Jumat, 03 Juli 2020

Merekalah para rasul Allah

Mereka adalah para rasul Allah

Guruh (Ar-Ra`d):7 - Orang-orang yang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi PETUNJUK.

Kata "Petunjuk" dalam ayat ini adalah benar benar petunjuk, yang pasti dapat menyelamatkan manusia. Jika "Pasti" dapat menyelamatkan manusia dan menuntun manusia, maka sudah pasti petunjuk itu adalah petunjuk yang berasal dari para rasul, karena tidak ada petunjuk yang pasti dapat menyelamatkan manusia dan menuntun manusia selain petunjuk para rasul, yang suci dan dijamin apa yang disampaikan adalah benar benar petunjuk yang benar dan dijamin kebenarannya oleh Allah sendiri karena Dia menyatakan itulah PETUNJUK

Jika demikian maka sudah pasti akan ada rasul lagi setelah nabi Muhammad Saw, akan tetapi bukan nabi
Rasul rasul itu diutus untuk masing masing kaum atau ummat disetiap zamannya

Merekalah para 12 rasul dari ahlul bait nabi Muhammad Saw

TAWASSUL DENGAN AL QURAN DAN AHLULBAIT AS


👉Ketika bertawassul dengan Al-Quran dan para manusia suci dengan menghadapkan Al-Quran ke wajah dan meletakannya ke atas kepala, beberapa kaum muslimin mengkritisi hal tersebut sebagai penghinaan terhadap Al-Quran, bahkan ada yang mengatakan bahwa hal tersebut adalah Bid'ah

👉Al-Quran itu untuk dibaca, bukan untuk diletakan diatas kepala, ujar kaum-kaum Wahabi dan para pembenci keluarga nabi muhammad saww didalam ceramah-ceramah mereka. 

👉Tentu kita sepakat bahwa Al-Quran selain untuk dibaca adalah untuk diamalkan didalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan para pecinta Ahlulbayt as lebih mengamalkan apa-apa yang diperintahkan Al-Quran dengan mengikuti orang-orang yang telah disucikan Allah swt dalam mengamalkannya di keseharian mereka.

👉Sering kita mendengar sebuah kaidah ushul Fiqih, bahwa pada hakikatnya segala sesuatu diperbolehkan, sampai datang nash yang mengharamkannya.

کل الشیء مباح فی الاصل ما لم یرد فی تحریمه

“Segala sesuatu Mubah (Diperbolehkan) selama belum ada dalil pengharamannya”

👉Untuk itu, adakah dalil yang mengharamkan meletakan Al-Quran diatas kepala? Terlebih meletakan diatas kepala, bukan untuk niatan menghina atau merendahkan, melainkan untuk mengagungkan dan mengambil perantara dengan Al-Quran yang mulia.

👉Adakah dalil dari Rasulullah saww dan para sahabatnya bahwa meletakan Al-Quran diatas kepala adalah haram menurut syariat?

👉 Bukan saja tidak haram, bahkan hal tersebut dianjurkan karena banyak sekali hadis shahih dari kitab saudara kita Ahlu Sunnah waljamaah meriwayatkan bahwa Sayidina Ali bin abi thalib meletakan Al-Quran diatas kepala mulia beliau.

👉Abu Yusuf Al-Fasawi didalam kitab Al-Makrifah wa Tarikh
Abu Yusuf Al-Fasawi didalam kitab Al-Makrifah wa Tarikh
Abu Yusuf Al-Fasawi didalam kitab Al-Makrifah wa Tarikh dengan sanad shahih menurut persyaratan Bukhari-Muslim menulis:

عَنْ أَبِي صَالِحٍ الْحَنَفِيِّ، قَالَ: رَأَيْتُ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ عليه السلام أَخَذَ الْمُصْحَفَ فَوَضَعَهُ عَلَي رَأْسِهِ حَتَّي لَأَرَي وَرَقَهُ يَتَقَعْقَعُ، ثُمَّ قَالَ: " اللَّهُمَّ إِنَّهُمْ مَنَعُونِي أَنْ أَقُومَ فِي الْأُمَّةِ بِمَا فِيهِ، فَأَعْطِنِي ثَوَابَ مَا فِيهِ ... .
(الفسوي ، أبو يوسف يعقوب بن سفيان (متوفاي277هـ) ، المعرفة والتاريخ، ج 2، ص751، تحقيق: الدكتور أكرم ضياء العمري ، ناشر: ناشر: مكتة الدار ـ المدينة المنورة ، الطبعة الأولي ، 1410هـ )

Dari Abu Shaleh al-hanafi beliau berkata, “ Aku melihat  Amirul muminin Ali bin Abi Thalib as mengambil Mushaf Al-Quran lalu meletakannya di atas kepala beliau sampai aku mendengar suara-suara kertas mushaf bergesekan satu sama lain. Kemudia beliau berkata, “ Ya Allah! Mereka telah melarangku untuk memimpin umat ini, untuk itu, berikanlah aku pahala atas kesabaran dan ketabahanku…”

👉(Al-Fasawi, Abu yusuf yaqub bin sufyan (W277H), Al-Makrifah wa Tarikh, juz.2, hal.751, Peneliti: Doktor Akram Dhiya, Penerbit: Maktabah Dar, Madinah Munawwarah, Cetakan pertama, Tahun 1410 H)

👉Begitu pula Ibn Kastir meriwayatkan hadis diatas didalam kitabnya Al-Bidayah wa Nihayah, Juz.7, hal. 610, Penerbit: Maktabah Al-maarif-Beirut- Libanon.

👉Adapun dari sisi sanad, menurut persyaratan Bukhari-Muslim adalah shahih dan terpecaya. Tentunya tidak mungkin satu-persatu kita akan bahas disini terkait ilmu Jarh wa Tadil. Namun untuk melengkapi pembahasan, kita akan bahas masalah sanad secara ringkas:

1. Perawi hadist diatas yang pertama adalah Abdul Aziz bin Abdullah bin Yahya bin amr bin uwais bin saad bin abi sarh. Beliau adalah terpecaya dan dipakai riwayatnya oleh Bukhari, muslim dan penulis Shihah lainnya. (Al-Kasyif fi makrifah man lahu riwayah fil kutubi Al-Sittah, juz 1 hal.656)

2. Perawi diatas yang kedua adalah Ibrahim bin saad bin Ibrahim bin abdirahman bin auf. Beliau adalah terpecaya dan riwayatnya di pakai pula oleh Bukhari-Muslim. (Taqrib Tahdzib, Juz.1 hal.89)

3. Muhammad bin Ubaidullah Al-saqafi adalah periwayat ketiga yang menurut persyaratan bukhari-muslim adalah perawi terpecaya. (Taqrib Tahdzib, Juz.1 hal.494, No.6107)

4. Perawi terakhir adalah Abdurahman bin Qais Abu Shaleh Al-hanafi. Beliau adalah perawi terpecaya menurut persyaratan Bukhari-Muslim. (Al-Kasyif, Juz.1 hal.641, no.3295)

👉Untuk itu meletakan Al-Quran diatas kepala bukanlah hal haram, melainkan Mubah. Lebih dari itu, amal perbuatan tersebut adalah sunah yang pernah dilakukan washi Nabi muhammad saww yaitu Amirul muminin Ali bin abithalib as di setiap malam-malam munajatnya dengan Allah swt.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ عَجِّلْ فَرَجَهُمْ
 وَأَهْلِكْ عَدُوَّهُمْ مِنَ الْجِنِّ وَ الْإِنْسِ مِنَ الْأَوَّلِيْنَ وَ الْآخِرِيْنَ

By FB (Raden Mas Joko Syahid)
https://www.facebook.com/100034911550375/posts/308485996991783/

Rabu, 01 Juli 2020

Solusinya : Rasul

Ketika ada kekacauan zaman, ketidakadilan, apa solusi yang dilakukan oleh Allah? Jawabannya hanya satu: Rasul

Hanya mengirim Rasul, itu saja, tidak ada yang lain, setelah itu jika rasulNya diabaikan barulah bencana besar turun

Sekarang ketika zaman mengalami kekacauan akhlak, gonjang ganjing politik dimana mana, ketimpangan sosial dsb, apa solusi yang dilakukan oleh Allah? Ya tetap sama, Rasul. Tidak ada yang lain

Kemenangan (Al-Fatĥ):23 - Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.

Solusinya selalu saja sama, Rasul, mau 1000 tahun yang lalu maupun 1000 tahun kemudian, (jika sampai sih ☺️) Allah pasti mengutus RasulNya untuk menyelesaikan setiap masalah di dunia. tidak ada yang lain. 

Sejak awal Islam, saat nabi Muhammad Saw wafat, itu adalah musibah terbesar manusia, kekacauan terbesar umat manusia maka sudah pasti Allah telah mengutus rasul sebagai penawarnya, yang datang bersama sama Nabi Muhammad Saw sebagai sabuk pengaman, ban serep, skoci, helem, dan apapun namanya yang tujuannya hanya satu, yaitu ketika nabi pembawa kitab wafat maka ummat tidak mengalami gangguan kekacauan. Ini sudah pasti. Makanya tidak pernah dalam sejarah nabi nabi yang namanya nabi pembawa syariat (kitab suci) hanya diutus sendirian tanpa ada lagi rasul pengaman agama

Nah Imam Ali as adalah rasul saksi yang diutus bersama sama nabi Muhammad Saw sebagai ban serep, karena nabi Muhammad Saw pasti akan wafat pada akhirnya dan jika tidak ada ban serep, maka sudah dapat dipastikan ummat akan mengalami musibah besar, dan Allah sangat tidak menginginkan hal itu terjadi, sebaliknya Iblis sangat ingin hal itu terjadi, makanya sekuat tenaga iblis laknatullah alaihi berusaha membuat manusia lupa bahwa dalam bagasi Islam ada yang namanya ban serep yang sdh tersimpan rapi tinggal dikeluarkan dan dipasang mengganti ban yang sudah habis masa pakainya.

Maka tugas kita semua adalah mewujudkan rasul imam Ali as ditengah tengah ummat agar ummat manusia keluar dari musibah besar yang tak kunjung selesai sejak abad pertama Islam 

Tugas kita hanya satu, tunjukan bahwa Imam Ali as adalah rasul Allah maka semua urusan selesai

Jika tidak mampu paling tidak bantu share, Jangan takut, karena memang hanya satu solusi dalam menyelesaikan segala permasalahan ummat,. RASUL

TIDAK ADA CARA LAIN

Imam Mahdi as

Sampai kapanpun imam Mahdi as tidak akan pernah muncul dan memenuhi janji Allah atas kemenangan seluruh dunia sebelum kalian mengakui Kerasulannya dan kerasulan ayahnya Imam Ali as dan imam imam yang lain sebagai rasul rasul Allah ( rasul saksi). Karena janji Allah hanya akan terlaksana melalui perantaraan rasul rasul, bukan yang lain

Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):194 - Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji".

Share tulisan saya dan video tentang Kerasulan imam Ali as sampai ummat mengetahui dan mengakuinya maka saat itulah janji Allah akan terlaksana

Kemenangan umat Islam diatas muka bumi

Tidak percaya? Silahkan dan imam Mahdi as tidak akan pernah muncul sampai kalian benar benar meyakini imam Ali as adalah rasul saksi dari Allah dan meyakini bahwa imam Mahdi as adalah salah satu dari rasul rasul saksi Allah

Minggu, 28 Juni 2020

Rasul Penyampai Petunjuk (Wahyu)

Guruh (Ar-Ra`d):7 - Orang-orang yang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.

Siapa yang dimaksud pemberi peringatan dalam ayat ini?

Mereka adalah orang orang yang disebutkan setelah nabi Muhammad Saw.

Walikulli qaumin HADI dan bagi masing masing kaum (ummat tiap zaman) ada yang memberikan PETUNJUK

HADI adalah petunjuk
Dan ternyata Wahyu yang diterima oleh nabi Yusuf as pun adalah sebatas petunjuk tentang apa yang akan terjadi padanya

Binatang Ternak (Al-'An`ām):84 - Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Ya'qub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri PETUNJUK; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri PETUNJUK, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, YUSUF, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Semua kata "PETUNJUK" dalam ayat ini berbunyi HADAYNA dari kata dasar HADI Petunjuk. 

Seperti apa petunjuk yang didapat oleh Nabi Yusuf as?

Nabi Yusuf (Yūsuf):15 - Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur (lalu mereka masukkan dia), dan (di waktu dia sudah dalam sumur) Kami WAHYUKAN kepada Yusuf: "Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi".

Petunjuk yang didapatkan Yusuf as adalah Wahyu Allah. Jadi Petunjuk adalah juga Wahyu Allah pada manusia manusia pilihannya

Lalu bagaimana dengan kita yang diajarkan oleh Allah dalam surat Al Fathiha

Ihdinassiratal Mustaqim (tunjukilah kami jalan yang lurus) kata ihdi berasal dari kata yang sama dengan HADI (PETUNJUK)

Petunjuk yang mana yang kita diajarkan selalu memintanya?
Petunjuk yang diterima oleh mereka yang telah mendapat nikmat, yaitu para nabi atau manusia pilihan Allah, siapa? Ya salah satunya adalah nabi Yusuf as, yang karena petunjuk yang diberikan kepada Yusuf as adalah Wahyu maka itu artinya kita diajarkan untuk meminta Wahyu setiap lima kali sehari

Apakah pasti akan dikasih? Harus pasti, karena Dia sendiri yang mengajarkan kita agar selalu meminta, itu artinya pasti akan selalu diberikan tidak mungkin tidak sebab Dia yang mengajarkan dan Dia yang mengabulkan masa Dia pula yang tidak akan memberikan? 
Ini namanya mengajarkan sia sia

Tapi bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan Wahyu sedang kita bukan manusia pilihan dan pintu Wahyu juga telah tertutup dengan ditutupnya pintu kenabian oleh  kenabian Muhammad Saw?

Golongan-Golongan yang bersekutu (Al-'Aĥzāb):40 - Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Maka jawabannya adalah ayat diatas?

Sesungguhnya kamu (Muhammad) hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum (ummat ditiap zaman) ada orang yang memberi petunjuk atau wahyu

Nah siapa mereka sedang pintu nubuat / Wahyu sudah tertutup?

Itu artinya sebelum pintunya tertutup, Wahyu seluruhnya yang akan turun sampai hari kiamat telah diturunkan

Dalam bentuk apa? Ya dalam bentuk ORANG

Sesungguhnya kamu (Muhammad) hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum (ummat tiap zaman) ada ORANG yang memberi petunjuk / Wahyu

Itu artinya orang itulah sumber petunjuk atau Wahyu itu sendiri

Eitt! Tunggu dulu!, mereka adalah sumber Wahyu? Mereka Tuhan?

Bukan, mereka adalah Wahyu itu sendiri yang hidup atau dihidupkan dalam wujud ORANG

Sama kayak nabi Isa as yang merupakan Wahyu yang diciptakan menjadi ORANG

Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):45 - (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan KALIMAT (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

Itu artinya jika Allah bisa menjadikan Wahyu atau kalimat-Nya hidup menjadi ORANG yang mulia bernama Isa as, lalu mengapa Dia tidak bisa menjadikan Wahyu atau Kalimat-Nya menjadi ORANG ORANG yang memberi petunjuk ditiap zaman ketika nabi Muhammad Saw telah tiada dan pintu kenabian telah tertutup? sedangkan Dia sendiri yang mengajarkan kita untuk meminta petunjuk sebagaimana petunjuk yang diberikan kepada nabi nabi terdahulu semisal Yusuf as?

Maka sudah pasti, sekali lagi PASTI Dia akan menjadikan Kalimat-Nya Wahyu-Nya hidup menjadi manusia manusia yang akan selalu menyertai manusia setiap zaman sebagai jawaban atas doa IHDINASSIRATAL MUSTAQIM yang kita ucapkan setiap hari

Orang orang itu adalah rasul penyampai Wahyu kepada ummat.

Orang orang tersebut yang dihidupkan dari Wahyu Allah adalah utusan Allah dalam misi menyampaikan petunjuk (Wahyu Allah) kepada manusia, itu artinya mereka adalah para rasul penyampai Wahyu sebagai jawaban Allah atas doa Ihdinassiratal Mustaqim

Siapa orang orang ini yang dimaksud? Merekalah imam Ali as, imam Hasan as, Imam Husain as hingga imam Mahdi as

Berikut petikan contoh kata kata mereka ya.. kata kata para rasul, dalam maknanya

Apakah ini kata kata manusia biasa? 

Lalu siapakah saya yang menerima satu tetes air ludah Orang yang dihidupkan dari Wahyu? Ya anggap saja saya penyambung lidah 

Awas jika saya kutuk, hidupmu bakal susah 1000 turunan

Sabtu, 13 Juni 2020

Soal Yusuf as


Apa Pernah kita jumpai ayat yang menyatakan bahwa Allah berfirman "Kami wahyukan atau Kami berfirman kepada Yusuf as?" Coba deh ketik Yusuf dalam pencarian pada Al Qur'an digital, tidak kita temui ayat seperti diatas. Itu artinya Allah tidak pernah memberikan Wahyu kepada Yusuf seperti halnya firman kepada nabi Muhammad Saw lewat perantaraan Jibril as

Atau paling tidak pernah didatangi jibril as. Atau kah ada ayatnya yang anda pernah temukan Jibril as mendatagi Yusuf dan menyampaikan kabar berita dari Allah? Kalau saya belum pernah menemukannya. 

Itu artinya Yusuf disebut nabi atas dasar apa? Tapi mengapa dia disebut rasul Allah, utusan Allah?

Itu artinya tidak semua rasul Allah mendapat Wahyu, cukup membawa bukti yang nyata atau Al bayyinat atau keterangan keterangan yang dapat membuat perubahan maka sejatinya dia adalah rasul Allah karena misi Allah untuk dunia sangat banyak, maka pelaksanaan misi itupun dijalankan oleh utusan utusanNya kadang tanpa kita sadari, bahkan mungkin Yusuf as sendiri tidak menyadari bahwa dia adalah seorang Nabi atau Rasul, karena tidak pernah kita temui dia didatangi jibril as atau mendapat Wahyu dari Allah berupa percakapan langsung seperti Musa as

Itu artinya bisa jadi Yusuf as pun tidak menyadari dia adalah Rasul atau nabi, lalu bagaimana misi dia sebagai rasul? Yaitu misinya membuka jalan bagi Bani Israil untuk mendiami Mesir agar nantinya lahir Nabi Musa as dengan misinya. Lalu bagaimana dia menjalankan misinya? Tanpa disadari Allah mengaturnya sendiri lewat cara dibuang oleh sodara sodarannya. Apakah sodara sodaranya sadar dia nabi? Jelas tidak menyadarinya. 

Maka itu artinya ada nabi atau rasul yang bahkan dirinya sendiri tidak menyadari dia adalah nabi atau rasul

Misinya dijalankan atas bantuan Allah

Demikian pula rasul rasul yang lain semisal rasul saksi, tidak didatangi malaikat Jibril as dalam menjelaskan apa misinya dan apa tugasnya, dia hanya berjalan dan menjalankan misinya hanya atas bantuan Allah, menyaksikan kejadian yang kelak akan Allah gunakan dalam menegakkan pengadilannya

Seperti Yusuf as diatas dia hanya memiliki jalan interaksi dengan Allah yang menjadikan dia Rasul ya mimpi dan intuisi

Jumat, 12 Juni 2020

Burung Ababil

Lagi rame di grup sebelah katanya masa burung abail adalah rasul? Dari kata nahwu kata "wa arsala" gak bisa diartikan utusan bla bila bla dst

Orang yang menjalankan misi Allah dan dia dikirim ke suatu kaum maka dia adalah Rasul utusanNya

Nah ababil menjalankan misi Allah tidak? Menjalankan, maka mereka (Ababil) adalah DIUTUS untuk menjalankan misi Allah

Ya rasul

Utusan Allah itu adalah mereka yang diutus dalam rangka menjalankan misi Allah 

Burung ababil itu kebiasaannya bukan melempar batu berapi

Karena perintah Allah maka misi melempar batu pada pasukan ababil dijalankan maka mereka dikirim, diutus dalam rangka menjalankan misi tersebut untuk mengalahkan pasukan bergajah

Itu artinya mereka adalah rasul dalam rangka menjalankan misi mengalahkan pasukan bergajah

Lalu mana kitab nya? 

Tidak semua rasul itu mempunyai kitab, utusan atau rasul itu diutus dalam rangka menjalankan misi Allah, dan perangkat yang dilengkapkan kepada rasulNya ya berbeda beda sesuai misinya masing masing, masa misinya melempar batu harus dikasih kitab? Apa mau melempar kitab apa batu sih? Ya dikasih batu berapi lah untuk dilemparkan sebagai misinya, maka mukjizatnya mereka gak terbakar batu yang dibawanya, dan tidak terkalahkan.

Maka itulah mereka adalah rasul Allah juga

Jadi rasul itu tidak selalu harus para nabi karena utusan itu diutus sesuai misinya masing masing, jika dalam rangka menyadarkan manusia ya gak mungkin dikasih batu maka pasti dikasih kitab

Seperti itu cara memahami rasul utusan Allah, bukan semuanya berpatokan pada mana kitab Nya untuk disebut rasul