Selasa, 25 September 2018

Kafir yang sebenarnya, atau berimanlah yang sebenarnya

Wanita (An-Nisā'):150 - Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir),

Tidak boleh membeda bedakan antara satu rasul dengan rasul yang lain.  Nabi Muhammad saw adalah rasul Allah,  rasul nubuat. Imam Ali as pun rasul Allah,  rasul saksi atas tugas nabi Muhammad saw dalam menyampaikan al bayyinatnya kepada ummat

Hud 17: "AfaMAN kana ala bayyinatin mirobbihi": apakah sama orang yang mempunyai bukti yang nyata dari Tuhannya,  ini adalah Nabi Muhammad saw sesuai as saf ayat 6

"Wayatluhu syahidun minHu": dan dia diikuti pula oleh seorang saksi dari Allah,  saksi ini dari Allah, utusan Allah,  dan mustahil dia seorang malaikat, sebab malaikat tidak datang bersama sama nabi Muhammad saw sesuai Hud 12

Maka saksi ini pasti seorang manusia, utusan yang menyertai nabi pembawa syariat nubuat

Rombongan-rombongan (Az-Zumar):69 - Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para NABI DAN SAKSI-SAKSI dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.

maka saksi inilah rasul pendamping para nabi dalam menyampaikan risalah nubuat.  Dan para nabi dan saksi inilah yang akan dipanggil bersama sama kehadapan Allah untuk menghadiri proses peradilan yang akan diputuskan kepada ummatnya masing masing

Maka membeda bedakan keduanya sama saja menista Allah yang telah mengutus keduanya

Akibatnya?  Kekafiran dihadapan Allah

Wanita (An-Nisā'):151 - merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.

Orang orang kafir yang sebenarnya, artinya orang kafir yang tidak beriman pada Allah belum benar benar kafir dihadapan Allah,  tapi orang islam, orang yang mengaku beriman tapi menolak kerasulan Imam Ali as dan rasul rasul saksi yang lainnya adalah sebenar benarnya kafir dihadapan Allah

Sebab jika orang itu benar benar beriman maka tidak mungkin dia akan membeda bedakan rasul rasul Allah

Wanita (An-Nisā'):152 - Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Jadi jika orang yang menolak imam Ali as dan rasul rasul saksi adalah sebenar benarnya kafir maka orang yang tidak membeda bedakan rasul rasul Allah diantara Nabi Muhammad saw dan rasul saksi Imam Ali as dab rasul rasul yang lain adalah sebenar benarnya orang beriman

Maka berimanlah yang sebenar benarnya brriman, jangan membeda bedakan satu rasul dengan rasul rasul yang lain

Sapi Betina (Al-Baqarah):285 - Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".

kami dengar dan kami taat pada semua rasul rasulNya,  ini ikrar umat islam, sehingga jika Islam hanya punya satu rasul maka bagaimana kami bisa dengar dan kami taat pada rasul rasul yang lain?  Maka ayat ini menjadi keliru karena dengar dan taat itu hanya bisa terjadi pada mereka yang hidup dan sezaman dengannya.  Maka itulah pasti dalam setiap hidup dan zaman pasti ada rasul yang wajib didingar dan ditaati agar hidup menjadi lurus dan dalam keridhoan Allah.

Sabtu, 22 September 2018

Diberikan gulungan peta

Tadi malam saya sakit demam panas dan terbangun jam 2:30, saya baru ingat bahwa semalam saya bermimpi ada di dalam sebuah kapal putih dan saya dipanggil untuk membacakan doa disamping Nahkoda kapal yang dihadiri oleh para mualimnya
Saya berkata: "loh koq saya yg doa? Waduh jangan saya lah, malu rasanya"
Para Mualim ketawa kecil
Lalu Nahkoda mengatakan: "sudah.. doa aja gak papa"
Lalu mereka semua mengangkat tangannya tinggi tinggi, lalu sayapun memulai membaca doa yang diawali dgn al fathiha lalu dilanjutkan dgn doa sebagai berikut:

Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillahirrobbil 'alamin
Hamdan yu'afini'amahu wayukafi mazidah
Ya rabbana lakalhamdu walakasyukru kama yambagi lijalali wa'adzimi sulthoniq

Allahumma sholli wasallim wabarik 'ala sayyidina muhammadin wa'alihitthobibina thohirin

Allahumma inna nas'aluka salamatan fiddin, waddunnia wal'akhirat, wa'afiatan fil jasadi wasihatan fil badani, waziadatan fil 'ilmi wabarakatan firrizaqi wa taubatan qablal maut, warahmatan indal maut, wa magfiratan ba'dal maut.

Allahumma hawwin 'alaina fi sakaratil maut, wannajatamminannar wal 'afwa indal hisab

Robbana la tu akhidzna inna sina au'ahktona, rabbana wala tahmil 'alaina israngkama hamaltahu 'alalladzina mingqoblina, rabbana wala tuhammilna mala thoqatalnabihi wa'fuanna wagfirlana warhamna anta maulana fangdzurna 'alal qaumil kafirin..

Rabbanaggfirlana  wali walidayna warhamhuma kama rabbayana shigara

Rabbana 'atina fiddunya hasana wafil 'akhirati hasana waqina 'azabannar

Subhana robbika robbil izzati 'amma yasifun wassalamu 'alal mursalin walhamdulillahi robbil 'alamin..

Setelah itu saya diberikan segulung peta.
Peta? Mungkin peta perjalan kapal kali ya? Tapi sayangnya blm sempat saya buka lalu terbangun dan badan masih panas..

Demam dan gak bisa tahajjud jd lanjut tidur :D

Maksudnya apa ya? Disamping nahkoda pimpin doa dan diberikan peta perjalan kapal, dan hari ini hari idul ghadir, hari pengangkatan Imam Ali as sebagai washi Rasulullah saw.. hmm jadi bertanya tanya...

(status fb hari yang sama dua tahun silam)

Khalifah Rasyidin

Raja itu tetap raja bagi kaumnya sekalipun dia terjajah, dibuang,  diasingkan,  bahkan jika dia dibunuh pun, maka dia tetap raja bagi rakyatnya.

Wilayahnya dicaplok,  tidak bisa menjalankan pemerintahannya secara efektif administratif pun dia akan tetap disebut raja bagi rakyatnya.  Mau dibuang ke ujung duniapun dia tetap raja bagi rakyatnya

Demikian pula khalifah Allah, mau dia terjajah oleh khalifah syaitan,  hilang wilayahnya dicaplok oleh penjajah khalifah syaitan maka dia tetap khalifah bagi ummat yang beriman.

Maka ada banyak raja,  ada raja pilihan manusia dan ada raja pilihan Allah,  demikian pula ada khalifah pilihan manusia dan ada pula khalifah pilihan Allah.  Khalifah pilihan Allah adalah khalifatullah dan khalifah pilihan manusia adalah khalifatusyaithan.

Nah khalifah mana yang wajib kita ikuti? Ya khalifatullah,  khalifah pilihan Allah,  dan Allah tidak pernah memilih khalifahNya melainkan dia pasti utusan Allah atau rasulNya.
Mereka inilah yang disebut khalifah Rasyidin,  khalifah yang mendapat petunjuk, yaitu para rasul rasul saksi,  maka sunnah mereka wajib diikuti dan wajib memegangnya erat erat sekalipun dengan digigit dengan gigi geraham

عَلَيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا وَسَتَرَوْنَ مِنْ بَعْدِيْ اخْتِلاَفاً شَدِيْدًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَاْلأُمُوْرَ الْمُحْدَثَاتِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ (رواه ابن ماجه)

“Hendaklah kamu bertakwa kepada Allah, dan mendengar serta taat (kepada pemimpin) meskipun ia seorang budak hitam. Dan kalian akan melihat perselisihan yang sangat setelah aku (tiada nanti), maka hendaklah kalian mengikuti sunnahku dan sunnah para khulafa’ rasyidin mahdiyyin (pemimpin yang lurus dan mendapat petunjuk), gigitlah ia dengan gigi geraham (berpegang teguhlah padanya), dan jauhilah perkara-perkara muhdatsat (hal-hal baru dalam agama), sesungguhnya setiap bid’ah itu kesesatan” (HR. Ibnu Majah. Hadis senada diriwayatkan pula oleh At-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad).

Jadi khalifah Rasyidin ya bukan abu bakar, umar dan usman karena mereka bukan rasul rasul saksi. Mereka justru khalifatussyaithan,  yang menjajah khalifatullah, khalifah Allah yang sesungguhnya.  Merekalah petaka umat islam, musibah terbesar dunia.  Dari mereka lah hukum Allah ternoda.

Hendaklah kamu bertakwa kepada Allah, dan mendengar serta taat (kepada pemimpin) meskipun ia seorang budak hitam

Siapa budak hitam yang dimaksud?  Yaitu mereka yang terjajah, siapa yang terjajah?  Ya para khalifah Allah itulah yang terjajah. Terjajah oleh khalifah syiatan.  Maka Khalifah yang terjajah itu sama nilainya dengan budak hitam karena artinya budak adalah mereka yang tidak merdeka alias  terjajah.

Ini adalah perintah nabi bahwa wajib taat pada mereka sekalipun nanti para khalifah rasyidin mahdiyin tersebut terjajah oleh khalifah syaitan semisal abu bakar,  umar dan usman laknatullah alaihim

Pegang,  gigit kuat sunnah sunnah mereka,  karena mereka juga adalah utusan utusan Allah,  rasul rasul Allah,  bukan manusia biasa mantan penyembah berhala semisal para khalifah syaitan diatas,  masa Allah akan menjadikan khalifah Nya dari mantan penyembah berhala?  Situ sehat?  Jangankan mantan penyembah berhala Nak!,  orang sholeh di zaman rasul rasul terdahulu saja gak ada yang pernah sekalipun Allah angkat sebagai pemegang hak dan kedaulatan Nya (khalifah) Kecuali dia pasti rasul Lalu bagaimana mungkin seorang mantan penyembah berhala mau dijadikan Khalifah olehNya? Emang ada sejarahnya Allah meletakkan hak dan kedaulatan Nya dalam memerintah manusia kepada manusia mantan pesakitan (kaum penyembah berhala)??? Kayaknya kalian harus segera berobat atau secepatnya menginstal otak baru yang lebih baik

Kamis, 20 September 2018

Khalifah itu adalah pemegang hak dan kedaulatan Allah.

Para pemegang hak dan kedaulatanNya, tidak pernah sekalipun Allah berikan kepada selain rasul rasulNya,  contohnya Adam as

Sapi Betina (Al-Baqarah):30 - Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".

Daud as, Thalut as, sekalipun orang banyak yang tidak menyangka bahwa thalut adalah rasul, krn Allah yang mengangkatnya maka dia adalah utusan Allah dalam menjadi raja

Sapi Betina (Al-Baqarah):247 - Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu". Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa". Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.

Sapi Betina (Al-Baqarah):251 - Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.

Itu artinya pemegang pemerintah Allah sejatinya adalah para rasul rasulNya, baik dia itu sekedar menjadi raja atau khalifah

Lalu apakah pemegang hak dan kedaulatan Allah dalam memerintah tidak bisa dikalahkan dan direbut kekuasaan pemerintahannya?  Semisal raja dan khalifah diatas?  Bisa saja. Makanya nabi memerintahkan agar ummatnya dalam berperang wajib mempertahankan simbol kedaulatannya yaitu berupa al liwa rasul

Karena ketika al liwa rasul telah direbut maka itu artinya nabi kalah dan kekuasaan berpindah tangan kepada pemenang perang

Abu bakar sejatinya melakukan hal itu sehingga dia bisa memegang tampuk kekhalifahan yang seharusnya diemban oleh para pemegang hak dan kedaulatan Allah yaitu para rasul rasul atau imam imam

Apakah jika terjadi hal semacam itu artinya janji Allah meleset atau Allah tidak menjanjikan kekhalifahan atau kerajaan berada di tangan para rasul atau imaman?  Janji Allah tidak berubah, sebagai pemegang hak dan kedaulatan ya ada ditangan mereka sebagai khalifah Allah atau pemegang hak dan kedaulatan Allah,  ada dipundak 12 imaman atau 12 rasul

Bisa direbut hak dan kedaulatan dalam memerintah itu?  Bisa bagi yang mau dan mampu, ketika mampu direbut apakah itu artinya dia kehilangan hak dan kedaulatan dalam memerintah?  Ya kehilangan makanya mereka tunduk pada penguasa yang memenangkan perang, tetapi derajat mereka tetap raja bagi pengikutnya, tetap khalifah bagi pengikutnya

Apakah mereka bukan khalifah atau raja lagi setelah dirampas hak dan kedaulatannya dalam memerintah?, ya tetap raja dan khalifah sekalipun tidak punya kerajaan atau kekhalifahan dalam pemerintahan karena telah dikalahkan

Misalnya Thalud adaalah raja,  lalu dikalahkan apakah dia berubah derajat menjadi bukan raja bagi kaumnya?  Ya tetap raja sekalipun raja yang terjajah oleh raja lain, raja yang bukan pilihan Allah,

Sama halnya dengan khalifah, ketika dikalahkan ya mereka tetap khalifah bagi pengikutnya yaitu umat Allah,  ummat islam,  sekalipun dia terjajah oleh khalifah yang bukan pilihan Allah

itu artinya ada dua jenis raja dan khalifah

Ada raja pilihan Allah, dan ada raja bukan pilihan Allah,  jika dia raja pilihan Allah dikalahkan oleh raja bukan pilihan Allah ya  tetap raja itu (pilihan Allah) tetap raja bagi umatnya (pengikutnya)

Sama dengan khalifah ada dua jenis khalifah, ada khalifah pilihan Allah dan ada khalifah hasil merampas hak dan kedaulatan Allah,
Ketika khalifah pemegang hak dan kedaulatan Allah dikalahkan apakah dia menjadi bukan lagi khalifah?  Ya tetap khalifah pilihan Allah bagi orang beriman sekalipun dijajah oleh khalifah perampas hak dan kedaulatan Allah

Selasa, 18 September 2018

Mengapa tidak secara muhkamat (terang dan jelas) Nama Imam Ali as disebutkan dalam al qur'an?

Muĥammad:20 - Dan orang-orang yang beriman berkata: "Mengapa tiada diturunkan suatu surat (yang menyebutkan nama Imam Ali as)?" Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan pula di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka.

Ayat ini turun untuk menjawab pertanyaan diatas yang kelak akan muncul dikemudian hari berkenaan tidak secara Muhkamat (jelas dan terang) nama Imam Ali as disebutkan sebagai rasul saksi, hanya tersirat dalam Hud 17

Mengapa tidak disebutkan secara muhkamat (terang dan jelas) nama imam Ali as sebagai rasul saksi?  Dijelaskan dalam ayat diatas

Muĥammad:20 - Dan orang-orang yang beriman berkata: "Mengapa tiada diturunkan suatu surat?" Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan (pula)  di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka.

Ayat ini dijelaskan dalam berbagai tafsir sebagai ayat qital (peperangan)  yang menjelaskan bahwa umat islam saat itu bertanya tanya mengapa tidak diturunkan perintah berperang?  Sehingga umat islam belum bisa berperang, sehingga menurut mereka Allah lalu menurunkan ayat Muhammad 20 diatas? Sebagi penjelasan mengapa mereka belum diturunkan surat perintah berperang, itu karena apabila mereka diturunkan perintah perang secara muhkamat (jelas dan terang) maka mereka (umat islam)  akan keberatan

"Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan (pula)  di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka.

Padahal ayat perintah berperang sejatinya telah turun pada tahun 2 H dalam surat Al Haj 39,  sedangkan ayat 20 surat Muhammad yang dijadikan alasan belum adanya perintah perang turun justru jauh setelahnya

Haji (Al-Ĥaj):39 - Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,

Sehingga tidak benar penafsiran ayat Muhammad 20 diatas bahwa "mengapa tidak diturunkan suatu surat" adalah mengenai surat perintah perang karena perintah perang telah turun dalam ayat al haj 39, lalu disusul ayat ayat yang lain diantaranya Al baqarah 216

Sapi Betina (Al-Baqarah):216 - Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Maka penafsiran atas surat Muhammad 20 keliru dan membelokkan makna yang sebenarnya

sebab jika ayat itu untuk menjelaskan mengapa tidak ada surat perintah perang maka seharusnya turun sebelum al Haj 39, tapi faktanya justru turun jauh setelahnya

lalu jika bukan untuk perintah perang maka mengapa menyinggung masalah perang dalam ayat tersebut?  Ini berkenaan dengan kalimat didepanya

Muĥammad:20 - Dan orang-orang yang beriman berkata: "Mengapa tiada diturunkan suatu surat (yang menyebutkan nama Imam Ali as)?" MAKA APABILA DITURUNKAN SUATU SURAT YANG JELAS MAKSUDNYA (tentang  imam Ali as) dan disebutkan pula di dalamnya (perintah) perang (untuk menolongnya), kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka.

surat inilah (tentang imam Ali as) yang tidak muhkamat (jelas) itulah yang ada kaitannya dengan kalimat perang pada kalimat selanjutnya

surat yang tidak muhkamat (jelas) yang mana yang dimaksud?  Perang?  Sudah ada suratnya dalam al hajj,  surat sholat?  Puasa?  Zakat?  Haji?  Semaunya telah ada suratnya Dan jelas (muhkamat)  lalu hal apa yang belum muhkamat atau belum jelas selama ini dan akan dipertanyakan dikemudian hari?  Ya tentunya mengenai kerasulan Imam Ali as dan kesebelas Imam imam yang lain,  yang secara samar dijelaskan keberadaannya dalam Hud 17 dan Az zumar 69

Nah inilah yang akan dipertanyakan oleh orang beriman dikemudian hari setelah terkuaknya fakta ayat Hud 17 "mengapa tidak diturunkan satu surat tentang nama Imam Ali as jika dia memang rasul saksi?" yang kemudian dijawab oleh Allah SWT dalam kitab suciNya

"Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya (tentang nama Imam Ali as dan kerasulannya) dan disebutkan pula di dalamnya (perintah) perang (sebagai kewajiban menolongnya), (Maka)  kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya (yaitu kaum munafik yang mengaku sebagai pendukungnya)  memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka.

Orang orang yang dimaksud itu adalah kaum khawarij yang awalnya menjadi pendukung Imam Ali as lalu berkhianat,  dan kaum Kufah yang awalnya adalah pendukung Imam Husain as malah berkhianat dan justru menjual dirinya pada Yazid bin Muawiyyah laknatullah

Itulah makna ayat diatas

(3 hari menuju hari pembantaian Imam Husain as)

Minggu, 16 September 2018

Perangmu, menangkanlah, dan capai derajatmu disisiNya

Seseorang yang ingin masuk islam wajib merdeka dahulu,  sebab apa yang ingin dia jual kepada Allah jika diri dia sendiri belum merdeka atau masih menjadi hak kepemilikan orang lain?   maka itulah bilal bin rabbah seorang budak harus dimerdekakan dahulu dari perbudakan baru bisa menjadi muslim, dengan cara menebusnya (membayarnya) dari pemiliknya

Pengampunan (At-Tawbah):111 - Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

Setelah itulah dia bisa menjadi muslim dengan menjual harta dan dirinya yang telah merdeka tadi kepada Allah

Jadi muslim adalah perpindahan kepemilikan budak dari budak manusia menjadi budak Allah, hamba Allah

Atau perpindahan dari merdeka menjadi budak Allah,  atau hamba Allah yang wajib patuh atas semua yang diperintahkan tanpa punya pilihan lain atau punya hak dan kedaulatan dalam menolak dan memilih pilihannya sendiri

Jamuan (Al-Mā'idah):7 - Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: "Kami dengar dan kami taati". Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengetahui isi hati(mu).

Cerita (Al-Qaşaş):68 - Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).

Maka itulah seorang muslim, patuh dan pasrah pada Hak dan kedaulatan Allah semata,  menjadi Hamba Allah,  budak dihadapan Allah

Maka itulah seseorang harus merdeka jika dia budak manusia baru bisa menjadi muslim

atau jika dia orang merdeka maka dia harus punya hak dan kedaulatan atas dirinya sendiri terlebih dahulu baru bisa menjual hak dan kedaulatannya itu kepada Allah,  caranya gimana sehingga seseorang bisa mempunyai hak dan kedaulatan atas dirinya sendiri?  Harus bisa memenangkan perangnya masing masing

Setiap orang harus menang dari perang,  pertempurannya masing masing, sebab hak dan kedaulatan dimenangkan oleh pemenang perang, maka setiap manusia melalui perangnya masing masing, maka itulah setiap orang diuji dengan perang besar dalam hidupnya masing masing

"Allah koq gak adil,  saya koq dikasih ujian BERAAAAAT BANGETTT!!?!"

mas bro,  itu perang yang harus kau menangkan agar kau memiliki hak dan kedaulatan sendiri dan dengan hak dan kedaulatan itulah nantinya kau bisa jual kepada Allah untuk bisa menjadi muslim yang sebenarnya,  karena tanpa hak dan kedaulatan itu maka apa yang mau kau jual kepada Allah?  Hartamu?  Itu rezeki dari Allah,  dirimu?  Itu ciptaan Allah,  lalu apa yang mau kau jual kepada Allah jika semuanya punyanya Allah?  Ya hak dan kedaulatan yang kau menangkan dari pertempuran dalam hidupmu itulah yang hanya bisa kau jual

makanya kau dikasih ujian,  perang besar dalam hidupmu!

tanpa ujian itu,  perang itu,  maka dirimu tidak punya apa apa untuk menjadi muslim. Makanya setiap orang yang sudah bersaksi tuk menjadi islam harus diuji terlebih dahulu agar dia menjadi pemenang dalam perangnya masing masing dan dengan itulah dia bisa menjadi muslim.

Makanya jangan sedih dan gunda gulana jika diberikan ujian oleh Allah,  itu artinya kau sedang dihadapkan oleh sebuah perang yang harus kau menangkan.  Jangan malah putus asa dan berbalik kebelakang. 

jika manusia untuk menjadi muslim harus memenangkan perang besar dalam hidupnya agar punya hak dan kedaulatan barulah hak dan kedaulatan itu dia jual kepada Allah

maka manusia utusan, atau manusia  pilihan menempuh perang yang berkali kali lipat beratnya dari manusia biasa,  sebab dia selain harus memenangkan perang besar tuk menjadi seorang muslim maka dia juga wajib menempuh perang yang berikutnya agar punya hak dan kedaulatan tuk menjadi manusia utusan.

Gini loh maksudnya,  setelah dia menempuh perang besar dalam hidupnya lalu dia menang dan memiliki hak dan kedaulatan, maka hak dan kedaulatan itu yang dia jual kepada Allah sebagai satu satunya miliknya yang dia menangkan sendiri. Setelah Allah menerimanya dan dia menjadi muslim, budak Allah,  milik Allah,  maka dia kembali Nol (tidak punya lagi) hak dan Kedaulatan sama sekali.  Maka dia harus kembali meraih hak dan kedaulatan berikutnya (dengan jalan perang kembali) tuk dia jual lagi setelah menang agar bisa menjadi manusia pilihan Nya. 

Nah perang ini perang yang sangat besar,  setiap muslim diberikan kesempatan yang sama,  artinya semuanya punya hak menjadi manusia pilihanNya,  hanya saja tidak semua orang bisa memenangkan pertarungan atau perang besar tersebut sehingga dia hanya menjadi muslim biasa,  bukan utusanNya yang bisa mendapatkan petunjuk langsung dariNya

Makanya setiap utusanNya pasti melalui ujian berat dalam hidupnya melebihi manusia biasa karena itulah satu satunya jalan menjadi manusia pilihan atau utusanNya
Itulah makanya pintu kerasulan tidak pernah tertutup, siapapun bisa menjadi rasul atau manusia utusanNya asalkan dia bisa melalui ujian demi ujian atau perang demi perang.

Apalagi jika mau menjadi Imam maka ujiannya lebih super duper dasyatnya

Sapi Betina (Al-Baqarah):124 - Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim".

jadi Allah itu Maha Adil,  semua orang diberikan kesempatan yang sama tuk menjadi rasulNya,  hanya saja banyak yang gagal dengan perang yang datang padanya

Nah bagaimana dengan perang yang harus saya hadapi untuk sampai ke tahap ini?  dan bisa memahami tanpa harus belajar?  dan memberikan banyak penerangan kepada kalian semuanya? Sangat berat dan melelahkan perang yang disuguhkan Allah, dan banyak yang gagal makanya hanya beberapa orang yang bisa sampai pada titik ini dan menjadi pembawa lentera ditengah kegelapan ummat.

Maka jangan sia siakan ujian yang datang,  hadapi dengan kesabaran karena itulah perang mu yang bisa kau menangkan demi mencapai derajat manusia pilihan di sisi-Nya

selamat berperang, dan menangkan perang mu,  jangan lupa banyak banyak sholawat karena dengannya perang bisa dimenangkan

sebab ada dua tahapan perang besar,  perang yang murni kau menangkan sendiri tanpa sholawat dan yang kedua adalah dengan sholawat.  Disanalah iblis terjungkal,  abu bakar terkapar,  dan pendekar pendekar perang ambruk satu persatu setelah perang berikutnya harus dengan sholawat

Selasa, 11 September 2018

Syiah pintu memahami rasul saksi

Saya sempat berfikir, apa jadinya bila tidak ada syiah di dunia ini lalu saya kemudian mendapati ayat ini (Hud 17) pada saat pertama menyadari ada dua rasul dalam ayat itu tanpa sengaja?

Nabi Hud:17 - Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang (RASUL 1) yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Quran) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (RASUL 2) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

Mungkin saya akan sangat kebingungan harus meyakini siapa sebagai salah satu rasul lagi dari dua rasul dalam ayat diatas.  Nabi Muhammad saw sebagai rasul itu telah jelas dan tidak mungkin akan membuat kita kebingungan, tapi siapa lagi rasul yang satunya jika kemudian kita menyadari ternyata Nabi Muhammad saw tidak mungkin bisa menjadi rasul dalam rasul saksi pada ayat itu dikarenakan beliau adalah rasul pembawa bukti yang nyata sesuai as saf ayat 6

Satu barisan (Aş-Şaf):6 - Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya AHMAD (MUHAMMAD)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata".

Maka pilihan yang mungkin bisa menolong adalah Jibril,  yang juga adalah rasul (atau yang diutus).  Tapi hal ini pun juga ternyata tidak cocok,  pasalnya ada ayat ini

Nabi Hud:12 - Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebahagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu, karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia seorang malaikat?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu.

Tidak ada malaikat yang datang bersama sama nabi,  padahal dalam ayat Hud 17 diatas rasul yang dimaksud adalah rasul yang mengikuti rasul pembawa bukti yang nyata, maka rasul ini datang bersama sama nabi Muhammad saw, dan tidak mungkin malaikat,  karena  malaikat tidak ada yang datang bersama sama nabi kepada ummat.

Maka siapa rasul yang satu lagi itu?  Yang disebut sebagai rasul saksi?  Rasul yang ditugaskan sebagai saksi yang mengikuti nabi?, yang berarti bersama sama nabi datang kepada ummat. Maka jika tidak ada syiah maka sudah pasti kita akan kebingungan  karena hanya dalam syiah sajalah kita menumakan imam yang pantas menyandang sebagai rasul

Ya karena hanya imam imam sajalah yang menjadi kunci mengenal rasul saksi, sebab ayatnya jelas (dalam Hud 17) bahwa imaman itulah sebagai petunjuknya

waming koblihi kitabu Musa, IMAMAN,  warahmatan (dan sebelumnya ada kitab Musa,  Imaman dan Rahmatan)

Ada Imaman dalam Kitab Musa as,  ada Imaman dalam Nubuat Musa as, dan para Imaman inilah yang disebut sebagai rasul rasul Allah juga,  sebab fungsi imam adalah pemberi petunjuk dan pemberi petunjuk hanyalah hak dan kedaulatan Allah, 

Sapi Betina (Al-Baqarah):272 - Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan).

dan hak dan kedaulatan dalam memberikan petunjuk itu hanya Allah berikan kepada para utusan utusanNya,  rasul rasulNya tidak yang lain, maka mereka yang dijadikan alat pemberi petunjuk adalah para rasul rasulNya dan Imam sejatinya adalah utusan utusanNya karena melaluinya manusia mendapatkan petunjuk dari-Nya

Maka siapakah umat islam pertama yang disebut imam sebelum muncul sebutan imam imam bagi yang lainnya? dan diapun telah disebut imam oleh semua umat islam dalam setiap zaman? Ya Imam Ali as. Hanya Imam Ali as manusia pertama dari ummat Muhammad saw yang disebut imam sebelum yang lainnya ikut ikutan mau disebut imam.

apakah ini hanya kebetulan?  Tentu tidak, itu karena sejak Nabi Saw wafat maka Imam Ali as yang selalu dijadikan rujukan bahkan oleh Abu Bakar ketika berkuasa,  Imam Ali as selalu dijadikan sandaran jika ada keputusan hukum yang tidak dapat dipecahkan?  Mengapa demikian?  ya karena merekapun mengakui bahwa Imam Ali as adalah pemegang hak dan kedaulatan Allah dalam memberikan petunjuk,  sebab hanya dialah yang dijadikan nabi sebagai pintunya, pintu ilmu Nabi Muhammad saw
ana madinatul ilmi wa 'Ali Babuha,  saya adalah kotanya Ilmu dan Ali adalah pintunya.  jika nabi adalah pemegang hak dan kedaulatan Allah dalam memberikan petunjuk maka Ali as adalah pintunya,  maka pintu itulah sebagai jalan Hak dan kedaulatan Allah dalam memberikan petunjuk.  maka sudah pasti sang pintu pun adalah penyandang hak dan kedaulatan Allah,  dan hanya rasul rasul sajalah yang bisa menyandang hak dan kedaulatan Allah, maka pintu tersebut juga adalah rasul atau utusan Allah.

Dan sosok Imam Ali as hanya bisa kita temui dirinya sebagai Imam dan panutan mutlak setelah nabi hanya dalam syiah, selainnya tidak ada.

maka tanpa syiah kita tidak akan bisa memahami siapa rasul kedua dalam hud 17