Jumat, 30 Oktober 2020

Apa yang mau dibanggakan?


Sekarang saya mau nanya, apa lagi yang kalian banggakan dari Islam versi kalian itu? Generasi salaf kalian tidak lebih dari barisan kaum pembangkang Ketetapan Allah dan NabiNya dalam piagam Madinah pasal 36 dengan menggelar perang tanpa izin nabi

Membantai sesama muslim, dan muslim bukan sembarangan pula yang dibantai, tapi sahabat sahabat nabi yang mulia yang ikut bersusah payah mendirikan Islam sejak awal, orang orang itulah yang dibantai kaum salaf kalian dengan alasan gak mau bayar zakat kepada Amil Zakat Nasional (abu bakar)?

Itu alasan apa coba? Mana ada orang yang bisa dan halal dibunuh gara gara gak bayar zakat kepada Amil Zakat? Kalo dia mau bayar zakat langsung kepada mustahiknya lantas urusan Amil Zakat apa sampai tega membantai mereka semua tanpa belas kasihan? Coba nih baca betapa egoisnya abu bakar

'Demi Allah, aku pasti akan memerangi siapa yang memisahkan antara kewajiban shalat dan zakat, karena zakat adalah hak harta. Demi Allah, seandainya mereka enggan membayarkan anak kambing yang dahulu mereka menyerahkannya kepada Rasulullah s.a.w, pasti akan aku perangi mereka disebabkan keengganan itu". Berkata, 'Umar bin Al Khathab "Demi Allah, ketegasan dia ini tidak lain selain Allah telah membukakan hati Abu Bakar dan aku menyadari bahwa dia memang benar".
(HR Bukhari 1312,, 2727,, 6413,, 6741,, 1399,1400,, 2946,, 6924,, 6925,, 7284,, 7285,,, Muslim 29,30,21,, Kitab Syarh Shahih  20, 21)

Sholat dan zakat itu urusan amalia masing masing orang, kenapa pula ada pemaksaan harus lewat amil zakat abu bakar? Jika orang orang mau langsung menyerahkan zakatnya kepada mustahiknya maka abu bakar kenapa harus memaksa melalui dirinya sebagai amil zakat sampai tega memerangi mereka yang menolak? Jika zaman nabi mereka menyerahkan zakatnya kepada nabi dan setelah nabi tiada mereka mau langsung kepada mustahiknya, lantas dimana haknya abu bakar bisa memaksa dirinya harus sama dengan nabi?🤣🤣🤣

Woi kebanggan apa yang bisa kalian banggakan dengan mengikuti kaum salaf egois  begini? Tukang jagal dan tanpa rasa belas kasih?

Jadi Amil Zakat Nasional saja ditolak ummat, masa kalian percaya bahwa dia khalifah pilihan ummat?🤭 Pasti pilihan kaum bar bar bringasan sehingga memaksa yang lain wajib berbaiat

Bikin malu, agama abal abal

Ego setan

Ketika Islam muncul, dituding sesat oleh kaum kafir Quraisy. Dipersekusi dsb, apa nabi kemudian berhenti menyampaikan kebenaran, mana yang haq dan mana yang bathil sehingga jelas dan terang siapa yang benar dan siapa yang sesat? Demi nama ukhuwah? Apa saat itu kaum kafir Quraisy mau berukhuwah dengan nabi Muhammad Saw yang jelas jelas masih satu pertalian darah? OGAAAHH! 

Nabi rela dipersekusi, diusir, diburu tapi tidak pernah berhenti menyampaikan kebenaran

Kalo mau ukhuwah ya Alhamdulillah, jika tidak ya tidak baper sendiri merasa "udah kita ukhuwah saja" jadi saya tutup mulut saja, diam gak enak menyinggung kayakinan mereka?

Tidak, nabi tetap berdakwah, apapun resikonya

Sama, saya pun kagak berhenti menyampaikan bahwa Sunni salafi Wahabi itu sesat, mereka mengikuti ajran para sahabat yang telah melakukan kejahatan kemanusiaan, kemaksiatan kepada Allah dalam membantai ratusan atau bahkan ribuan nyawa dalam perang Ridda, dengan alasan kafir, murtad karena tidak mau bayar zakat

Sejak kapan orang jadi murtad karena gak bayar zakat?
Dan sejak kapan orang murtad dikejar kejar dan ditagih zakatnya?

Dalam hadis ini jelas jelas abu bakar mau memerangi orang muslim, sahabat sahabat nabi yang mulia, yang ditunjukkan dengan kata

"Demi Allah, aku pasti akan memerangi siapa yang memisahkan antara kewajiban shalat dan zakat, karena zakat adalah hak harta. Demi Allah, seandainya mereka enggan membayarkan anak kambing yang dahulu mereka menyerahkannya kepada Rasulullah s.a.w, pasti akan aku perangi mereka disebabkan keengganan itu". Berkata, 'Umar bin Al Khaththab "Demi Allah, ketegasan dia ini tidak lain selain Allah telah membukakan hati Abu Bakar dan aku menyadari bahwa dia memang benar".
(HR Bukhari 1312,, 2727,, 6413,, 6741,, 1399,1400,, 2946,, 6924,, 6925,, 7284,, 7285,,, Muslim 29,30,21,, Kitab Syarh Shahih  20, 21)

Aku akan memerangi orang yang memisahkan kewajiban sholat dan zakat" 

Ini jelas orang muslim yang mau dibantai, dibabat oleh abu bakar karena abu bakar merasa orang orang ini telah memisahkan kewajiban sholat dan zakat, bukan karena murtad, perhatikan, apakah abu bakar berkata dalam hadis ini

"Demi Allah, aku pasti akan memerangi siapa yang murtad?"

Tidak ada, yang ada adalah

"Demi Allah, aku pasti akan memerangi siapa yang memisahkan antara kewajiban shalat dan zakat, karena zakat adalah hak harta. Demi Allah, seandainya mereka enggan membayarkan anak kambing yang dahulu mereka menyerahkannya kepada Rasulullah s.a.w, pasti akan aku perangi mereka disebabkan keengganan itu

Jadi abu bakar memerangi mereka karena mereka taat bayar zakat kepada nabi Muhammad Saw dan tidak taat bayar zakat kepada dirinya

Jadi dia merasa ummat saat itu tidak adil kepadanya, jadi ini adalah egosentris, egonya yang dia paksakan "harus, wajib, musti" jika tidak maka MATI

dia mendewakan egonya, Tuhannya yang sebenarnya

Lalu dimana hak jawab orang orang yang dituduh memisahkan antara sholat dan zakat itu? Gak ada, itu artinya ini kejahatan luar biasa

Tanpa hak jawab orang dibantai, diperangi seakan akan dialah pemilik hidup dan mati

Mengapa tidak ada hak jawab dari para sahabat nabi teresebut? Itu karena abu bakar sangat paham alasan para sahabat nabi yang tidak mau bayar zakat kepadanya, at Taubah 103

Dia sejatinya tidak berhak jadi Amil Zakat

Jadi Amil Zakat saja wajib rasul masa khilafah harus manusia biasa? Sakit jiwa

Sabtu, 24 Oktober 2020

Imam Ali as dan Para Rasul rasul sajalah yang disebut dalam Al maidah 55


Pertanyaan:
Hamka Arsad 😆😆😆 dalilnya mana bahwa Allah memerintahkan tuk menolak zakat dan memisahkan zakat dgan solat?

Jawaban:
Ajud Prihatsaleh
perintahNya dalam at Taubah ayat 103 

Pengampunan (At-Tawbah):103 - Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu (Rasul) membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

bahwa jika bukan rasul yang menarik zakat ummat atau bukan kepada rasul yang mengumpulkannya maka tidak perlu dibayarkan kepada orang yang tidak berhak mengumpulkannya karena hanya rasul yang berhak manarik zakat, dan karena hanya rasul pula yang bisa mensucikan ummat, serta hanya rasul jugalah yang bisa mendoakan agar tentram jiwa ummat

Jika tidak, maka jangan, karena tidak sesuai dalil Al Qur'an nak, maka jangan dibayarkan lewat selainnya, lebih baik langsung kepada mustahiqnya

Ajud Prihatsaleh
Kedua , zakat dan sholat memang harus dipisahkan nak, karena keduanya adalah dua hal yang berbeda, sholat ya sholat, zakat ya zakat, gak bisa kau sholat sambil zakat, karena keduanya punya aturan sendiri kecuali imam Ali as bisa sambil ruku' Krn emang dia rasul,

Jamuan (Al-Mā'idah):55 - Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).

Ummat biasa gak bisa, harus lewat rasul dikumpulkannya, Karena sdh ada perintahnya dalam at Taubah ayat 103

Itu artinya yang dimaksud dalam Al maidah 55, penolong kamu disana adalah hanya para rasul, salah satunya adalah Imam Ali as, karena hanya pada rasul yang bisa sholat sekaligus zakat sekalipun karena zakatnya sesuai at Taubah ayat 103, jika ummat biasa maka zakatnya tidak sah

Jumat, 23 Oktober 2020

Abu bakar dan Umar, satu tukang jagal, satu tukang jilat lagi musyrik


Mari kita lihat hadis ini

saat wafatnya Rasulullah s.a.w diangkatlah Abu Bakar r.a menjadi khalifah (oleh musyawarah akal akalan)maka beberapa orang 'Arab ada yang kembali menjadi kafir (enggan Tunaikan zakat, ini tuduhan sepihak).Maka (ketika Abu Bakar hendak memerangi mereka),Umar bertanya: "Bagaimana anda ingin perangi orang yg padahal Rasulullah s.a.w telah bersabda:"Aq diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mgucapkan laa ilaaha illallah. Maka barangsiapa telah mengucapkannya berarti terlindunglah dariku darah & hartanya kecuali dengan haknya sedangkan perhitungannya ada pada Allah Ta'ala.Maka Abu Bakar berkata:"Demi Allah, aku pasti akan memerangi siapa yang memisahkan antara kewajiban shalat dan zakat, karena zakat adalah hak harta. Demi Allah, seandainya mereka enggan membayarkan anak kambing yang dahulu mereka menyerahkannya kepada Rasulullah s.a.w, pasti akan aku perangi mereka disebabkan keengganan itu". Berkata, 'Umar bin Al Khaththab "Demi Allah, ketegasan dia ini tidak lain selain Allah telah membukakan hati Abu Bakar dan aku menyadari bahwa dia memang benar".
(HR Bukhari 1312,, 2727,, 6413,, 6741,, 1399,1400,, 2946,, 6924,, 6925,, 7284,, 7285,,, Muslim 29,30,21,, Kitab Syarh Shahih  20, 21)

Perhatikan hadis super shohe diatas, kita bagi dua bagian

Bagian pertama

saat wafatnya Rasulullah s.a.w diangkatlah Abu Bakar r.a menjadi khalifah (oleh musyawarah akal akalan)maka beberapa orang 'Arab ada yang kembali menjadi kafir (enggan Tunaikan zakat, ini tuduhan sepihak).Maka (ketika Abu Bakar hendak memerangi mereka),Umar bertanya: "Bagaimana anda ingin perangi orang yg padahal Rasulullah s.a.w telah bersabda:"Aq diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mgucapkan laa ilaaha illallah. Maka barangsiapa telah mengucapkannya berarti terlindunglah dariku darah & hartanya kecuali dengan haknya sedangkan perhitungannya ada pada Allah Ta'ala

Dari bagian pertama ini

Abu bakar diangkat jadi khalifah, katanya sih hasil musyawarah umat Islam, tapi kenyataannya, banyak diantara mereka jangankan mengakuinya sebagai khalifah, menganggapnya sebagai amil zakat saja mereka enggan, ogah, hal itu ditunjukkan dengan mereka menolak menyerahkan zakatnya kepada abu bakar.

Lalu mereka dicap kafir dan hendak diperangi oleh abu bakar. 

Melihat hal itu maka Umar protes dengan bertanya sambil bawa bawa hadis nabi segala

Maka (ketika Abu Bakar hendak memerangi mereka),Umar bertanya: "Bagaimana anda ingin perangi orang yg padahal Rasulullah s.a.w telah bersabda:"Aq diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mgucapkan laa ilaaha illallah. Maka barangsiapa telah mengucapkannya berarti terlindunglah dariku darah & hartanya kecuali dengan haknya sedangkan perhitungannya ada pada Allah Ta'ala

Jika kita baca bagian pertama ini maka logikanya seperti ini, jika mereka adalah orang yang memang kafir kembali atau murtad atau bersekutu dengan nabi palsu sebagai mana yang kita ketahui dalam hadis diatas  maka bagaimana bisa Umar berkata bahwa yang hendak diperangi abu bakar itu orang yang beriman? Yang darah dan hartanya terlindungi oleh nabi Muhammad Saw? Dengan mengatakan ""Bagaimana anda ingin perangi orang yg padahal Rasulullah s.a.w telah bersabda:"Aq diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mgucapkan laa ilaaha illallah. Maka barangsiapa telah mengucapkannya berarti terlindunglah dariku darah & hartanya kecuali dengan haknya sedangkan perhitungannya ada pada Allah Ta'ala

Itu artinya Umar sangat paham bahwa yang mau diperangi abu bakar itu orang orang beriman, selain beriman mereka adalah sahabat sahabat mulia nabi Muhammad Saw yang harta dan darahnya dalam perlindungan Nabi Muhammad Saw.

Itu artinya abu bakar membantai orang beriman lagi mulia yang harta dan darahnya dilindungi nabi, itu artinya abu bakar melawan nabi Muhammad Saw

Dengan ucapan yang sungguh sangat disayangkan, dia mensejajarkan dirinya dengan nabi Muhammad Saw

Maka Abu Bakar berkata:"Demi Allah, aku pasti akan memerangi siapa yang memisahkan antara kewajiban shalat dan zakat, karena zakat adalah hak harta. Demi Allah, seandainya mereka ENGGAN MEMBAYARKAN anak kambing yang DAHULU mereka MENYERAHKANNYA KEPADA RASULULLAH s.a.w, pasti akan aku perangi mereka disebabkan keengganan itu"

Dia ini siapa sih? Koq memaksa harus sejajar dengan nabi?, Jika orang yang dulu membayar kepada nabi MAKA WAJIB pula membayar kepada dirnya dengan jumlah yang sama persis tidak boleh kurang, yang jika dulu dia bayar dgn anak kambing maka harus juga dengan anak kambing? 

Dengan mengatakan bahwa zakat itu "hak harta". Lah itu harta harta orang, darimana bisa dia mengklaim punya hak atas harta orang melalui zakat? Dengan mengatakan itu "hak harta" yang harus diserahkan kepadanya? He?

Dia itu wakil Tuhan kah? sehingga hak harta adalah haknya untuk harus secara paksa diserahkan kepadanya?

Jika tidak bayar maka akan dia perangi sampai mati? Dia nabi kah? Atau wakil nabi? atau apakah dia Utusan nabi? 

Dari sini kita bisa melihat bahwa boro boro dia diakui khalifah oleh Umat Islam saat itu, jadi Amil zakat saja umat Islam saat itu menolaknya koq.

Kedua, dari hadis ini pula kita bisa melihat bahwa Umar tidak lebih dari penjilat, bisa diajak kompromi dalam kejahatan, takut kepada abu bakar ketimbang takut kepada Allah (musyrik) dan tidak punya prinsip serta pembohong atas nama Allah

Lihat bagian kedua dari hadis ini

Berkata, 'Umar bin Al Khaththab "Demi Allah, ketegasan dia ini tidak lain selain Allah telah membukakan hati Abu Bakar dan aku menyadari bahwa dia memang benar".

Karena abu bakar tidak terima protesannya maka dia melunak tidak mempertahankan protesnya semula, dia lebih takut kepada kemarahan abu bakar ketimbang kemarahan Allah SWT,  awalnya dia tau yang hendak dibunuh adalah umat Islam, orang orang yang beriman, sahabat sahabat nabi yang mulia, karena melihat abu bakar ngotot maka dia melunak dengan berkata, "Demi Allah"

Pake nama Allah loh, bahwa "ketegasan dia ini tidak lain selain Allah telah membukakan hati Abu Bakar"

Bahwa abu bakar melakukan kejahatannya atas petunjuk Allah loh🤣🤣

Ini penipuan paling sadis, belum kering lidahnya kering dari protes sudah berubah secepat kilat menjilati pantat abu bakar dengan menjual nama Allah.

Dia lebih takut kepada kemarahan abu bakar ketimbang kemarahan Allah, ini jelas syirik, musyrik.

Akhirnya ribuan sahabat nabi yang beriman lagi mulia, dibabat sesadis sadisnya

Kamis, 22 Oktober 2020

Imam Jafar as-Shadiq (as) berkata:


Bilal enggan membaiat Abubakar, 
Lalu Umar mendatanginya seraya berkata,

"Ya Bilal, 
Apakah ini balasan yang 
kau berikan kepada Abubakar? 

Ia (Abubakar) telah memerdekakanmu, 
namun kau menolak untuk membaiatnya?"

Lalu Bilal menjawab,

"Jika Abubakar 
memerdekakanku karena Allah, 

maka Allah pasti 
akan memberi ganjaran. 

Namun 
jika ia memerdekakanku 
karena selain Allah, 
maka inilah aku. 

Alasanku tidak membaiatnya 
karena aku tidak akan membaiat orang 
yg tidak pernah ditunjuk oleh Rasulnya, 

adapun orang yang telah ditunjuk 
oleh Rasulullah, maka aku tetap 
berbaiat kepadanya sampai hari kiamat".

Umar berkata,

"Kau sudah tidak memiliki pemelihara, 
Pergilah engkau dari hadapan kami."

Lalu Bilal pergi ke Syam 
dan meninggal di sana.

روى الوحيد في التعليقة : عن جده ، أنه قال :
 " رأيت في بعض كتب أصحابنا ، عن هشام بن سالم ، 
عن الصادق عليه السلام وعن أبي البختري ، 

قال : حدثنا عبدالله بن الحسن بن الحسن ، 
أن بلالا ، أبي أن يبايع أبا بكر ، 
وأن عمر أخذ بتلابيبه ،

 وقال : يا بلال ، هذا جزاء أبي بكر منك ،
 عتقك فلاتجئ تبايعه ؟ 

فقال : إن كان أبوبكر أعتقني لله فايدعني لله ،
 وإن كا أعتقني لغير ذلك فها أناذا ، 

وأما بيعته ، فماكنت أبايع من لم يستخلفه
 رسول الله صلى الله عليه وآله ، 

والذي استخلفه بيعته في أعناقنا إلى يوم القيامة ،
 فقال عمر : لا أبا لك : لاتقم معنا : فارتحل إلى الشام "

Copas stts Adi Abdulrohman🙏

At taubah 103



Jika zakat harta ditangan Rasul bisa mensucikan manusia (muzakkinya)

Maka manusia pembayar zakat ditangan Rasul bisa mensucikan dunia (yang melahirkan manusia ke alam dunia)

Untuk itulah Islam disebut Rahmatan Lil alamin

Belum paham?

Sini saya jelaskan perlahan lahan

Pengampunan (At-Tawbah):103 - Ambillah zakat dari sebagian harta mereka (Ummat), dengan zakat itu kamu (Rasul) membersihkan dan mensucikan mereka (ummat) dan mendoalah untuk mereka (ummat). Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka (ummat). Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Saya sekarang naikkan kodenya

Pengampunan (At-Tawbah):103 - Ambillah zakat (A) dari sebagian harta mereka (Ummat), dengan zakat itu kamu (Rasul) membersihkan dan mensucikan mereka (ummat) dan mendoalah untuk mereka (ummat). Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka (ummat). Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Perhatikan kode A yang artinya zakat.

A adalah pembayaran dari ummat
Ditangan Rasul, "A" menjadi penyebab ummat menjadi  suci

Itu artinya jika zakat (A ) saja wajib diurus oleh Rasul agar ummat Menjadi suci maka sudah barang tentu ummat atau sumbernya A (zakat) lebih wajib lagi diurus oleh Rasul, agar apa? Agar sumber ummat jadi suci 

Darimana ummat lahir? Alam semesta

Maka alam semesta akan menjadi suci, rapi dan teratur

Sebaliknya jika ummat bukan lagi diurus oleh rasul maka dipastikan alam semesta dunia jadi rusak

Kerusakan pertama itu terjadi ketika sebagian kecil ummat yang superior (abu bakar, Umar dan komplotannya) menolak diurus oleh Rasul Ali as sebagai penolong mereka, khalifah mereka, maka rusaklah alam semesta dunia

Maka kemudian bunuh bunuhan terjadi, Perang Ridda digelar tanpa izin nabi dan tanpa pengadilan menvonis ribuan sahabat nabi sebagai murtad lalu diperangi seenak jidat,  teroris, ISIS dsb muncul dari sana.

Karena itulah alam semesta pun bersholawat kepada nabi dan ahlul baitnya yang suci (rasul rasul) sebagai rasa terimakasih, jika saja manusia mau menerima mereka insyaallah Dunia akan damai dan tentram

Golongan-Golongan yang bersekutu (Al-'Aĥzāb):56 - Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Mengapa Mereka para malaikat dan Allah bersholawat kepada Nabi Muhammad Saw dan Ahlul baitnya?

Lihat ke atas, 
Zakat diurus rasul : manusia sumber zakat jadi suci
Manusia sumber zakat diurus rasul: alam semesta dunia tempat lahirnya manusia jadi Suci
Alam semesta dunia diurus rasul : alam akhirat jadi suci
Alam akhirat diurus rasul : Allah Sang Pencipta akan lebih disucikan (dipuja dalam tasbih)

Maka itulah Allah menyerahkan alam akhirat diurus Adam as rasul Allah, dan Malaikat cemburu dengan mengatakan "padahal kami senantiasa mensucikan Engkau"

Itu adalah tujuannya, yaitu agar Allah lebih disucikan dan malaikat tau tujuan Alam akhirat diserahkan urusannya pada Adam as, makanya mereka mengatakan mengapa harus diserahkan kepada orang lain jika kita juga bisa, maksudnya yaitu bisa mensucikan Engkau ya Allah

Nah itulah puncak dari segala urusan diserahkan kepada Allah

Lihat ketika sebaliknya, mereka menolak rasul,  maka lahirlah kebencian kepada Allah bukan? Fitnah, Al Qur'an menciptakan peperangan, ISIS, dsb, maka Allah difitnah menciptakan kitab kebencian

Zakat ummat vs Abu bakar

Dari kasus zakat ummat vs abu bakar, kita dapat melihat bahwa untuk urusan duitnya ummat saja tidak bisa asal main tarik aja sesuka hati tapi ada aturannya, apalagi mengurus ummatnya sang pemilik duitnya. itu memang perintah Tuhan, tapi bukan berarti bisa ditarik sesuka hati tanpa aturan dan tuntunan.

Paham maksud saya?

Gini loh,
Ada dua posisi
Posisi pertama adalah ummat, kita sebut saja A.
Posisi kedua adalah zakat duitnya ummat, atau zakat hartanya ummat, kita sebut saja B

Ada ummat, ada duitnya ummat
A itu ummat, B itu zakat duitnya ummat

Jika B (zakat hartanya ummat) saja harus pake aturan untuk mengurusi nya dan karena hal itulah maka A (ummat) ogah membayar B ( zakat) kepada abu bakar, maka apalagi mau mengurusi A? Maka sudah pasti mereka tidak mau lagi

Itu artinya abu bakar bukan khalifah sebenarnya, karena A jelas tidak mau diurusin oleh abu bakar. Gimana mereka mau diurus, lah zakat hartanya saja mereka menolak untuk diurusin abu bakar

Inilah yang membuat abu bakar naik pitam dan gelap mata membantai mereka sekalipun telah ditegur oleh Umar sahabat setianya sendiri

Umar saja tau abu bakar kaliru makanya mempertanyakan kebijakan abu bakar yang dianggapnya aneh, orang sudah mengucapkan kalimat la Ilaha ilallah koq diperangi? 

Dari sini kita bisa melihat bahwa untuk mengurus urusan persoalan hartanya ummat saja perlu aturan dan tidak sembarangan, hanya khusus Rasul yang bisa mengurusi harta ummat (at Taubah 103) apalagi mau mengurusi si pemilik harta atau ummat itu sendiri? 

Nih perhatikan ayatnya

Pengampunan (At-Tawbah):103 - Ambillah zakat dari sebagian harta mereka (ummat), dengan zakat itu kamu (Rasul) membersihkan dan mensucikan mereka (ummat) dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu/rasul itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka (ummat). Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Nah perintah ambil zakat itu khusus diberikan kepada rasul, bukan ummat, maka untuk urusan zakatnya ummat saja yang berhak hanya rasul apalagi mau mengurusi si pemilik harta atau ummat itu sendiri, jelas hanya bisa dilakukan oleh rasul bukan selainnya

Maka itulah setelah wafatnya nabi Muhammad Saw tentu masih ada rasul pelanjut atau rasul pemberi petunjuk yang akan mengurusi ummat, sebab zakat hartanya saja yang boleh mengurusinya hanyalah rasul, masa ummat pemiliknya diurus selain rasul kan lucu jadinya

Jika hartanya saja harus diurus Rasul agar ummat bisa suci
Masa urus ummat atau pemilik harta bukan rasul? Kan lucu bin aneh

Maka pengurus ummat wajib rasul bukan manusia biasa, sebab urusan hartanya saja wajib rasul gak bisa ummat biasa apalagi pemiliknya bukan? 

Sudah paham nak?

Contohnya begini 

Saya punya motor yang tiap dua bulan sekali saya ganti oli dan oli kotornya hanya bisa dikelola oleh rasul atas perintah Allah

Lah jika oli motor saya saja yang harus urusin itu rasul maka gimana dengan yang ngurusin saya sebagai pemilik motor? Masa manusia biasa? Jelas harus juga rasul

Makanya khalifah atau orang yang mengurusi saya dan kita semua adalah wajib seorang rasul tidak bisa manusia biasa

Mengapa? Karena kita ini sangat berharga disisi Allah, zakat harta kita saja diurus oleh rasul apalagi diri diri kita ini, itulah mulianya diri anda semua.

Maka itulah Islam itu memuliakan manusia, urusan hartanya saja diatur dan ditentukan oleh Allah apalagi mengurus pribadi manusianya

Sudah paham nak?