Selasa, 24 April 2018

Orang yang mempunyai bukti yang nyata itu adalah Ahmad (Muhammad saw)

(Dari status fb tanggal 22 april 2018)

Ternyata masih banyak juga yang belum yakin bahwa orang yang mempunyai bukti yang nyata  atau al bayyinat dalam Hud 17 itu adalah Nabi Muhammad saw,  disebabkan selama ini terjemahan yang diberikan oleh para mufassirin tidak ada yang menyatakan bahwa orang yang dimaksud tersebut adalah nabi Muhammad saw, bahkan yang merek duga sebagai orang yang mempunyai bukti yang nyata atau al bayyinat itu adalah orang orang beriman atau ummat islam sehingga terjemahan ayat Hud 17 yang beredar adalah sebagai berikut

Nabi Hud:17 - Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Quran) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

Padahal ini hanyalah sangkaan mereka semata dan sangkaan sama sekali tidak dapat mencapai kebenaran

Nabi Yunus (Yūnus):36 - Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

Dan al hamdulillah setelah sholat magrib,  saya membaca al waqiah lalu dilanjutkan dengan memilih satu surat yang lain secara acak, pilihan itu tertuju pada surat al mujadilah,  satu ayat saya baca, lalu saya memilih surat yang lain dan pilihan jatuh pada surat As Saf

Dan membaca ayatnya,  lalu sampai pada ayat berikut

Satu barisan (Aş-Şaf):6 - Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa AL BAYYINAT (bukti-bukti yang nyata), mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata".

Sangat jelas sekali bahwa Rasul lah yang membawa al bayyinat,  bukan ummat, dan dalam ayat ini rasul tersebut dengan sangat jelas disebutkan bernama Ahmad sebagai pembawa al bayyinat, bukan ummat islam,  maka Hud 17 dengan nyata tanpa keraguan bahwa orang yang dimaksud sebagai orang yang mempunyai bukti yang nyata  atau al bayyinat itu adalah ahmad,  Nabi Muhammad saw

Karena tidak ada keterangan lain bahwa ummatlah sebagai yang mempunyai bukti yang nyata itu,  maka jika ada yang mengartikan orang yang mempunyai bukti yang nyata itu adalah ummat islam maka itu tidak memiliki dalil sama sekali selain hanya prasangka. Dan prasangka sama sekali tidak dapat mencapai kebenaran

Maka tidak ada lagi alasan menolaknya selain kafir kepada ayat Allah

Ayat diatas muncul pada hari ini
22 - 4 -2018

22+04+2018= 2044

Ţāhā:44 - maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut".

Semoga kalian semua takut akan azabNya yang begitu keras,  kembalilah kejalan pemilik bukti yang nyata, jangan abaikan ayat ayatNya karena kalian pasti akan dikembalikan kepadaNya

Nabi Muhammad saw adalah pemilik al bayyinat itu


Yang masih menyangsikan bahwa yang dimaksud orang yang memiliki bukti yang nyata atau al BAYYINAT dalam Hud 17 adalah Nabi Muhamamd saw, maka silahkan baca ayat ini,  biar lekas tobat, mandi junub dan syahadat ulang, yang sudah nikah sebaiknya ijab kabul ulang,  karena kalian menolak rasul saksi yang ada didalam hud 17 jadi selama itu pula kalian masih kafir

Sebab orang yang dimaksud dengan "orang yang mempunyai al bayyinat" dalam Hud 17 adalah Nabi Muhammad saw

Satu barisan (Aş-Şaf):6 - Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa  BIL BAYYINATI (bukti-bukti yang nyata) , mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata".

baca baik baik,  nama nabi Muhammad saw yang disebut dengan sangat jelas sebagai rasul yang datang dengan BAYYINAT.

Bisa baca al qur'an kan nak anakku semuanya?

Jd yg dalam Hud 17 disebut afaman kana al bayyinati itu siapa nak?  Lihat diatas ya baik baik,  NABI MUHAMMAD SAW  nak,  bukan ummat,  karena al bayyinat itu artinya mukjizart,  bukti yang nyata

Jadi selama ini kalian sudah dibohongi sama ulama ulama kalian yang dungu itu. Kalian mengkufuri al bayyinat bukti kerasulan Nabi Muhammad saw

Ayo segera bertobat,

Minggu, 22 April 2018

Perkara akal

Dalam menemukan kebenaran musti memakai akal sesuai perintah Yunus 100

Nabi Yunus (Yūnus):100 - Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.

Nah jika sudah menemukan kebenaran maka wajib menjalankan syariat sami'na wa atho'na, dalam syariat inilah kadang akal tidak terlalu berperan karena kadang dalam syariat ada hal hal yang tidak sesuai akal semisal membasuh kaki

Dari Imam ‘Ali as ia bersabda,
.
لَوْ كَانَ الدِّينُ بِالرَّأْىِ لَكَانَ أَسْفَلُ الْخُفِّ أَوْلَى بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلاَهُ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَمْسَحُ عَلَى ظَاهِرِ خُفَّيْهِ
. “Seandainya agama dengan logika, maka tentu bagian bawah khuf (sepatu) lebih pantas untuk diusap daripada atasnya. Sungguh aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap bagian atas khufnya (sepatunya).” (HR. Abu Daud no. 162)

Itu artinya dalam ketaatan pada jalan yang sdh didapat, akal menjadi tersandra dengan ketaatan,  ini syarat dari yang namanya ketaatan,  krn bukan keinginan kita yang akan kita taati lagi melainkan apa yang kita yakini, maka akal kita ditundukkan pada ketaatan

Makanya dalam islam itu ada dua jalan,  jalan menemukan kebenaran dan jalan ketaatan

Temukan dulu kebenaran lalu kau taati kebenaran itu dengan menelanjangi atribut keakuanmu (akal, ego)

Menemukan kebenaran dengan bantuan akal

Dan

Menaati kebenaran yang sudah ditemukan dengan merendahkan diri (ego, akal)

Mengapa demikian? Perhatikan hadis berikut ini

Dari Imam ‘Ali as ia bersabda
.
لَوْ كَانَ الدِّينُ بِالرَّأْىِ لَكَانَ أَسْفَلُ الْخُفِّ أَوْلَى بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلاَهُ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَمْسَحُ عَلَى ظَاهِرِ خُفَّيْهِ
. “Seandainya agama dengan logika, maka tentu bagian bawah khuf (sepatu) lebih pantas untuk diusap daripada atasnya. Sungguh aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap bagian atas khufnya (sepatunya).” (HR. Abu Daud no. 162)
.

Perhatikan kata "agama" itu artinya jika seseorang mau beramal sholeh dalam "agama",  menjalankan syariat dalam "agama",  maka akal itulah yang ditundukkan

Nah sebelum beragama maka perlu beriman bukan?

Nah proses menuju iman itulah yang harus memakai akal, nah iman itu adalah langkah pertama sebelum  beragama,  sebelum menjalankan syariat agama,  maka dalam proses menemukan iman inilah maka dipakai akal

Nabi Yunus (Yūnus):100 - Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.

Tanpa akal maka imannya rusak,  akidah nya kacau,  maka syariatnya percuma

Maka bangun dulu akidahmu dengan akal

Nah Hud 17 itu adalah syarat dalam beriman

Wajib gunakan akal,  karena didalamnya menyebut Rasul,  karena rasul adalah bagian dari keimanan yang wajib diimani. Maka menemukan keimanan kepada rasul wajib menggunakan akal,  makanya ada yang namanya bukti yang nyata atau al bayyinat untuk membuktikan bahwa manusia tersebut adalah rasul utusanNya,  nah al bayyinat atau bukti yang nyata inilah sebagai sarana akal dalam menemukan kebenaran kerasulan seorang utusan

Masa ada dan belum wujudnya rasul

Ketika adanya Rasul atau imaman maka tidak ada pemerintahan lain selain pemerintahan rasul,  pemegang kedaulatan Allah, semua pemerintahan tunduk dan musnah dibawah kedaulatan Allah. Tapi dimasa tidak adanya Rasul atau imaman dalam masa keghaiban imam maka pemerintahan, pemegang kedaulatan ada ditangan pemenang perang baik fisik maupun politik

Ketika adanya Rasul atau imaman maka tidak ada ilmu lain selain ilmu rasul atau imaman yang dijadikan rujukan,  semua ilmu,  pendapat, pandangan, musnah dibawah ilmu,  pendapat dan pandangan rasul atau imaman.  Tapi dimasa tidak adanya Rasul atau imaman dalam masa kegaiban maka ilmu yang diikuti adalah ilmu pada mereka yang paling alim,  paling wara', amanah,  dikenal,  zuhud,  selainnya adalah bentuk penjagaan Allah atas ilmu itu sendiri.  Misalnya nabi khaidir as yang nampak tidak layak diikuti,  tidak wajar dipanuti, itu adalah salah satu cara Allah menjaga ilmuNya agar tidak musnah diberangus oleh kaum zalim dalam menumpas orang orang alim dalam jubah kealimannya

Maka jika ada orang yang menyampaikan ajaran,  pelajaran yang sekalipun tidak didapati dalam penjelasan nabi nabi atau rasul rasul tapi tertuang dalam kitab kitabNya maka itulah ilmu Allah

Karena ilmu Allah sangat luas,  bisa muncul dari siapa saja yang dikehendakiNya

Karena itulah filosof, ilmuan, pemikir yang baik adalah bentuk dari salah satu ilmu ilmu Allah yang muncul ditempat yang tidak di duga duga

Sabtu, 21 April 2018

Masa ada dan belum wujudnya rasul

Ketika adanya Rasul atau imaman maka tidak ada pemerintahan lain selain pemerintahan rasul,  pemegang kedaulatan Allah, semua pemerintahan tunduk dan musnah dibawah kedaulatan Allah. Tapi dimasa tidak adanya Rasul atau imaman dalam masa keghaiban imam maka pemerintahan, pemegang kedaulatan ada ditangan pemenang perang baik fisik maupun politik

Ketika adanya Rasul atau imaman maka tidak ada ilmu lain selain ilmu rasul atau imaman yang dijadikan rujukan,  semua ilmu,  pendapat, pandangan, musnah dibawah ilmu,  pendapat dan pandangan rasul atau imaman.  Tapi dimasa tidak adanya Rasul atau imaman dalam masa kegaiban maka ilmu yang diikuti adalah ilmu pada mereka yang paling alim,  paling wara', amanah,  dikenal,  zuhud,  selainnya adalah bentuk penjagaan Allah atas ilmu itu sendiri.  Misalnya nabi khaidir as yang nampak tidak layak diikuti,  tidak wajar dipanuti, itu adalah salah satu cara Allah menjaga ilmuNya agar tidak musnah diberangus oleh kaum zalim dalam menumpas orang orang alim dalam jubah kealimannya

Maka jika ada orang yang menyampaikan ajaran,  pelajaran yang sekalipun tidak didapati dalam penjelasan nabi nabi atau rasul rasul tapi tertuang dalam kitab kitabNya maka itulah ilmu Allah

Karena ilmu Allah sangat luas,  bisa muncul dari siapa saja yang dikehendakiNya

Karena itulah filosof, ilmuan, pemikir yang baik adalah bentuk dari salah satu ilmu ilmu Allah yang muncul ditempat yang tidak di duga duga

Kamis, 19 April 2018

Mengapa Imam Khomeini dan Imam Khameini menghabisi lawan Politiknya?

Ada yang pernah bertanya,  mengapa imam khomeini dan imam khameini membungkam lawan politiknya dengan mengeksekusinya? (saya sendiri belum tau benar atau tidak informasi ini) Yang jelas emang harus seperti itu,  itulah pertarungan mempertahankan kedaulatan.  Kedaulatan wajib hanya pada satu tangan,  tidak bisa dalam beberapa tangan yang saling berkompromi, karena pada saatnya kompromi akan kendor dan makin lama akan lepas kendali. 

Rombongan-rombongan (Az-Zumar):29 - Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja); Adakah kedua budak itu sama halnya? Segala puji bagi Allah tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Maka menyingkirkan lawan perang baik perang fisik dan politik adalah wajib jika tidak maka akan berperang terus menerus tiada akhir,  waris mewarisi perang sampai musnah semua kekuatan. Jika perang terus menerus baik fisik maupun politik maka tidak ada pembangunan,  tidak ada pemusatan kekuatan dalam melawan musuh dari luar, maka lawan politik wajib disingkirkan jika berseberangan atau silakan yang kalah tinggalkan wilayah dan cari wilayah lain, atau tunduk taat tidak boleh melawan kebijakan politik pemenang perang atau silahkan bertarung dengan konsekwensi seperti diatas,  dimusnahkan atau memusnahkan lawan.  Sama kayak dua singa pejantan, tidak ada kompromi dalam pertarungan,  jika satu kalah maka yang kalah akan dengan sadar meninggalkan wilayah pemenang.  Sebab jika tidak maka pertarungan akan tiada akhir,  maka hewan mamalia akan lari ketakutan dan tidak akan ada kehidupan ditempat itu.

Imam Khomeini itu pemenang perang baik fisik maupun politik,  maka dialah pemegang kedaulatan di iran,  maka yang berseberangan silahkan angkat kaki atau akan dihabisi sebab tidak boleh memelihara perang,  perang harus diakhiri dengan menghabisi lawan yang berseberangan,  itu cara Allah mengilhamkan pada makhluk Nya dalam menghidupkan sebuah wilayah

Senin, 16 April 2018

Harus hanya ada satu pemenang

Perang fisik adalah jalan merebut kedaulatan

Yang kalah wajib taat,  yang menang dialah yang berdaulat. Sejatinya yang kalah telah mati atau terbunuh atau diampuni dengan catatan taat dan patuh (budak)  sampai dibebaskan oleh pemegang kedaulatannya.

Lebah (An-Naĥl):71 - Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?.

Itu artinya Allah mengakui para pemenang perang dan mengakui keberadaan budak sebagai mereka yang kalah dalam peperangan. Diberikan kesempatan hidup tapi tidak merdeka secera politik. Ini diperlukan demi keteraturan manusia itu sendiri,  jika tidak diakui maka bunuh bunuhan tidak akan pernah berhenti.  Yang kuat akan terus memaksa menunjukkan kekuatannya dan yang kalah sendiri tidak mau tunduk tunduk, maka akan runyam tiada akhir,  maka harus ada yang menang dan harus ada yang tunduk,  barulah perang berhenti, kerunyaman mereda,  dan kehidupan normal kembali.  Yang tunduk boleh mengajukan perlawanan jika mereka telah kuat nantinya, tapi tidak bisa terus terusan melawan jika dalam keadaan lemah karena akan tercipta kezalimam dan penganiayaan tak seimbang,  maka jika kalah harus mengaku kalah dan tunduk,  soal nanti akan bangkit melawan ya itu urusan lain,  yang jelas ketika kalah,  harus legowo.

Politik di indonesia runyam dan makin parah karena kubuh prabowo yang kemarin kalah tidak mau mengaku kekalahannya dan selalu melawan sekalipun dalam keadaan lemah,  ini tidak boleh karena akan menciptakan perang tanpa akhir dan kehidupan tidak bisa berjalan normal.

Maka dalam perang ada etika yang kalah harus mengaku kalah dan legowo

Nah seperti itulah perang fisik. Harus yang kalah akui kekalahan dan kemerdekaannya dipegang oleh pemegang kedaulatan (pemenang perang)  mereka harus kerja,  mengolah lahan, dll

Perang fisik sejatinya telah dikonversi kedalam perang modern yaitu perang politik.  Maka seharusnya yang kalah secara politik tidak boleh bangkit lagi,  cukup satu pemenang jika muncul terus lawan politik maka kehidupan tidak bisa normal.  Maka seharusnya hanya satu pemenang perang baik perang fisik maupun perang politik

Misalnya A, B, dan C perang secara politik maka yang menang A maka B dan C harus secara legowo bubar dan menjadi pekerja,  angkat cangkul, garap lahan,  pemenang A yang memegang kedaulatan pemerintahan

Maka partai A saja yang hidup menyusun aturan dan mengatur pemerintahan.

Lalu rakyat yang lain? Ya jika dia berasal dari partai yang kalah ya sdh gak punya hak lagi. Sebab jika pertandingan gak ada yang menang maka gak habis habis pertandingan maka kapan pemerintahan bisa berjalan?

Maka harus satu partai berkuasa misalnya sampai 20 atau 25 tahun,  lalu dikocok ulang atau perang ulang lewat pesta demokrasi. Hal ini akan sangat efektif dalam membangun negara ketimbang banyak partai yang tanpa henti berperang secara politik

kepemilikan kedaulatan kedalam satu tangan atau satu partai lebih sangat maslahat ketimbang kedaulatan ditangan banyak partai

Rombongan-rombongan (Az-Zumar):29 - Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja); Adakah kedua budak itu sama halnya? Segala puji bagi Allah tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Lalu bagaimana pengaturannya?  Ya undang undang dibuat yang tidak bisa diubah oleh partai penguasa, kecuali melibatkan semua rakyat dalam rapat 25 tahunan.

Lihat cina,  satu partai,  maka melejit menjadi super power,  karena negara tidak disibukkan dengan parang politik tiada akhir