Sapi Betina (Al-Baqarah):129 - Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
Rasul yang akan diutus adalah Rasul yang
1. Membacakan ayat ayat Engkau
2. Mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al qur'an)
3. Mengajarkan Hikmah
4. Mensucikan mereka
Tujuan akhir adalah mensucikan ummat agar bisa langsung berinteraksi kepada Yang Maha Suci, Maha Mulia, Maha Agung lagi Maha Tinggi. Mengapa tujuan akhir adalah mensucikan mereka? Itu karena kita harus kembali kepada Allah, dan untuk kembali harus dalam keadaan suci. Perhatikan tulisan saya tentang "kisah penjual 1 dan 2"
Agar bisa suci maka kita harus mengenal Hikmah, Kitab al qur'an dan ayat ayatNya. Dalam hal ini antara Kitab dan ayat ayatNya telah Allah pisahkan, tidak Allah satukan penyebutannya. Mengapa? Itu karena untuk memahami Hikmah maka kita harus mengenal Kitab, untuk memahami Kitab kita harus mengenal ayat ayatNya, tanpa ayat ayatNya maka Kitab hanyalah seonggok tulisan, catatan tanpa makna sama sekali. Lalu siapakah atau apakah itu ayat ayatNya? Ayat ayatNya adalah tanda tanda kebesaranNya yang Dia ciptakan agar membantu manusia menemukan Hikmah didalam Kitab, menemukan kesucian di dalam Hikmah, dia adalah penuntun, pemberi petunjuk agar Kitab tidak hanya menjadi seonggok tulisan dan hikmah tidak hanya menjadi sekedar basa basi pengetahuan semata. Penuntun yang memberikan arahan, imam yang memandu dan pengarah. Ya dialah para imam imam yang namanya harus dibacakan, makanya kenapa disebut "membacakan ayat ayat Engkau?" bukan "mengajarkan ayat ayat Engkau" berbeda saat menyakatan "mengajarkan kepada mereka Kitab" karena kitab emang harus diajarkan, berbeda dengan ayat ayatNya, dia hanya cukup dibacakan nama namanya, cukup menyampaikan siapa siapa nama para Imam imam yang akan memandu manusia, tidak perlu sampai mengajarkan seperti apa imam imam itu, sebab imam itu ada diantara mereka, mereka cukup menyaksikan dan mengikutinya. Ya imam itu hidup diantara kita, salah satunya adalah Imam Ali as yang lahir dan hidup ditengah tengah mereka pada saat itu, dan nabi telah berulangkali menyampaikan keutamaan beliau sebagai imam bagi mereka kelak, tapi sayangnya mereka tidak mengindahkannya sama sekali, karena bagi mereka islam bukanlah tujuan melainkan alat semata dalam mengusai ummat dan membangun kekuasaan semata. Karena itulah pada perkembangan ummat selanjutnya islam hanya dikenal sebagai penginvasi bukan sebagai jalan keselamatan.
Mereka melupakan ayat ayat Allah, melupakan para imam sebagai pemandu. Sebagai gantinya mereka menciptakan imam imam tandingan, difasilitasi, diberikan akomodasi, kenyamanan, pengikut, diberikan panggung hingga ummat benar benar kehilangan imamnya yang sebenarnya, pemandunya yang hakiki, sehingga Kitab tidak lagi bisa memberikan pengajaran selain hafalan, Hikmah tidak lagi dapat memberikan penyucian jiwa.
Maka lahirlah generasi islam radikal, gersang dan bringasan. Itulah wajah islam yang telah jauh dari jalan yang lurus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar