coba, tersiksa gak? Ini rumah rumah kamu loh, tapi nangkring aja coba di teras terus terusan, gak tersiksa? Gak diapa apain loh itu tapi sudah tersiksa pastinya

Apalagi di alam sana yang bukan alammu, bukan dunia dan bukan akhirat, Lo disuruh nangkring aja, mampus gak tuh?

Untuk itulah sebelum kembali ke alam akhirat maka mandi dulu, suci dulu, caranya? Ya serahkan zakat mu kepada para rasul, bukan kepada selainnya, makanya ratusan bahkan ribuan sahabat nabi rela mati ditangan abu bakar yang tidak rela menyerahkan zakatnya bukan kepada para rasul "Enak saja, bukan rasul koq narik zakat?" Situ bisa mensucikan ummat ya? Nah gitu kira kira bahasa kasarnya

Sebab hanya para rasul rasul sajalah yang bisa mensucikan ummat lewat harta atau zakat mereka sebagaimana yang sering saya ulang ulangi dalam membahas at Taubah ayat 103

Pengampunan (At-Tawbah):103 - Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu (Rasul) membersihkan dan MENSUCIKAN mereka (Ummat) dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Itu artinya rasul harus selalu ada untuk mensucikan ummat sampai kapanpun selama dunia masih berputar. Sebagaimana zaman Musa, ketika Musa hendak wafat maka Allah angkat 12 rasul untuk mendampingi ummatnya, nah demikian pula telah ada 12 rasul yang akan selalu mendampingi ummat Islam sampai hari kiamat, mereka itu lah yang disebut 12 imam, 12 rasul pemberi petunjuk

Dimulai dari imam Ali as sampai imam Mahdi as

Enak to tanpa susah payah kalian diberikan petunjuk seperti ini yang dijamin tidak akan pernah kalian temukan dimanapun? 

Jadi kalo ketemu saya ya ajak ngopi kek, biar hanya segelas kopi murah gak apa apa, biar kalian gak dicap oleh alam akhirat sebagai orang orang yang tidak tau terimakasih

Tindakan sederhana dan harta yang sedikit bisa mensucikan manusia, itu inti dari agama Allah, asal tau proseduralNya