Selasa, 13 Maret 2018

Tentang Mut'ah

Retno Puspita (bertanya)

Ada ga yg bisa menjelaskan dari 12 Imam a.s, yg nikah mut'ah, siapa dan brp lama, dan berputra berapa? Dg dalil, referensi yg jelas.

=========

Imam 12 gak nikah mut'ah. Karena nikah mut'ah adalah bersenang senang dengan wanita.  Dan Imam Imam bukan tipikal seperti itu yang suka bersenang senang.  Mereka tawdhu dan zuhud

Lalu kenapa kalian syiah melakukan mut'ah padahal imam kalian tidak?

Itu kan arah pertanyaannya bukan?

Nih jawabannya

Kenapa oknum syiah melakukan mut'ah yg tdk dilakukan oleh Imamnya, itu karena imam itu bukan sumber utama syariat nak,  sumber utama syariat adalah Allah dan Nabi Muhammad saw. Jd bukan perbuatan imam yg menjadi syariat utama tapi perbuatan nabi,  karena nabilah yg mendapat wahyu syariat,  diamnya atau pembiarannya,  larangannya dan perintahnya adalah syariat.  Jd bukan diamnya Imam,  tdk sukanya imam,  tidak melakukannya imam maka menjadi syariat utama. melainkan diamnya,  larangannya atau pembiarannya dan perintahnya Nabi yang menjadi syariat utama,  bahkan Imam imanpun tunduk pada perintah nabi,  diamnya nabi atau larangannya nabi. 

Adapun imam fungsinya adalah menjaga syariat agar tidak dibengkokkan oleh ummat.  Jd fungsinya sebagai penjaga syariat.  Jika jadi penjaga toko apakah dia harus makan semua isi toko?  Kan tdk bukan?

Itu artinya imam imam bukan pencipta syariat melainkan Allah dan nabiNya,  imam hanya sebatas menjaga syariat tidak dibengkokkan

Syariat dari mana?  Dari Allah dan nabi,  makanya jika nikah mut'ah halal menurut Allah dan nabi sekalipun tdk dilakukan Imam ya tetap halal dan bisa dilakukan nak

Belum Yakin tentang Rasul saksi?

Bagi yang belum yakin akan adanya rasul saksi maka sebaiknya perhatian ayat ini

Besi (Al-Ĥadīd):19 - Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi SAKSI di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka.

Menjadi saksi di SISI Allah, pasti hanya rasul,  karena tidak ada yang bisa menduduki posisi di SISI Allah selain RasulNya, masa orang yang fasik?  Kan mustahil

Lalu siapakah orang orang beriman yang dimaksud? Yang pastinya tidak fasik dan mereka adalah orang orang beriman khusus diluar orang beriman pada umumnya (yang bisa fasik kembali) yang telah Allah pilih,  ingat Allah pilih. Ketika Allah memilih maka itu artinya menjadi utusanNya. RasulNya,  berada disisiNya kelak.

Pertama, yang tidak fasik:

Para sahabat nabi yang ikut perang tabuk masuk dalam ayat at taubah 117, mau berpaling kembali, artinya fasik, kecuali yang tidak ikut perang  atas perintah nabi yaitu Imam Ali as

Kedua, pilihan Allah:

Binatang Ternak (Al-'An`ām):87 - Dan Kami lebihkan (pula) derajat sebahagian dari bapak-bapak mereka, keturunan dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

Dipilih berarti menjadi manusia manusia pilihan dan pasti mempunyai tugas.  Salah satunya adalah tuk menjadi saksi bagi segenap manusia yang lain. dan yang dipilih adalah, bapak bapak mereka, KETURUNAN,  dan SAUDARA SAUDARA mereka

Haji (Al-Ĥaj):78 - Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah MEMILIH KAMU dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi SAKSI atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

"Dia telah memilih kamu". Itu artinya orang orang beriman ini adalah pasti manusia pilihan,  dan yang memilihnya adalah Sang Maha Sempurna,  maka pasti pilihanNya juga sempurna, jika ada orang orang beriman yang sempurna dan menjadi pilihan maka sudah pasti dia adalah orang orang utama,  diutamakan dan mengutama dari kebanyakan manusia. Dan pilihan ini tidak pernah jauh jauh dari garis keturunan rasul rasul juga. Yaitu bapak,  keturunan dan saudara para nabi itu sendiri

Tempat yang tertinggi (Al-'A`rāf):144 - Allah berfirman: "Hai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dan manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur".

Siapa manusia yang lain disamping musa as yang ikut Allah pilih? Yang juga sudafaranya?  Ya Harun as, dia masih sodara Musa as dan ada pula 12 imam imam, mereka masih kerabat sang nabi, artinya masih satu keluarga besar

Jamuan (Al-Mā'idah):12 - Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada RASUL-RASUL-KU dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus.

Artinya setiap kenabian pasti ada manusia manusia pilihan lain selain nabi yang akan membawa risalah sang nabi,  sekaligus menjadi saksi dan tidak lain dari soadaranya sendiri, atau keluarga besarnya sendiri atau dari keturunan sang Nabi

Mereka inilah yang akan ikut dipanggil bersama para nabi kelak di Yaumil Hisab

Rombongan-rombongan (Az-Zumar):69 - Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.

Mereka akan bercahaya sebagaimana cahaya para rasul

Besi (Al-Ĥadīd):19 - Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi SAKSI di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan CAHAYA MEREKA. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka.

Lalu siapakah mereka? Dia atau mereka adalah para Imaman,  imam imam yang suci yang berjumlah 12 orang. salah satunya Allah sebutkan dalam Hud 17

Nabi Hud:17 - Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang (para nabi salah satunya adalah Muhammad saw)  yang ada mempunyai bukti yang nyata (mukjizat) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang SAKSI (Imam Ali as) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

Kenapa bukan malaikat jibril yang menjadi saksi dalam ayat tersebut?  Itu karena dalam ayat ini yang disebut saksi adalah manusia

Besi (Al-Ĥadīd):19 - Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi SAKSI di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka.

kedua, malaikat tidak memahami sepenuhnya urusan manusia  karena dia atau malaikat tidak mengalami kehidupan manusia secara langsung

Wanita (An-Nisā'):97 - Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali,

maka tidak mungkin mereka menjadi saksi dalam urusan manusia. 

maka sudah pasti rasul saksi dalam Hud 17 adalah manusia pilihan dari bapak, atau keturunan dan atau saudara sang nabi.  Siapa saudara Nabi Muhammad saw ya Imam Ali as

Senin, 12 Maret 2018

Syiah yang membunuh Imam Husain as?

Di kalangan salafi wahabi paling sering melontarkan tuduhan bahwa syiahlah yang membunuh Imam Husain as.

Koq syiah yang membunuh imam Husain as? Sangat mengherankan, sebab yang membunuh imam Husain adalah pasukan Yazid putra Muawiyyah laknatullah alaihi di padang karbala,  adapun orang syiah kufah (irak) yang berkhianat itulah yang memanggil imam Husain as ke irak sehingga bisa dibunuh oleh pasukan yazid laknatullah alaihi yang dikirim dari Damaskus,  pusat Dinasti Umayyah laknatullah.

Jadi emang yang namanya penghianat selalu ada dan itu emang tipikal bangsa arab,   bukan tipikal syiahnya,  tapi tipikal arabnya,  tuh lihat dalam at taubah 117

Pengampunan (At-Tawbah):117 - Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir BERPALING (mau kafir kembali) , kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka,

Tuh lihat Al qur'an saja mengabadikan bagaimana tipikal orang arab,  sahabat nabi saja yg sdh jadi pengikut nabi selama 23 tahun bisa bisanya mau berpaling,  mau kafir kembali,  apalagi baru jadi syiah (pengikut) Imam Husain setahun dua tahun? Makanya tidak heran jika mereka mampu berkhianat kepada Imam Husain as dan menyerahkannya ke dalam perangkap Yazid laknatullah

Jd bukan tipikal syiahnya tapi tipikal arabnya yg emang suka berpaling 😂😂😂😂

Karena syiah artinya pengikut.

Jadi dikatakan syiah Ali as ya pengikut Imam Ali as

Dikatakan Syiah 12 imam artinya ya pengikut 12 Imam

Jika ada penghianat itu wajar,  karena Allah sendiri sudah menyampaikannya dalam ayat diatas.

Apa motifnya?  Ya macam macam,  bisa harta,  bisa tahta dan lain lain.  Makanya lihat arab hari ini,  siapa yang berhianat dan berpaling dari tanah suci Yerusalem (palestina)?  Ya arab saudi, merekalah yang menyerukan agar warga palestina minggat saja dari pelestina, biar tanah itu diambil oleh Israel.  Jadi emang sudah dari sananya tipikal arab itu suka berpaling,  makanya mereka kemudian Allah gantikan dengan ummat yang lain sebagai penolong agama Allah yaitu bangsa Iran

Jadi para habaib sekarang sudah bukan arab asli tapi sudah pencampuran dari bangsa iran lewat rahim persia,  yaitu melalui putri putri raja persia yang dinikahi oleh Imam Hasan dan Husain as

Nabi Hud:57 - Jika kamu BERPALING, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat membuat mudharat kepada-Nya sedikitpun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu.

Muĥammad:38 - Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu BERPALING niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.

Jadi arab asli emang suka berpaling, berkhianat makanya jangan heran jika Imam Ali as,  Imam Hasan as,  Imam Husain as dan imam imam yang lain ya dibunuh oleh mereka

Makanya mereka Allah gantikan dengan bangsa Iran sebagai penolong agama Allah

Dan benar yang terjadi,  tanah arab dikotori oleh pembangkangan mereka, kini disko mulai  diselenggarakan ditanah arab, kuil kuil berhala mulai dibangun.  Itulah tipikal bangsa arab asli suka berpaling

Minggu, 11 Maret 2018

Al Bayyinat itu diberikan hanya kepada para Rasul

Hari dinampakkan kesalahan-kesalahan (At-Taghābun):6 - Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-Rasul mereka membawa keterangan-keterangan lalu mereka berkata: "Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?" lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Perhatikan teks arab dari ayat ini, 
Dzalika bi annahu kanat ta'tihim rusulum BILBAYYINATI

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya  telah datang kepada mereka Rasul-rasul mereka membawa AL BAYYINAT (BUKTI YANG NYATA)

jadi hanya rasul saja yang diberikan al bayyinat,  bukan ummat. Maka dalam Hud 17

Nabi Hud:17 - Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang (.........) yang ada mempunyai bukti yang nyata ( Al qur'an) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (........) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa, IMAMAN dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia (ini siapa?) tidak beriman.

Titik titik pertama adalah para rasul, salah satunya adalah Nabi Muhammad saw

Sehingga ayat tersebut menjadi

Nabi Hud:17 - Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang (para nabi salah satunya nabi Muhammad saw) yang ada mempunyai bukti yang nyata (bukti kenabian) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Imam Ali as) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa, IMAMAN dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia (ini siapa?) tidak beriman.

Maka tidak ada lagi alasan bahwa orang orang yang dimaksud dalam titik titik pertama adalah umat,  karena ayatnya telah jelas hanya rasul rasul saja yang mempunyai al bayyinat,  tidak yang lainnya. Maka jika menolaknya adalah kafir

Jika Nabi Muhammad saw adalah yang mempunyai al bayyinat maka tidak ada pula pilihan lain bahwa imam Ali as lah sebagai rasul saksi dari Allah.  Tidak mungkin jibril,  karena para saksi inilah yang akan dipanggil kelak diakhirat bersama para nabi

Rombongan-rombongan (Az-Zumar):69 - Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.

Saksi saksi dalam ayat ini gak mungkin para Jibril.  Karena jibril cuma satu. Dan gak mungkin malaikat karena malaikat tidak tau urusan manusia

Wanita (An-Nisā'):97 - Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali,

Yang tidak tau urusan manusia bagaimana bisa menjadi saksi bagi manusia? 

Kemudian tidak mungkin sahabat yang lain karena mereka jatuh kedalam fasik,  mau berpaling kembali (At Taubah 117)

maka telah jelas semuanya,  imam Ali as adalah rasul saksi,  mana ayat pengangkatannya? Ada dalam Al hajj 78

Pertanyaannya adalah kenapa ayat ini baru muncul setelah sekian lama dan sekian panjang perdebatan yang sangat alot? Bukankah jika ayat ini muncul sejak awal maka langsung terjawab semuanya?  Itu karena jika ayat ini muncul sejak awal maka tidak akan ada tulisan saya sebanyak 218 tulisan plus tulisan ini. Dan ayat ini muncul pada hari ini setelah baca surat al waqiah sehabis sholat magrib, ya hari ini tanggal 11-3-2018

jika dijumlah menjadi 11+3+2018= 2032

2 : 32
Sapi Betina (Al-Baqarah):32 - Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana".

20:32

Ţāhā:32 - dan jadikankanlah dia sekutu dalam urusanku,

ini adalah doa nabi Musa as kepada Allah agar menjadikan Harun as saudaranya sebagai wakilnya,  dan Harun as adalah rasul saksi atas tugas kenabian Musa as,  sama persis seperti sabda Nabi Muhammad saw

حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا عبد الله بن نمير قال ثنا موسى الجهني قال حدثتني فاطمة بنت علي قالت حدثتني أسماء بنت عميس قالت سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول يا علي أنت مني بمنزلة هارون من موسى الا انه ليس بعدي نبي

Telah menceritakan kepada kami Abdullah yang berkata telah menceritakan kepadaku Ayahku yang berkata telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Numair yang berkata telah menceritakan kepada kami Musa Al Juhani yang berkata telah menceritakan kepadaku Fathimah binti Ali yang berkata telah menceritakan kepadaku Asma’ binti Umais yang berkata aku mendengar Rasulullah SAW berkata “wahai Ali engkau di sisiKu seperti kedudukan Harun di sisi Musa kecuali tidak ada Nabi setelahku” [Musnad Ahmad 6/438 no 27507 dinyatakan shahih oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth]

imam Ali as adalah rasul saksi sebagaimana Harun as adalah sekutu dalam urusan Musa as yaitu sebagai wakilnya dan sebagai rasul saksi bagi tugas Musa as.  Sama persis seperti tugas Imam Ali as sebagai sekutu dalam urusan nabi Muhammad saw yaitu sebagai wakilnya dan sebagai rasul saksi atas tugas Nabi saw.  Ayat ini muncul hari ini setelah saya membaca al waqiah dan pilihan surat tambahan yang hatiku ingin membacanya jatuh pada surat at Thagabun (hari ditampakkan kesalahan kesalahan)  tidak ada rencana sebelumnya harus membaca surat ini,  hanya mengikuti kemana jari ini menscrol surat al qur'an dalam al qur'an android,  ya saya selalu mengaji pakai HP dan pilihan jatuh begitu saja pada surat ini.  Dan itulah ayatnya, dinampakkan pada hari ini.

itulah bukti nyata yang diberikan padaku bahwa saya utusan Imam Ali as kepada kalian untuk menjelaskan siapa dirinya yang sebenarnya dan siapa ke 12 imam imam ahlulbait as lewat al qur'an

mereka adalah para Rasul rasul Allah.

Al bayyinat

Awalnya saya juga mengira al bayyinat adalah kitab sama seperti yang diyakini oleh umat islam secara umum, makanya sempat alot perdebatan dengan salafi wahabi mengenai siapa sebenarnya org yang dimaksud dalam Hud 17 sebagai "orang yang mempunyai al bayyinat atau bukti yang nyata"

Karena sudah tertulis dalam terjemahan bahwa al bayyinat adalah al qur'an maka kita serempak mempercayainya begitu saja. Hal inilah yang kemudian menjadi perdebatan karena secara akal,  emang bisa juga dianggap bahwa yang mempunyai bukti yang nyata adalah umat islam manakala al bayyinat diartikan sebagai al qur'an.

Nabi Hud:17 - Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Quran) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa IMAMAN dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

hal inilah yang kemudian menjadikan salah fatal dalam penafsiran.  Sehingga menjadikan Nabi Muhammad saw sebagai saksi yang mengikuti orang yang mempunyai bukti yang nyata atau ummat. Masa sang nabi jadi pengikut? Luar biasa kesalahannya.

Al hamdulillah setelah pergelutan panjang,  muncullah ayat ini dengan sendirinya

Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):184 - Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.

Walaupun lagi lagi kata WA (dan)  diantara al bayyinat yang diartikan Mukjizat tidak disebutkan dalam terjemahan.  Sehingga artinya menjadi al bayyinat atau mukjizat itu berupa zabur dan kitab.

Padahal ada kata "Wa" yang sengaja disembunyikan oleh penerjemah

Bila kita baca satu persatu akan nampak kata Wa nya atau kata "Dan"

Fa ingkadzadzabuka fa qod kudzdziba rusulum
Mingqoblika jaa-u bil bayyinati WA zabur WA Al-Kitab al Mubin

Ada kata wa diantara kata al bayyinat (mukjizat) dan kata zabur.  Artinya ada kata dan diantara dua kata tersebut sebagai pemisahnya.  Itu artinya al bayyinat Allah bedakan dengan zabur dan kitab.  Mengapa demikian?  Itu karena al bayyinat adalah bukti yang nyata bagi seorang nabi,  atau bukti kenabian, sedangkan kitab adalah ajaran, syariat Tuhan.  Sehingga al bayyinat adalah tanda kenabian agar ummat yakin bahwa dia adalah nabi sehingga mau menerima ajaran Tuhan.  Itu artinya al bayyinat adalah alat bagi nabi agar ummat mau menerimanya dan mau menerima kitab Allah. Tanpa al bayyinat maka umat sulit meyakini seseorang itu nabi apalagi mau menerima ajarannya atau Kitabnya. Maka al bayyinat beda dengan kitab. Apa itu al bayyinat?  Al bayyinat bisa berupa "tanda kenabian berupa tanda lahir, misalnya pada tubuh,  waktu lahir berupa bintang semisal tanda lahir Isa as yang diketahui 3 raja dari timur,  atau misalnya dinaungi awan sejak kecil semisal Nabi Muhammad saw, atau berupa tongkat semisal nabi Musa as dll.

Makanya hal inilah yang membuat ummat menolak ajaran nabi yang tidak memperlihatkan al bayyinatnya sekalipun dia sudah membawa ajaran

Nabi Hud:88 - Syu'aib berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku dari pada-Nya rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.

itulah makanya nabi nabi syariat sebelum menerima kitab akan terlebih dahulu diberikan al bayyinat sejak kecil semisal dinaungi awan,  bisa berbicara ketika bayi dll

Maka itulah al bayyinat bukanlah kitab,  karena al bayyinat justru sebagai alat agar orang mau menerima kitab atau ajaran Tuhan yang dibawakan sang nabi

Nabi Hud:28 - Berkata Nuh: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu, jika aku ada mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan diberinya aku rahmat dari sisi-Nya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakankah kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya?"

Lihat Nuh as dia berkata "hai kaumku,  bagaimana pikiranmu, jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku?" saat nuh berkata demikian maka sejatinya dia sudah membawa ajaran tapi dia belum diberikan al bayyinatnya. Apa itu al bayyinatanya?  Yaitu banjir besar.  Karena ummat belum melihat al bayyinat maka mereka belum mau menerima ajaran Nuh as

Sabtu, 03 Maret 2018

Ya Musa.. Tolong Kami, apakah Haram?


Tempat naik (Al-Ma`ārij):40 - Maka Aku (Allah) bersumpah dengan Tuan (Bukan Tuhan) Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

Tempat yang tertinggi (Al-'A`rāf):134 - Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) merekapun berkata: "Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhamnu dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu dan pada kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu".

Musyawarah (Ash-Shūraá):51 - Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (rasul, bisa malaikat ataupun manusia) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.

Para Rasul,  imaman adalah perantara Allah kepada manusia,  karena Allah mustahil berkata kata langsung kepada manusia apalagi menolongnya langsung.  Maka pertolongan Allah turun dengan perantaraan Mereka Tuan Tuan yang Mulia

Maka dalam islam ada yang namanya Tawassul,  memohon kepada pada para nabi dan rasul untuk memohon sebuah doa dan ini adalah cara Allah dalam menurunkan pertolongan

Inilah yang masih berlaku dalam agama Nasrani,  mereka memohon kepada Isa as, itu bukan kesyirikan.  Malahan ajaran Allah sendiri

Yang syirik itu apabila mengatakan Tuhan memiliki anak secara biolgis.

Maka jangan heran jika kami berdoa,  Ya Ali, Ya Husain karena mereka semua adalah rasul rasul Allah

Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):194 - Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji".

Perbedaan antara al Bayyinat dan Kitab


Dalam ayat Ali Imran 184 Allah SWT berfirman

Faingkazzabuka faqad' kudzdziba Rasulum Mingqablika jaa-u bil BAYYINATI wazzuburi wal KITABI-il munir

Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):184 - Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun telah didustakan (pula), mereka membawa MUKJIZAT-MUKJIZAT yang NYATA, Zabur dan KITAB yang memberi penjelasan yang sempurna.

Dalam ayat ini sangat jelas Allah memisahkan antara kata Kitab dan Mukjizat (al bayyinat) atau bukti yang nyata sebagai dua hal yang berbeda,  sebab jika sama maka Allah tidak akan memakai kata al bayyinat dan Kitab dalam satu kalimat dengan maksud yang sama. Karena itulah telah jelas maksud dari ayat Hud 17 bahwa al bayyinat dalam ayat tersebut adalah mukjizat yang nyata

Nabi Hud:17 - Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Mukjizat) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Rasul saksi) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa, IMAMAN dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

Maka sudah jelas siapa yang dimaksud dalam ayat tersebut sebagai yang mempunyai Mukjizat yang nyata,  yaitu para nabi salah satunya adalah Nabi Muhammad saw. Dan telah jelas pula bahwa para nabi syariat pemilik mukjizat diikuti oleh saksi dari Allah,  seperti Nabi Harun mengikuti Nabi Musa as.  Maka demikian pula Nabi Muhammad saw diikuiti seorang saksi dari Allah atau rasul saksi. Yang mana Rasul saksi ini yang akan bersaksi dalam Hud 18

Nabi Hud:18 - Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi (Rasul saksi diatas: Hud 17) akan berkata: "Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka". Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim,

Hal ini telah Allah nyatakan dalam az zumar 69

Rombongan-rombongan (Az-Zumar):69 - Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi (pemilik al bayyinat) dan saksi-saksi (dari Allah atau rasul saksi)  dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.

Maka dengan keterangan ini seseorang yang mengaku beriman kepada Allah tidak boleh lagi ragu dan menyangsikan bahwa pemilik bukti yang nyata itu adalah Rasulullah saw dan bahwasanya Nabi diikuti oleh seorang saksi dari Allah,  yaitu rasul saksi yang bertugas menjadi saksi bahwa Nabi Muhammad saw telah menyampaikan wahyu yang diamanahkan kepadanya, sehingga tidak ada yang akan membantah Allah ketika Hukum Allah akan ditagakkan dalam pengadilan di Yaumil Hisab nanti

Nah siapakah Rasul Saksi dari Allah itu? Yaitu Imam Ali as, bukan jibril atau para malaikat karena bukan para malaikat yang akan dipanggil dalam az zumar 69. Sebab dalam az zumar 68 dan 69 itu berbicara soal manusia yang akan disidang atas semua perkara mereka,  maka perkara manusia hanya bisa diselesaikan atas persaksian manusia sendiri

Sebab sejak di duniapun sengketa manusia selalu diputuskan berdasarkan persaksian manusia,  tidak pernah sekalipun sengketa perkara manusia diputuskan berdasarkan persaksian malaikat.  Misalnya ada terdakwa yang dibacakan vonisnya atas persaksian malaikat "si fulan diputuskan penjara 5 tahun atas saksi malaikat" itu tidak pernah terjadi.  Maka Allah pun tidak akan mengadakan persidangan kepada manusia dengan saksi selain manusia paling tidak dengan anggota badannya sendiri. 

Cahaya (An-Nūr):24 - pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

Makanya jika malaikat bisa bersaksi atas kesalahan manusia maka di akhirat tidak mungkin anggota tubuh manusia menjadi saksi bukan?, cukup bertanya pada malaikat maka perkara selasai.  Itu artinya perkara manusia tidak bisa dimintai kesaksian selain dari manusia itu sendiri,  yaitu persaksian dari orang lain atau anggota tubuh manusia itu sendiri,  tidak boleh anggota tubuh hewan,  batu,  kayu atau anggota tubuh malaikat.  Karena ini perkara manusia.

Kedua,  malaikat kenapa tidak bisa menjadi saksi di yaumil hisab nanti?  Itu karena malaikat sendiri tidak mengetahui secara jelas perkara perkara manusia

Wanita (An-Nisā'):97 - Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali,

Dalam ayat ini malaikat justru keheranan dan bertanya tanya, mengapa manusia bisa menganiaya diri mereka sendiri?

Itu artinya malaikat tidak mungkin menjadi saksi karena mereka sendiri tidak memahami dengan jelas perkara perkara manusia

Maka tidak ada lagi keraguan bahwa rasul saksi dalam ayat Hud 17 dan 18 adalah manusia bukan malaikat. Maka rasul saksi itu adalah Imam Ali as tidak ada yang lain, karena Hanya Imam Ali as lah yang paling awal mengikuti nabi Muhammad saw sejak wahyu pertama turun di Goa Hira karena beliaulah yang mengantarkan makan dan minum nabi selama nabi berkhalwat (mengasingkan diri) di Goa Hira

Mereka yang menolaknya Allah ancam dengan "la Yu'minun" mereka bukan orang orang yang beriman (baca akhir ayat Hud 17)

Kembalilah wahai saudaraku,  dengarkan seruan ini,  karena tidak lama lagi azab Allah akan menimpa kalian karena kedurhakaan kalian yang menolak rasul rasul saksi-Nya.