Senin, 20 Januari 2020

Tiada Tuhan selain Allah adalah mutlak bagi Allah



Tiada kemiripan hanya berhak disandang oleh Allah, baik kemiripan dalam perbuatan, sebutan penghormatan ketaatan dst

Demikian pula penyebutan "kemiripan" tiada Rasul selain Nabi Muhammad Saw pun tidak boleh, karena menyerupai kemiripan tiada Tuhan selain Allah maka itulah Allah menciptakan tidak hanya satu Rasul. Sebenarnya mampu Allah hanya menciptakan satu Rasul saja satu kaligus dan tidak perlu lagi rasul lain, dan dengan satu rasul itu semua orang langsung diberikan hidayah sampai tidak ada lagi yang durhaka dan semua masuk syurga, tapi kenapa Allah tidak mau melakukannya padahal tinggal kun fayakun? Itu karena akan menyerupai keinstimewaannya dalam "ketiadaan kemiripan" baginya baik dalam perbuatan, keistimewaan dan kesanggupan. Jika ada yang sanggup sendiri melakukannya maka dia telah menyerupai Allah. Sendirian beranak maka akan menyerupai Allah, karena itulah Maryam dianggap ibunya Tuhan. oleh karena itulah Allah tidak mau menjadikan segala sesuatu itu dalam posisi sendirian baik dalam bentuknya tugasnya atau perbuatannya, karena akan menyerupai dirinya. Demikian pula tugas para nabi, tidak pernah sendirian dalam bertugas karena akan menyerupai diriNya dalam perbuatan, semua nabi nabi dan rasul rasul diciptakan dalam tugas yang berpasang pasangan sekalipun nabi Khaidir as, sehingga Dia mengutus Musa berguru padanya, padahal Musa as tidak membutuhkan pengajaran dari Khaidir as sejatinya, hanya Allah sengaja menciptakan rasa itu didalam hati Musa as sehingga dia harus menyertai Khaidir walau sebentar

Lihat saja kisahnya, dimana Musa merasa apakah tidak ada orang yang lebih cerdas darinya، ini jelas perasaan yang salah, karena ini termasuk sifat angkuh tetapi itulah cara Allah membuat perasaan itu muncul dari diri Musa as agar akhirnya dia harus berguru kepada Khaidir as, padahal jika Allah mau Maka sifat itu bisa saja Allah cabut dari jiwa Musa as, tapi mengapa Allah biarkan? Itu karena agar Khaidir as bisa memiliki teman pendamping dalam bertugas Walau sesaat agar jangan ada yang pernah menyamai Allah dalam tugas dakwah sekalipun.

Makanya jika ada yang merasa saya sendiri mampu menciptakan karya ini maka dia dusta, pasti ada pihak lain, sebab Allah tidak pernah akan mengizinkan sesuatu terjadi oleh satu orang karena akan menyerupai Allah dalam perbuatan

Demikian pula tugas nabi Muhammad Saw dalam berdakwah, tidak bisa menyerupai Allah dalam perbuatan, hanya dia seorang diri bertugas mengislamkan seluruh dunia. Harus ditemani oleh rasul yang lain agar tidak tercipta kemiripan kepada Allah dalam perbuatan. Maka itulah semua nabi nabi dan para rasul dimintai perjanjian sebelum menerima Wahyu

Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):81 - Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul (saksi) yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu".

Dan ini berlaku juga kepada Nabi Muhammad Saw, sebab perjanjian diatas jelas kepada setiap Nabi penerima Kitab dan Hikmah. Dan Nabi Muhammad Saw pun menerima Kitab dan Hikmah, maka pernjanjian diatas berlaku juga bagi Nabi Muhammad Saw

Golongan-Golongan yang bersekutu (Al-'Aĥzāb):7 - Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh.

Mengapa demikian? Agar tidak tercipta kemiripan perbuatan terhadap Allah

Jika hanya Nabi Muhammad Saw sendiri dalam mengislamkan jazirah Arab dan dunia maka ada satu yang mirip dengan Allah dalam perbuatan, maka rusaklah keistimewaan Allah, bahwa tiada sesuatupun yang mirip dengan Allah, baik dalam bentuk zat dan perbuatan

Maka itulah semua Nabi penerimaan kitab dan hikmah atau bukti yang nyata Wajib diikuti seorang saksi demi menghindari kemiripan dalam hal perbuatan

Nabi Hud:17 - Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang ( ini Nabi Muhammad Saw) yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Quran) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Imam Ali as) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa IMAMAN dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

Hud 17
afaMan Kana ala bayyinatin Mirobbihi
Apakah sama orang orang yang mempunyai bukti yang nyata (ini para nabi penerima Kitab dan Hikmah, salah satunya adalah Nabi Muhammad Saw) ini sejalan dengan Al hadid 25 dan as saf ayat 6

Wayatluhu syahidun minHu
Dan dia diikuti pula oleh seorang saksi dari Allah (ini adalah para saksi yang disertakan kepada semua nabi nabi penerima Kitab dan Hikmah) ada Harun as pada Musa, ada Yohanes atau Matius atau salah satu hawariun pada Isa as, dan ada Imam Ali as pada Muhammad Saw

Maka masih maukah kalian menolaknya wahai kaum durjana lagi sesat penolak kerasulan saksi pada Imam Ali as. Siapkanlah diri kalian berhadapan denhan Murka-Nya

Cara menafsir yang benar



Hari Kiamat (Al-Wāqi`ah):75 - Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran.

Hari Kiamat (Al-Wāqi`ah):76 - Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui.

Hari Kiamat (Al-Wāqi`ah):77 - Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,

Hari Kiamat (Al-Wāqi`ah):78 - pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),

Hari Kiamat (Al-Wāqi`ah):79 - tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.

Pernahkah kita berpikir mengapa Allah bersumpah dan sumpah itu dengan sumpah yang besar pula?
Tentu ada hal yang sangat penting. Semisal contoh anda bersumpah, "Demi Allah, saya ingin mengatakan kepada anda bahwa jangan melewati bundaran HI hari ini, sesungguhnya ini sumpah yang besar jika kamu mengetahui"  lalu anda bertanya dengan sangat terkejut " wow ada apa ini? Ada apa  gerangan? Apakah ada kerusuhan disana sampai anda melarang saya dengan memakai sumpah yang begitu besar?" Lalu anda berkata "ow gak apa apa, santai saja, saya hanya bersumpah doang dan hanya melarang larang saja, gak ada apa apa koq" " lalu mengapa anda melarang saya? Pake sumpah segala lagi! Semprul!! Peak!"

Sekarang coba perhatikan Allah dalam ayat itu melarang kita dengan memakai sumpah yang besar jika kita memahaminya, tentunya ini bukan sumpah yang main main, ini sumpah yang sangat sangat besar sampai Allah menyatakan "Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui" Hari Kiamat (Al-Wāqi`ah):76

Nah apa yang tidak ketahui? 

Akibatnya akibat dari mengesampingkan larangan yang Allah telah sampaikan dalam ayat diatas, apa itu?

Hari Kiamat (Al-Wāqi`ah):77 - Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,
Hari Kiamat (Al-Wāqi`ah):78 - pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),
Hari Kiamat (Al-Wāqi`ah):79 - TIDAK MENYENTUHNYA KECUALI ORANG-ORANG YANG DISUCIKAN. 

Allah dalam ayat diatas menyatakan keagungan Al Qur'an dan melarang siapapun menyentuhnya kecuali orang orang yang disucikan, dan Allah nyatakan ini sumpah yang besar jika kalian memahami bahwa akan ada resiko besar yang bisa ditimbulkan jika mengabaikannya

Apa itu? Kehancuran dunia, kebinasaan tatanan keadaban. Pembunuhan atas nama agama, atas nama Al Qur'an, perampasan, pemerkosaan dan segala macam kejatahan akan muncul jika mengabaikan larangan ini

La yamassyhu illal muthoharun.. Al Qur'an ini sangat mulai, tidak ada yang boleh menyentuhnya kecuali orang yang disucikan. Siapa? 

1. Ahlul bait nabi Muhammad Saw, karena merekalah orang orang yang disucikan dalam Al ahzab 33

Golongan-Golongan yang bersekutu (Al-'Aĥzāb):33 -  Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

 إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

Mereka inilah yang disucikan oleh Allah, apa yang disucikan dari mereka? Rijsa. Kotoran jiwa

 إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ 👈الرِّجْسَ👉 أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

الرِّجْسَ artinya kotor

Hal ini bisa kita lihat dalam ayat berikut

قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ👈 رِجْسٌ👉 أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi -- karena sesungguhnya semua itu KOTOR -- atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". Al An'am 145

Rijsa atau Kotoran jiwa inilah yang DISUCIKAN dari ahlul bait, sebab kotoran jiwa inilah yang bisa menyebabkan seseorang menjadi tersesat jika berinteraksi dengan Al Qur'an

Perhatikan ayat ini

وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ  👈رِجْسًا👉 إِلَىٰ 
👈رِجْسِهِمْ 👉 وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ
(At Taubah 9:125) 

Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.

Dalam ayat ini kata Rijsa diartikan kekafiran padahal kata kafir dalam bahasa arab ya kafir bukan rijsa, tapi dalam ayat ini rijsa yang seharusnya diartikan kotor menjadi kafir, ini salah satu kesalahan penerjemahan yang membelokkan makna Al Qur'an. 

Seharusnya seperti ini 

Dan adapun orang-orang yang di DALAM HATI MEREKA ada PENYAKIT (KOTORAN JIWA), maka dengan surat itu bertambah kekotoran jiwa mereka, disamping kekotoran jiwanya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.

Itu artinya apabila seseorang itu tidak suci dari kotoran jiwa dan menyentuh Al Qur'an atau menyentuh makna dan tafsir Al Quran maka yang ada Al Qur'an tadi hanya akan menambah kekotoran jiwa mereka ibarat anda memasukkan air ke dalam gelas yang dimana pada dasar gelas ada tinta hitam, walaupun pada sisi dalam gelas masih bersih, tapi lama kelamaan dengan seiring naiknya air memenuhi gelas maka semakin naik pula tinta yang awalnya di dasar gelas mengotori semua permukaan gelas dan jika air tadi meluap keluar maka akan mengotori pula tempat dimana gelas tadi berada

Demikian pula jiwa manusia yang masih ada kotoran jiwanya maka dengan masuknya Al Qur'an akan menyebabkan jiwanya makin kotor disamping kotoran jiwanya yang telah ada, artinya dia hanya akan salah dan semakin salah dalam memahami Al Qur'an dan apabila dia menyampaikan apa yang dia pahami kepada orang lain maka akan menyebabkan orang lain akan ikut tersesat

Lalu bagaimana seharusnya?

Al Qur'an harus disandarkan pada ahlul bait yang disucikan, bukan ahlul bait yang tidak disucikan
Siapa mereka? Mereka adalah Imam Ali as, sayyidah Fatimah as, imam Hasan as dan imam Husain as. 

Waming koblihi kitabu Musa IMAMAN warahmatan
Kitab harus disandingkan dengan Imaman, sebagaimana dahulu semua kitab disandarkan pada imam imam manakala sang pembawa kitab telah meninggal agar Kitab tetap menghasilkan Rahmat bukan sebaliknya menghasilkan musibah Lil alamin.

Mereka yang tetap bersandar pada Imam Ali as dan imam imam ahlul bait yang disucikan inilah yang dikenal dengan istilah Syiah Ali atau pengikut Ali as. Mereka inilah yang mewarisi penafsiran penafsiran Al Qur'an yang diajarkan oleh imam imam yang suci

2. Disandarkan pada ayat Al Qur'an yang lain.

Bagaimana jika kita tidak menerima atau menemukan tafsiran yang diajarkan oleh ahlu bait yang suci? Maka kita harus menyandarkan penafsiran ayat Al Qur'an kepada ayat suci Al Quran yang lain. misalnya kita mau menafsirkan ayat A maka kita bisa menyandarkannya pada ayat B walaupun di lain surat asal yang semakna, karena ayat Al Qur'an itu suci dan hanya bisa disentuh oleh ayat suci yang lainnya. Atau dengan istilah Al Qur'an menjelaskan Al Qur'an itu sendiri. Dengan syarat kita meletakan qamis Ahlu bait kewajah kita agar kita bisa melihat 

Nabi Yusuf (Yūsuf):93 - Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah dia kewajah ayahku, nanti ia akan melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku".

Ahlul bait adalah ahli keluarga, gamis Yusuf as dapat menyembuhkan buta ayahnya karena cinta yang tertransfer lewat jubahnya. Karena cinta itulah sang ayah dapat melihat

Demikian pula dengan cinta Ahlul bait kepada orang yang meletakkan gamis mereka (ahlul bait) ke wajah hatinya dengan penuh cinta, maka orang itu akan terselamatkan dari kesalahan menafsirkan ayat ayat Al Qur'an, karena dengan sendirinya orang itu akan bisa melihat mana yang salah dan mana yang benar dalam menafsirkan, mana ayat ayat yang saling menjelaskan satu sama lainnya dalam Al Qur'an.

Apa gamis mereka? Keadilan, kasih sayang kepada sesama manusia, cinta kasih dan sabar dalam menghadapi segala kepahitan cinta. Berapa kali mereka dikhianati, tapi mereka tetap sayang dan cinta kepada musuh musuh yang membenci mereka, itulah gamis mereka, letakkan di dalam wajah hati kalian dengan begitu kalian dapat melihat kembali dan dapat melihat ayat ayat Nya yang suci yang sejatinya saling menjelaskan satu sama lainnya

Binatang Ternak (Al-'An`ām):126 - Dan inilah jalan Tuhanmu; (jalan) yang lurus. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran.

Allah sendiri telah menjelaskan ayat ayataNya kepada orang orang yang mau mengambil pelajaran. Lewat jalan apa Allah menjelaskan ayat ayatNya? Ya lewat ayat ayataNya yang lain.

Dengan satu catatan, cinta kepada ahlul bait dan letakkan gamis mereka ke wajah hatimu, agar mata hati mu terbuka kembali

Binatang Ternak (Al-'An`ām):104 - Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).

Jumat, 17 Januari 2020

Penghianat Sunnah Allah



Ketika Adam as dijadikan Khalifah atau pemimpin di muka bumi apakah saat itu sudah ada ummat manusia yang hendak dipimpinnya? Belum ada, itu artinya Allah terlebih dahulu menghadirkan pemimpin baru kemudian menghadirkan ummatnya. 

Jadi bukan sebaliknya, ummat ada dahulu baru kemudian pemimpinnya lahir. 

Itu artinya setiap ummat memang memiliki pemimpin yang hadir sebelum adanya ummat itu sendiri

Misalnya nabi Muhammad Saw hadir sebagai pemimpin baru kemudian ummatnya diadakan. 

Maka jika ada Ummat atau rakyat yang lahir lebih dahulu baru kemudian berembuk memilih pemimpin maka ummat atau rakyat itulah yang sejatinya pemimpin dan pemimpinnya itu sejatinya adalah suruhannya, atau bawahannya rakyat. ini yang kemudian dikenal sebagai Demokrasi, maka jika rakyat berembuk menurunkan pemimpinnya maka dia harus turun.

Itu artinya ketika rakyat tadi yang tidak punya pemimpin baru kemudian memilih pemimpin itu artinya rakyat atau ummat diatas itu atau rakyat tadi sejatinya adalah rakyatnya atau ummatnya pemimpin sebelumnya. Siapa? Ya para raja raja sebelumnya, atau imam imam sebelumnya

Misalanya rakyat Jawa sebelum memilih Soekarno sebagai pemimpinnya maka rakyat Jawa adalah rakyatnya Raja Raja jawa, demikian pula rakyat Sulawesi adalah Rakyatnya Raja Raja Sulawesi dst

Misalnya, Sunni baru punya imam pada periode 280-an yaitu 250 tahun setelah nabi Wafat (merujuk pada lahirnya imam Abu al Hasan Al Asy'ari 260 H 873 M) maka sebelumnya Sunni atau Ahlussunah wal jamaah adalah ummatnya siapa? Harus ada, karena tidak mungkin ada ummat tanpa imamnya atau pemimpin yang dari sana mereka merujuk segala persoalan agama. 

Atau jika kita merujuk pada imam Maliki dan Hanafi sebagai imam Mazhab tertua di Sunni maka itu artinya mereka baru punya imam pada tahun 150 an Hijiriah. Karena Imam Malik lahir tahun 93 H, atau 79 tahun setelah nabi Muhammad Saw wafat. Maka butuh 20-30 tahun belajar agama baru kemudian menjadi imam. Itu artinya pada tahun 120 an Hijiriah baru Sunni mempunyai imam. Nah sebelumnnya ummat Sunni adalah ummatnya siapa? Nabi Muhammad Saw? Nabi Muhammad Saw sudah wafat maka tidak mungkin memimpin mereka dalam beragama dan dalam berummat.

Dalam literatur Sunni sendiri mengakui bahwa imam Maliki sebelumnya adalah ummatnya imam Ja'far Shodiq as, salah satu satu Imamnya Syiah, dari sini imam Malik belajar dari imam Syi'ah, termasuk imam Hanafipun belajar dari imamnya Syiah.

Itu artinya sebelum imam Ja'far Shodiq as, ummat ini ummatnya siapa? Ummatnya imam Muhammad Baqir as, itu artinya Imam Ja'far Shodiq as dan ummat pada saat itu adalah ummatnya Imam Muhammad Baqir as (ayahnya sendiri), lalu sebelum Imam Muhammad Baqir a s, ummat ini Ummatnya siapa? Ummatnya Imam Ali Zainal Abidin as, nah sebelumnya lagi ummat ini ummatnya siapa? Ummatnya Imam Husain as, dan sebelumnnya lagi ini ummat, ummatnya siapa? Ummatnya Imam Hasan as, dan sebelumnnya lagi ini ummat ummatnya siapa? Ummatnya Imam Ali as dan sebelumnnya lagi, ini ummat ummatnya siapa? Ummatnya nabi Muhammad Saw, dan sebelumnnya lagi ini ummat ummatnya siapa?ummatnya nabi Ibrahim as, dan sebelumnnya lagi ini adalah ummatnya siapa? Nabi Nuh as, dan sebelumnya lagi ini ummatnya siapa? Ummatnya Nabi Adam as, dan sebelumnnya mereka tidak ada dan baru ada setelah imamnya atau Khalifahnya ada terlebih dahulu.

Itu artinya ummat tidak mungkin bisa ada sebelum ada terlebih dahulu imamnya atau Khalifahnya, itulah sunnatullah yang tidak akan ada perubahan didalamnya

Kemenangan (Al-Fatĥ):23 - Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.

Jadi jika ada Ummat yang belum punya imam itu sejatinya dia menghianati Sunnah Allah

Karena itulah setiap ummat akan dipanggil dengan imamnya, jika dia tidak punya imam Maka otomatis tidak akan dipanggil

Memperjalankan di waktu malam (Al-'Isrā'):71 - (Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.

Selasa, 14 Januari 2020

Barokah

Seorang pria berdiskusi dengan  Sayidina Ali bin Abu Thalib RA

Pria itu berkata: 
(sekarang)  sudah tidak ada lagi yang namanya barokah !!

Sayidina Ali menjawab: 
"Sudahkah kamu melihat anjing dan domba?"

Pria itu berkata: Ya!

Sayidina Ali berkata: 
Manakah dari mereka lebih banyak melahirkan anak?

Pria itu berkata: Anjing lebih banyak melahirkan! Bisa melahirkan sampai tujuh anak.
Sedang kambing  (paling banyak?) melahirkan tiga anak!!!!.

Sayidina Ali berkata:
Jika Anda merperhatikan di sekeliling Anda, mana yg lebih banyak?

Pria itu berkata:
Saya melihat lebih banyak kambing (daripada anjing) 

Sayidina Ali berkata:
Bukankah kambing itu yang  (banyak)  disembelih? Dan  (seharusnya)  berkurang dan lebih sedikit?

Pria itu berkata: Ya!

Sayidina Ali berkata:
Itulah _BAROKAH_!!!

Pria itu berkata: Mengapa bisa demikian ?!
(Mengapa kambing yg  mendapat berkat, sedang  anjing tidak?)

Sayidina Ali  berkata:
Sebab kambing² itu tidur pada awal malam, dan bangun sebelum fajar; sehingga mereka memenangi waktu  turunnya rahmat, dan mereka memperoleh berkat

Adapun anjing² itu  (kerjanya hanya)  menggonggong  sepanjang malam, jika sudah dekat saat fajar? Mereka (anjing²) diam dan tidur! (Padahal) Di saat itu (fajar)   rahmat Allah turun!!!, sehingga mereka (anjing) itu kehilangan kesempatan utk meraih berkat.

Jangan ikuti langkah syaitan


Sapi Betina (Al-Baqarah):168 - Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Sapi Betina (Al-Baqarah):169 - Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.

Sapi Betina (Al-Baqarah):170 - Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?".

Apa yang dilakukan nenek moyak mereka? Mereka merubah rubah ayat Allah

Jamuan (Al-Mā'idah):13 - (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Mana yang mereka rubah?

Nih lihat

Dalam dua ayat ini dan masih banyak ayat yang lain yang menyatakan bahwa hanya para nabi dan rasul sajalah yang mempunyai bukti yang nyata, tapi bagi mereka hal itu diubah dalam surat Hud 17

Besi (Al-Ĥadīd):25 - Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa BUKTI-BUKTI YANG NYATA dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Satu barisan (Aş-Şaf):6 - Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata".

Dalam ayat ini secara jelas disebutkan hanya para nabi salah satunya Nabi Muhammad Saw yang mempunyai bukti yang nyata, mukjizat, tapi bagi mereka hal itu diubah sehingga ummat lah yang mempunyai bukti yang nyata bukan nabi

Nabi Hud:17 - Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang (Bukan nabi) yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Quran) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (MUHAMMAD) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa, IMAMAN dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

Mereka menjadikan nabi sebagai saksi, bukan sebagai orang yang mempunyai bukti yang nyata, padahal saksi itu adalah ummat nabi Muhammad Saw

Besi (Al-Ĥadīd):18 - Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.

Besi (Al-Ĥadīd):19 - Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang MENJADI SAKSI di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka.

Jadi Saksi disisi Allah dan yang diutus Allah adalah siddiqin bukan Rasulullah Saw

Ini mereka bolak balik mengubah ubah ayat Allah dalam Hud 17 diatas.

Nah siapa siddiqin yang dimaksud itu? Ya tinggal dilihat siapakah yang paling pertama masuk Islam dan yang paling pertama membenarkan nabi dari golongan laki laki? Ya Imam Ali as, maka dialah saksi disisi Allah dan  yang diutus oleh Allah dalam Hud 17 bukan nabi Muhammad Saw, karena nabi Muhammad Saw sebagai orang yang mempunyai bukti yang nyata sesuai as saf ayat 6 diatas

Mengapa saya sebut saksi yang diutus oleh Allah? Ya karena dalam Hud 17 bunyi ayatNya seperti itu, wayatluhu syahidun minHu. Dan dia (nabi) diikuti pula oleh seorang saksi dari Allah, maka saksi dalam Hud 17 adalah seorang rasul saksi

Inilah yang ingin diubah oleh syaitan dan diikuti oleh nenek moyang mereka dan sekarang mereka mengikuti langkah langkah nenek moyang mereka yang sudah tersesat sejak dahulu

Jadi jangan kalian ikuti, itu sama saja kalian sudah tersesat dan mengikuti langkah langkah syaitan laknatullah alaih

Kamis, 09 Januari 2020

Anjing Lapar

Ayatollah Dastagih qs berkata:

Jika seekor anjing lapar mengejarmu, sementara di tangan mu ada roti atau daging, apakah dengan menghardiknya dia akan lari? 

Meskipun kau mengambil kayu atau batu sekalipun tidak akan ada gunanya.

Dia sedang lapar, matanya jatuh ke makanan yang kau bawa, dan tidak akan menyerah untuk merebutnya.

Namun, jika kau tidak membawa apapun. Ia tahu kau tak punya sesuatu dan akan menyingkir dengan sendirinya.

Bagitu juga hati mu!!

Hati mu menjadi perhatian SETAN.

Ia akan melihat, jika di dalam nya ada makanan seperti cinta harta, dunia, jabatan, kedudukan, syahwat, pelit, riya dan dendam..

Maka ia akan fokus padanya, meskipun kau mengucapkan audzubillahi minasyaithanir rajim 100 kali tidak ada gunanya.

Namun, jika makanannya kau jauhi, maka dengan satu kali Istighfar ia akan lari.

t.me/tafsirhikmah

Rabu, 08 Januari 2020

KECERDASAN DAN KELICIKANPERAMPOK CERDAS ( Dari Selentingan status status FB)


Perampok berteriak kepada semua orang di bank :

” Jangan bergerak! Uang ini semua milik Negara. Hidup Anda adalah milik Anda ..”

Semua orang di bank kemudian tiarap.

Hal ini disebut “Mind changing concept – merubah cara berpikir“.

Semua orang berhasil merubah cara berpikir dari cara yang bisa menjadi cara yang kreatif.

Salah satu nasabah yang sexy mencoba merayu perampok. Tetapi malah membuat perampok marah dan berteriak, ” Yang sopan mbak! Ini perampokan bukan perkosaan!”

Hal ini disebut ” Being professional – bertindak professional“. Fokus hanya pada pekerjaan sesuai prosedur yang diberikan.

Setelah selesai merampok bank dan kembali ke rumah, perampok muda yang lulusan MBA dari universitas terkenal berkata kepada perampok tua yang hanya lulusan SD ” Bang, sekarang kita hitung hasil rampokan kita”.

Perampok tua menjawab. ” Dasar bodoh, Uang yang kita rampok banyak, repot menghitungnya. Kita tunggu saja berita TV, pasti ada berita mengenai jumlah uang yang kita rampok.”

Hal ini disebut “Experience – Pengalaman“. Pengalaman lebih penting daripada selembar kertas dari universitas.

Sementara di bank yang dirampok, si manajer berkata kepada kepala cabangnya untuk segera lapor ke polisi. Tapi kepala cabang berkata, ” Tunggu dulu, kita ambil dulu 10 milliar untuk kita bagi dua. Nanti totalnya kita laporkan sebagai uang yang dirampok.”

Hal ini disebut “Swim with the tide – ikuti arus“. Mengubah situasi yang sulit menjadi keuntungan pribadi.

Kemudian kepala cabangnya berkata,” Alangkah indahnya jika terjadi perampokan tiap bulan.”

Hal ini disebut “Killing boredom – menghilangkan kebosanan“. Kebahagiaan pribadi jauh lebih penting dari pekerjaan Anda.

Keesokan harinya berita di TV melaporkan uang 100 milliar dirampok dari bank. Perampok menghitung uang hasil perampokan dan perampok sangat murka. “Kita susah payah merampok cuma dapat 20 milliar,orang bank tanpa usaha dapat 80 milliar. Lebih enak jadi perampok yang berpendidikan rupanya.”

Hal ini disebut sebagai “Knowledge is worth as much as gold – pengetahuan lebih berharga daripada emas“.

Dan di tempat lain manajer dan kepala cabang bank tersenyum bahagia karena mendapat keuntungan dari perampokan yang dilakukan orang lain.

Hal ini disebut sebagai “seizing opportunity – berani mengambil risiko“.

Selamat mencermati kisah diatas. Meski  mengandung humor namun ada point-point yang bisa kita tangkap dari humor bisnis di atas... 

Apakah anda bisa melihat, mengapa bangsa ini selalu ada keributan ?

Kisah Perampokan diatas, adalah representing segala sesuatu yg terjadi di Negara ini,,,

RENUNGAN UNTUK PARA  ELT POLITIK